Mohon tunggu...
Muhammad Al Bushairi
Muhammad Al Bushairi Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 20107030015

Perkenalkan Nama Saya Muhammad Al Bushairi, saya berasal dari Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Sasirangan, Kain Cantik nan Indah Khas Suku Banjar

4 Maret 2021   10:48 Diperbarui: 4 Maret 2021   11:00 355 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sasirangan, Kain Cantik nan Indah Khas Suku Banjar
Ragam motif kain sasirangan/via-Instagram-@afrinaptr

Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keberagaman, seperti keberagaman budaya, adat istiadat, ras, , agama, dan Bahasa. tentunya disetiap daerah juga memiliki jenis kain yang beragam seperti kain batik, kain songket dan masih banyak lagi, tak terkecuali Kalimantan Selatan memilki kain yang khas yaitu kain sasirangan .

Kain sasirangan merupakan kain tradisional dari suku banjar, kain putih yang dibuat melalui Proses pewarnaan rintang dengan menggunakan tali atau benang dengan corak yang sudah dijelujur. Sasirangan berasal dari kata Bahasa Banjar, yaitu sirang yang berarti menjelujur. Dari kata inilah kain ini disebut kain sasirangan.

Kain ini dibuat pada abad  ke 7 pada masa Kerajaan Dipa, kain sasirangan  merupakan sebuah permintaan dari Putri Junjung Buih yang dalam cerita rakyat dikisahkan dahulu Patih Lambung Mangkurat bertapa 40 hari 40 malam diatas rakit yang mengikuti arus sungai. Saat itu dia mendengar suara dari buih air sekitar sungai, ternyata suara itu berasal dari suara Putri Junjung Buih, Sang putri meminta sang Patih untuk membangun sebuah istana Batung dan selembar kain yang ditenun dan dicalap (diwarnai) dengan motif wadi/padiwaringin. Kain yang dicalap itu kemudian dikenal sebagai kain sasirangan.

Awalnya kain sasirangan merupakan kain sakral yang memilki kekuatan magis. Kain ini diwariskan turun menurun oleh nenek morang yang berfungsi sebagai tetamba/ penawar penyakit. Dimana kain tersebut di buat dengan harapan cepat sembuh dari penyakit jika memakainya. Seperti penyakit kuning, warna yang digunakan adalah warna kuning, untuk penyakit lumpuh dan stroke  warna yang digunkan adalah warna hijau. Adapun untuk penyakit kejiwaan digunakan warna hitam dan untuk demam, gatal-gatal kulit,  warna yang digunakan adalah warna hitam

Di awal kemunculannya juga, kain sasirangan  mempunyai bentuk dan fungsi yang sederhana, seperti ikat kepala (laung), sabuk dan tapih bumin (kain sarung) untuk lelaki, selendang, kerudung, udat (kemben), dan kekamban (kerudung) untuk perempuan.

Kain ini hanya di gunakan oleh orang-orang tertentu, tidak semua orang dapat menggunkannya tapi seiring berkembangnya zaman kain sasirangan banyak digunakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan dalam upacara-upacara adat bahkan digunakan menjadi pakaian sehari-hari sehingga membuat nilai-nilai kesakralan yang terkandung di kain ini tergerus oleh perkembangan zaman.

Eksistensi kain Sasirangan di masyarakat diperkuat dengan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah di Kalimantan Selatan yang mewajibkan orang-orang untuk menggunakan Baju sasirangan di Kawasan pemerintahan dan Pendidikan.

Sasirangan juga sering diikutkan dalam event-event fashion ditingkat nasional bahkan international  dan tidak jarang mendapat kejuaraan.

Motif atau gambar yang terdapat pada sebuah kain khas daerah tentunya memilki makna tersendiri bukan semata-mata memandang keindahan saja. Seperti kain pada umummnya, kain sasirangan juga memilki banyak motif dan corak yang bermakna tertentu seperti:

  • Motif Gigi haruan merupakan motif yang terinspirasi dari gigi ikan haruan, ikan haruan adalah sebutan bagi suku banjar yang artinya ikan gabus. Jadi motif ini diambil dari salah satu bagian ikan gabus, yaitu giginya.
  • Motif Kambang kacang atau kembang kacang merupakan sejenis tanaman yang buahnya selalu digemari oleh semua orang, terutama suku banjar, sayur yang mejulur ini biasanya dipadukan dengan sayur lain seperti labu. Motif kambang kacang sendiri terinspirasi dari bunga tanaman kacang itu sendiri.
  • Motif kambang sakaki merupakan sebutan bagi suku banjar yang artinya sekuntum bunga sebagai lambang keindahan, motif ini banyak dipergunakan sebagai ornamen rumah adat suku banjar. Bunga inilah yang menjadi ide dasar penciptaan motif kambang sakaki.
  • Motif Daun jaruju merupakan tumbuhan hutan yang sering tumbuh di tanah berair. Daun ini berwarna hijau tua yang pada pinggirnya berbentuk tajam, daun ini berfungsi sebagai pengusir tikus. Daun inilah yang menjadi ide dasar penciptaan motif daun jaruju.
  • Motif Tampuk manggis merupakan ujung tangkai yang melekat pada buah manggis, berbentuk seperti kelopak bunga, yang biasanya mempunyai lima, enam atau tujuh kelopak. Tangkai inilah yang menjadi ide dasar penciptaan motif tampuk manggis.
  • Motif Bintang merupakan benda yang berada di langit ketika malam hari, merupakan salah satu kebesaran Tuhan Yang Maha Pencipta. Digambarkan dalam bintang sudut empat, lima, tujuh, delapan bahkan sampai beribu-ribu bintang. Karena kebesarannya, maka bintang disini menjadi ide dasar penciptaan motif kain sasirangan.
  • Dan masih banyak lagi.

Cara pembuatan kain sasirangan

  • Siapkan kain putih polos, bisa menggunakan material seperti santung, balacu, kaci, king, satin polyester, rayon dan sutera
  • Kemudian buatlah pola atau motif yang dikehendaki
  • Setelah itu pola atau motif tadi dijahit jelujur menggunakan benang dengan jarak satu samapi dua mili meter.
  • Selajutnya Tarik benang sampai membentuk kerutan-kerutan
  • Didalam proses pewarnaan,  terdapat tiga cara pewarnaan yaitu: pencelupan, pencoletan, dan kombunasi keduanya (pencelupan dan pencoletan
  • Setelah melewati proses pewarnaan lepas jahitan jelujur jika kain sudah sedikit kering
  • Cuci sampai bersih dan keringkan ditempat teduh yang tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Terakhir kain sasirangan disetrika agar terlihat halus rapi dan licin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN