Mohon tunggu...
Muhammad Gunawan
Muhammad Gunawan Mohon Tunggu... Mahasiswa

Menulis Dengan Menganalisa

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Antusiasme Pemilih Pilkada Serentak 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

12 Agustus 2020   05:05 Diperbarui: 12 Agustus 2020   05:00 64 4 1 Mohon Tunggu...

Antusiasme Pemilih Pilkada Serentak Di Tengah
Pandemi Covid 19
 
Mungkin Ini baru pertama kalinya tercatat dalam sejarah pada tahun 2020 Pemilihan Umum (PEMILU)  di selenggarakan di tengah tengah Musibah Yang Melanda Negeri Kita Ini adanya Suatu Wabah Penyakit yang baru baru saat ini menghebohkan kita semua bukan saja Indonesia, virus ini juga menghebohkan melainkan belahan dunia eropa dan asia.

Virus itu bernama Corona Virus Indies 19 (Covid 19) yang mana mulanya muncul di Wuhan, China Pada Akhir tahun 2019. Virus itu menyebabkan banyak tatanan hidup yang seketika berantakan baik itu kehidupan sehari hari mauapaun tatanan hidup Bernegera.
Di Kutip Pada laman resmi Komisi Pemiliahn Umum (KPU) Negara Republik Indonesia Ketua KPU RI ini mengatakan Pilkada Serentak Pada Tahun ini harus Tetap Berlangsung sebagaimana biasanya dalam keadaan Normal, Walaupun Ini merupakan Ujian Berat Khusus Nya KPU yang harus tetap menyelenggarakan Pesta Demokrasi ini, karena ini bagian terpenting dalam Perpolitkan Di Negeri ini yang mana Pemilu merupakan Pilar tatanan Negara serta untuk menjaga Kestabilitasan Politik Di Negeri ini.

Arif Budiman Mengungkapkan Pilkada Serentak Pada Tahun ini pada tanggal 9 Desember 2020 akan menjadi hal moment yang terpenting  sebagai pembelajaran untuk generasi mendatang untuk tetap  melangsungkan kegaiatan yang penting ini sebagai dasar pijakan untuk mendatang apabila mungkin masa yang akan mendatang dihadapkan kembali Situasi yang sama pada saat sekarang ini dan kebutalan pada saat ini masa pandemi Covid 19 kita tidak tau mungkin bisa pada suatu saat ada virus yang lain.

Maka Hari ini peran kita Semua Ikut serta berpartisipasi mensukseskan pesta demokrasi rakyat ini dan membuat sejarah baru dalam pelaksanaan Teknisinya dan Regulasinya serta membuat contoh model pelaksanaan nya sesuai kultur yang dan kemudian model ini akan menjadi contoh dan panutan sdi masa mendatang apabila kembali di hadapkan situasi wabah saat sekarang ini.
Pelaksaanan Pilkada Serentak Pada Tahun Ini akan menjadi pertaruhan besar menurutnya apabila pelaksanaan model teknisinya berjalan dengan baik makan akan menjadi suatu keberhasilan di masa mendatang tetapi malah sebaliknya apabila pelaksanaan model teknisinya tidak berjalan dengan baik maka akan menjadi suatu problem untuk kita bersama.

Di Kutip Laman Resmi Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Kastorius Sinaga mengatakan, ada dua indikator yang menjadikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 agar dapat berjalan dengan  sukses di tengah situasi pandemic covid 19 ini.
 "Indikator pertama adalah antusiasme masyarakat untuk memberikan suara yang ditunjukkan oleh partisipasi pemilih yang meningkat," kata Kastorius, dalam webinar bertajuk Pilkada Aman Covid-19 dan Demokratis

Sedangkan indikator kedua adalah terlaksananya Pilkada dengan aman Covid-19. Artinya penyelenggaraan Pilkada tidak menjadi pemicu merebaknya penularan wabah Covid-19. Artinya, sukses Pilkada adalah kombinasi antara peningkatan partisipasi pemilih di satu sisi serta menurunnya atau melandainya kurva Covid-19 di sisi yang lain," lanjut dia.

Dia menjelaskan, indikator sukses tersebut merupakan rangkuman dari berbagai pendapat dan kajian yang dihimpun oleh pemerintah dan para stakeholder dalam rentang waktu lima bulan terakhir dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Indikator itu juga merupakan hasil pengkajian atas pengalaman beberapa negara yang melaksanakan Pilkada di masa pandemi Covid-19, khususnya Korea Selatan.

Tetapi mungkin Antusiasme Pemilih pada Pilkada serentak Pada Tahun ini menurut saya sebagai penulis dan menganalisis dengan situasi saat sekarang ini mungkin peserta pemilih berkurang karena adanya hambatan sebagaimana pasti pemilih mungkin mendahulukan Kesehatan nya untuk menjaga diri karena ada kekhawatiran sendiri dari penularan covid 19 dan itu menjadi sutau problem yang mendorong pemilih menggunakan hak pilihnya akan menjadi sulit pada masa pandemi virus corna ini, Sedangkan di masa normal saja pun terkdang cukup sulit untuk mendorong pemilih menggunakan hak pilihnya apalagi dihadapi dengan kondisi seperti ini.

Tentunya di Negara Negara yang pada saat ini yang akan menyelenggarakan pemilu pada masa pandemi pasti akan mengalami masalah penurunan darastis dan signifikan terhadap partisipasi pemilih, diakarenakan masyarakat ragu dengan keamanan dan keselamatan. mereka dihadapi pilihan yang berat untuk tetap ikut berpartisipasi pemilu di tengah maraknya ancaman penyebaran covid 19 ini.
Selain itu juga bagi daerah tertentu yang di mana kondisi nya tidak memungkinkan atau di golongkan daerah yang peyebaran virus ini teralu tinggi atau juga disebut juga dengan daerah Zona Merah di mungkinakan saja ada kecenderungan untuk tidak menggunakan hak pilihnya dari pada membahayakan diri sendiri ujar salah satu Masyarakat yang saya Wawancarai.

Bila Mana waktu Pelaksanaan  Pilkada Serentak Ini tidak dapat di undur tetap juga ubntuk dilaksanakan sesuai kesepakatan antara Menteri Dalam Negeri dan KPU maka ini akan menjadi Tugas Yang berat bagi KPU dan jajaran nya untuk bekerja secara maksimal untuk meyakinkan pemilih untuk tidak khawatir dan takut akan keselamatannya maka disni KPU di tutntut untuk bekerja secara profesionalsime dengan menunjukkan bahwasanya KPU mampu bekerja dengan baik dan suksesnya peneyelanggaraan Pilkada Serentak pada Tahun ini Sesui dengan menggunakan Protokol Kesehatan.

Kalau memamang KPU tidak bisa dan sama sekali tidak memeberikan suatu alternatif yang efektif bagi pemilih mungkin menurut Saya Pribadin ada baik nya Penyelanggaran Pilkada Serentak ini di tinajaukan kembali waktunya untuk di Undur kan agar bisa punya waktu yang cukup matang dalam mempersiapkan dari segi  Mitigasi Resikonya serta antisipasi yang lebih baik. Maka Mau tidak mau KPU yang mempunyai hak dan otoritas tinggi akan hal itu untuk meyakinkan Pemilih menggunakan hak pilihnya maka dari itu Profesional harus di tunjuk ke Publik bahawasnya KPU bisa dan sukses dalam menjalankan tugasnya. Namun Disisi lain Partisipasi Pemilih bukanlah tugas pokok Utama dari piahk KPU melainkan itu merupakan tugas nya Partai Politik untuk ikut mendorong masyarakat dan antuisias masyarakat menggunakan hak pilihnya dan Ikut melaksanakan Pesta Demokrasi ini.

Maka dari Pada Itu Kita Sebagai Warga Negara yang baik, kita juga  mempunyai peran penting sama hal nya dengan pihak KPU kita saling bahu membahu bantu membantu untuk mensuskeskan Penyelenaggaraan pilkada tahun ini di mana akan menjadi kenangan kita bersama bahwasanya pernah melakukan pilkada di tengah wabah penyakit yang dapat mengancam keselamatan bagi banyak orang.
Kita Serahkan semuanya kepada Pihak yang berwenang dan bertugas untuk itu, meraka tentunya pasti akan mengutamakan kesematan kita dengan upaya upaya pencegahan penyebaran virus covid 19 ini  yang di lakukan pihak KPU dengan menggunakan Protokol Kesehatan sebaik baik nya, sembari kita pun juga menjaga keelamatan diri dengan beberapa upaya pencegahan untuk diri kita sendiri di saat pilkada Serentak nantinya berlngsung ada beberapa hal yang dapat kita lakukan Seperti :


Tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain, disaat mana kala nanti berjumpa dengan salah satu teman di Tempat pelaksanaan Pemungutan Suara (TPS)
Menjaga jarak (Social Distancing) antara kita dengan orang lain di Tempat Pemungutan Suara nantinya.
Pakai lah masker Disaat akan pergi dari rumah menuju Tempat Pemungutan Suara

Setidaknya ada 3 Tips yang dapat saya bagikan sebagai upaya pencegahan di mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu selebihnya Protokol Kesehatan di Tempat Pemungutan Suara nanti kita serahkan pada Pihak KPU tentu dan pastinya mereka akan mempriortiaskan Keselamatan Kita untuk tetap nyaman dan tidak merasa khawatir di saat berlangungnya pilkada nanti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN