Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Ilmuwan - Sosiolog dan Penutur Kaldera Toba

Memahami peristiwa dan fenomena sosial dari sudut pandang Sosiologi. Berkisah tentang ekologi manusia Kaldera Toba.

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Farel Ojo Dibandingke karo Avika Sayur Kol

18 Agustus 2022   13:56 Diperbarui: 18 Agustus 2022   14:57 685
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Penampilan penyanyi cilik Farel Prayoga yang membawakan lagu Ojo Dibandingke yang disambut antusiasme pejabat negara ikut berjoget usai upacara HUT ke-77 RI di Istana Merdeka, Rabu (17/8/2022). (Dok. Sekretariat Presiden via kompas.com) 

Lha,bingung, kan?  Memangnya Pak Jokowi yang dicintai itu membanding-bandingkan "pecinta"  karo sopo , jal!  Dengan Pak Probowo, Bu Sri Mulyani, Bu Retno, atau Bu Ida?  Lha, mereka kan cuma numpang joged di hadapan Pak Jokowi dan Ibu Iriana? Solider.  Soalnya Pak Jokowi dan Ibu Iriana juga joged sambil duduk di kursi. Itu kaki-kaki kursi sudah dipastikan kuat.

Eh, apakah Pak Wapres ikut joged?  Ada yang perhatiin gak, ya.

Aku kok gumun, ya.  Cah cilik nyanyi menghibur kok diperpolitisir (ini kosa kata Orba, lho), ya.  Mestinya kan, cukup nikmati aja, ikut goyang badane, gitu.  Ini kan merayakan 77 tahun merdeka.  Masa sih goyang badan aja gak boleh?  Kalau gak boleh, terus, definisi merdeka itu yak opo, rek!

Farel "Ojo Dibandingke" kemarin viral, hari ini masih viral, besok masih agak viral, lusa mulai dilupakan, minggu depan ketutup isu baru.  Begitulah hukum viralitas di media massa dan media sosial.

Hal semacam itu bukan yang pertama.  Ingat bocah perempuan cilik Avika Siahaan, asli Toba, yang viral gara-gara menyanyikan lagu "Sayur Kol" -- yang dipopulerkan grup musik Batak "Punxgoaran" -- di saluran YouTube tahun 2018?  

Liriknya -- dengan risiko artikel ini akan dihapus karena kutipan langsung lebih dari 25% -- antara lain sebagai berikut:

Waktu abang pergi ke Siborong-borong
Datang hujan yang amat deraslah
Terkejut abang terheran-heran
Sebab abang belum pernah kesana

Untung datang namboru Panjaitan
Martarombo kami di jalan
Di ajaknya aku ke rumah dia
Makan daging anjing dengan sayur kol

Sayur kol, sayur kol
Makan daging anjing dengan sayur kol
Sayur kol, sayur kol
Makan daging anjing dengan sayur kol.

Lagu "Sayur Kol" -- yang frasa asli "daging kuda"  telah diganti dengan "daging anjing" -- langsung viral sekaligus kontroversial. Ya, karena penggunaan frasa "daging anjing"  itulah.  Sesuatu yang biasalah untuk orang Batak di Tanah Batak sana.  Tapi menjadi sensitif ketika bergema ke tatataran nasional.

Tahu kenapa sensitif, kan?  Tahu isu apa yang bisa memicu demo berjulid-julid dan berjilid-jilid, kan? Jangan "kura-kura dalam perahu" lah. (Lagian ngapain pula kura-kura di dalam perahu.)

Nah, saya cuma berpikir, membayangkan, atau apalah, bagaimana jadinya kalau bukan Farel, tapi Avika yang kemarin menyanyikan "Sayur Kol" di hadapan Presiden dan Wakil Presiden?

Bukan mau membandingkan Farel dengan Avika.  Bukanlah.  Gak bagus membanding-bandingkan anak kecil. Mereka bukan capres/cawapres. Ini cuma sekadar berpikir merdeka saja.  Berandai-andai, gitu.

Berpikir merdeka, boleh, kan?  Sekadar berandai-kata, boleh, kan?  Atau, kita belum merdeka juga? (eFTe)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humor Selengkapnya
Lihat Humor Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun