Mohon tunggu...
Ifan Deveenter
Ifan Deveenter Mohon Tunggu... Bukan pencetus politik etis

Nulis dulu baru menyesal

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Pengalaman: Tips Memilih Kos di Kota Malang

25 Februari 2021   14:42 Diperbarui: 25 Februari 2021   15:09 156 4 1 Mohon Tunggu...

Sudah hampir 4 tahun saya berada di Kota Malang sebagai mahasiswa. Menginjak masa-masa kritis (pengerjaan skripsi) sejenak saya menengok ke belakang. Selama berkuliah ternyata saya sudah 5 kali berpindah kos. Kawan-kawan banyak yang menyamakan saya dengan manusia purba yang suka hidup nomaden.

Meskipun mereka menganggap tidak lumrah dan merepotkan, saya pribadi malah merasa medapat banyak keuntungan dari track record perpindahan tempat kos saya. Di antaranya adalah banyaknya teman dari setiap kos baru yang bisa menambah wawasan dan chanelkenalan baru.

Tapi sebenarnya ada banyak faktor teknis urgen yang menjadi pertimbangan untuk pindah kos. Saya akan membaginya untuk anda hitung-hitung sekalian sharing pengalaman sebagai anak kos.

Pertama kali dapat kos sebagai mahasiswa baru pada 2017 saya dapat kos yang bayarnya langsung satu tahun. Sistem pembayaran ini memiliki sisi untung dan rugi sendiri. Untungnya kita tidak perlu lagi repot-repot bayar tiap bulan (bagi yang langsung mampu bayar satu tahunan). 

Ruginya adalah, kalau kita tidak betah dan ingin pindah, kita akan kesusahan sebab kita sudah terlanjur bayar untuk 1 tahun di tempat itu. sebenarnya ada cara untuk mengakali jika ingin pindah tapi masih ada sisa yaitu "oper kos". Tapi tentu saja itu tetap merepotkan sebab kita harus mengiklankan dan mencari penyewa yang mau menggantikan kita selama waktu sewa yang tersisa.

Waktu itu saya kos sekamar diisi 2 orang dengan kawan saya. Jadi pembayaran bisa dilakukan secara patungan dan tentunya lebih hemat. Lokasinya berada di daerah Sumbersari. Lumayan dekat lah. Kira-kira masih masuk wilayah lingkar 1 kos sekitar kampus UM. Jalan kaki atau pakai sepeda angin masih maklum.

Di daerah ini saya masih bisa jumpai banyak kos untuk putra. Berbeda dengan daerah sekitar Jalan jombang dan Ambarawa yang didominasi kos putri. 1 Tahun di kos ini, saya mendapat beberapa teman lintas kampus bahkan suku. Saat sudah merasa nyaman, mulailah datang masalah. Mulai dari kos bangunan kos yang ternyata merupakan bangunan sengketa keluarga. Hingga perkelahian antara kawan-kawan kos.

Di antara keduanya, faktor pertama menjadi yang paling mengganggu. Sebab beberapa kali ada orang yang bukan pemilik kos tiba-tiba datang meninjau kos-kosan. Saya bingung dong. Nah untuk anda yang mau cari kos-kosan di Malang, lebih baik periksa dulu kejelasan legalitas bangunan kosnya.

Menghindari masalah, saya dan kawan sayapun pindah. Kali ini ke daerah sekitar Samaan yang nama pemakaman umumnya ditenarkan oleh Bayu Skak lewat lagu "Kuburan Samaan". Di sini saya dan kawan saya mulai pisah ranjang (bercanda). Kami dapat kamar dengan masing-masing harga 350 ribu perbulan.

Tidak ada masalah dengan legalitas, kawan kos, maupun fasilitas. Tapi. Ada masalah dengan pemilik kos yang rumahnya jadi satu dengan kos-kosan. Inilah pertimbangan kedua yang harus anda fikirkan jika ingin cari kos. Anda harus tau konsekuensi kos yang jadi satu dengan rumah pemiliknya.

Waktu itu saya bertengkar dengan pemilik kos sebab saya dianggap terlalu berisik saat naik tangga. Bagaimanapun juga saya sedikit merasa bersalah saat itu. Tapi saya juga jengkel sebab cara menegur si bapak kos yang kurang menyenangkan dan bertele-tele. Ya mana saya tau sampean terganggu kalau tidak ngomong langsung. Namanya juga anak muda. Dapat satu semester, merasa tidak betah saya pindah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x