Mohon tunggu...
Muhadzdzier M. Salda
Muhadzdzier M. Salda Mohon Tunggu... wiraswasta -

|mantan mahasiswa | petani sawah tradisional | sehari-hari menjadi peternak sapi | | twitter: @azirmaop

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Lebaran dan Teror Kapan Kawin

30 Juli 2015   22:49 Diperbarui: 12 Agustus 2015   04:03 108
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

 

Saya teringat sebuah film genre komedi romantis yang rilis Februari lalu di bioskop. Iya, film “Kapan Kawin” bercerita tentang seorang wanita karir 30 tahun yang sukses sebagai manajer sebuah hotel bintang lima. Wanita itu sudah berumur kepala tiga. Dia belum nikah, menjadi momok bagi kedua orang tuanya. Gadis bernama Dinda (diperankan oleh Adinia Wirasti) jadi galau gundah merana dengan desakan pertanyaan kedua orang tuanya; kapan kawin?

 

Berkat bantuan seorang teman, Dinda akhirnya menyusun sebuah rencana menyewa seorang aktor teater bernama Satrio (diperankan oleh Reza Rahadian) untuk mengelabui kedua orang tuanya.  Satrio disuruh berpura pura menjadi pacar Dinda yang akan dikenalkan kepada orang tuanya, saat acara perayaan ulang tahun pernikahan Ayah-Ibunya tersebut.

 

Rencana itu tak berjalan mulus. Akting Satrio yang bagus membuat kagum kedua orang tua Dinda, Satrio dipandang sebagai sosok pria yang pantas dampingi anak gadisnya. Lalu desakan orang tua Dinda kepada Satrio untuk segera menikahi anak gadisnya. Tentu saja Satrio, dalam hal ini digambarkan sebagai karakter idealis berperan menolak tawaran itu.  Kekacauan berakhir karena Satrio bukan pacar Dinda, ia dibayar berpura pura jadi pacarnya. Disini petualangan mengeles seribu lapis langit bikin cerita menarik.

 

Film Kapan Kawin ingatkan saya pada momen lebaran dan ajang sejenis saat berkumpul bersama keluarga. Lebaran adalah momen bagi ummat muslim untuk saling bersilaturrahmi sesama saudara dan keluarga. Tak peduli iya kaya-miskin atau tua muda, perawan-perjaka, tak ada batasan umur juga. Lebaran sebagai ajang untuk saling berjabat tangan-tatap muka saling meminta maaf atas sikap silap salah dan dosa. Dosa disengaja atau tidak sesama ummat manusia. Tak terkecuali dosa kepada mantan pacar yang pernah menyakiti hati dan perasaannya. Selayaknya momen lebaran dijadikan ajang untuk saling bermaaf-maafan; minal aidil wal faizin.

 

Dalam setahun, ada dua kali hari raya dikalangan ummat islam; Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Nah, dalam edisi lebaran itulah, seluruh keluarga besar berkumpul saling silaturahmi. Yang jauh mendekat dan merapat ke rumah saudaranya. Para lajang biasanya masih tetap di rumah sendiri atau mengunjungi rumah mantan yang pernah menyakiti hatinya. Minta maaf secara baik baik, mana tau dapat kode lagi untuk diajak balikan. Itulah salah satu berkah hari raya.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun