Mohon tunggu...
MUHAMMAD ADIYAD
MUHAMMAD ADIYAD Mohon Tunggu... Mahasiswa - Koreograper & Penari

Muhammad Adiyad kerab disapa Adiyad lahir di Tenggarong pada tahun 1998, menggeluti dunia tari sejak tahun 2013 yang berlatar penari kreasi. Ia menyelesaikan studi sarjananya di Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur PDD ISI Yogyakarta pada tahun 2020.

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

"20th Berkarya" Kami Ada karena Kami Berkarya

27 September 2022   13:23 Diperbarui: 27 September 2022   13:56 153 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Aksi Para Penari Ketika Sedang Tampil, Dokumentasi: Yayasan Lanjong, 2022)

Lanjong dapat terus berproses hingga menginjak 20 tahun kini. Sebagai sebuah wadah seni, Lanjong memposisikan diri laiknya kepompong; inkubator bagi para seniman untuk dapat memupuk dan mengasah kemampuan serta wawasan keseniannya lewat program program kesenian yang progresif. 20 tahun adalah perjalanan panjang di mana telah banyak yang datang dan lalu pergi. Ada yang masih kanak saat pertama kali masuk Lanjong, ada si pemalu, sebagian lain adalah mereka yang broken home, juga macam macam lainnya. 

Di Lanjong kemudian mereka ditempa rasa, tubuh dan pikirannya untuk menjadi diri sendiri yang sebenarnya; manusia seutuhnya. Setelah cukup belajar, Ada yang kemudian membuka sanggar seni, menjadi pengajar, menjadi profesional di bidangnya, kembali dan turut terjun ke tengah tengah masyarakat di lingkungan masing masing.

Dalam rangkaian syukuran 20 tahun perjalanan yang telah dilalui, lanjong amat berbahagia karena mendapat kado repertoar dari para seniman muda yang telah mengecap proses inkubasi lanjong. 

Proses progresi kesenian dan pergulatan batin di lanjong yang mereka alami dengan segala dinamikanya dialih wahanakan ke atas pentas. Kisah itu dituturkan lewat tari kontemporer yang di koreografikan oleh koreografer muda yakni Mar'ie Muhammad dan Muhammad Adiyad sebagai asisten koreografer dengan karya tari berjudul 'Menuju Menusia'. 

'Menuju Menusia' ditarikan oleh 8 orang penari, yang merupakan representasi dari proses perjalanan hidup yang dialami oleh seluruh manusia dimuka bumi tanpa terkecuali: lahir, tumbuh berkembang, jatuh bangun, ada tiada, berbagai rasa yang hadir, belajar hidup dan belajar untuk terus hidup, sampai akhirnya terpisah oleh kematian.

Pementasan 'Menuju Menusia' ini dipentaskan pada tanggal 26 Februari 2022 pukul 20.00 di Amphie Teater, Ladang Budaya, Kutai Kartanegara. Artistik yang digunakan berupa daun daun  yang disebar di atas panggung dan ada juga enam buah kepompong yang di gantung.

Selain itu terlihat para penari laki laki yang berjumlah tiga orang memakai celana dari karung goni dan memakai goggle VR sebagai aksesoris penutup matanya, para penari perempuan seluruh tubuh nya mengenakan manset panjang dan stocking putih. kepala dibungkus jaring. Mengenakan tube dress polos warna putih dengan tambahan bahan tulle.

Pementasan ini dilakukan secara private yang berarti hanya penonton yang mendapat undangan saja yang bisa mengikuti rangkaian acara ulang tahun Yayasan Lanjong tersebut. 

Penonton yang hadir tidak bukan dari beberapa penikmat kesenian, komunitas, dan para rekan rekan kerja yayasan lanjong, penonton yang datang pada malam itu berjumlah kurang lebih lima puluh orang yang pada penerapanya sangat di anjurkan untuk mematuhi prokes yang sudah panitia buat.

Dalam pertunjukan Menuju Menusia yang berdurasi 40 menit ini terlihat para penari mengalami kesulitan dalam menaklukan medan panggung yang berisi daun daun yang basah karena hujan yang melanda sebelum pementasan ini dimulai, para penari terus berusaha untuk menampilkan karya ini sebaik mungkin untuk dipersembahkan dalam perayaan yayasan lanjong ke 20 tahun. Syukurnya tidak ada kejadian fatal yang menghambat jalannya pementasan dan bisa dinikmati sampai akhir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan