Mohon tunggu...
M. Rizqi Hengki
M. Rizqi Hengki Mohon Tunggu... Penulis

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas IBA Palembang, Program Kekhususan Hukum Pidana.

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Karakteristik Cybercrime

17 April 2019   23:03 Diperbarui: 17 April 2019   23:11 0 1 0 Mohon Tunggu...
Karakteristik Cybercrime
Sumber foto: www.suduthukum.com

Arus globalisasi yang melanda dunia dewasa ini menyebabkan perubahan dalam seluruh aspek kehidupan manusia.

Terutama negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Perubahan yang terjadi itu dengan sendirinya terjadi pula pada perubahan hukum.

Karena kebutuhan masyarakat akan berubah secara kuantitatif dan kualitatif.

Permasalahan yang timbul dalam perubahan hukum itu adalah sejauh mana hukum bisa sesuai dengan perubahan tersebut.

Dan bagaimana tatanan hukum itu agar tidak tertinggal dengan perubahan masyarakat.

Di samping itu, sejauh mana masyarakat dapat mengikuti diri dalam perkembangan hukum agar ada keserasian antara masyarakat dan hukum supaya melahirkan ketertiban dan ketenteraman yang diharapkan (Manan, 2006: 63-64).

Era Globalisasi juga menyebabkan makin canggihnya teknologi informasi.

Sehingga telah membawa pengaruh terhadap munculnya berbagai bentuk kejahatan yang sifatnya modern yang berdampak lebih besar daripada kejahatan konvensional.

Berbeda dengan kejahatan konvensional, yang bercirikan setidaknya terdiri dari beberapa hal.

Di antaranya penjahatnya bisa siapa saja (orang umum berpendidikan maupun orang awam berpendidikan).

Dan alat yang digunakan sederhana serta kejahatannya tidak perlu menggunakan suatu keahlian.

Kejahatan di bidang teknologi informasi dapat digolongkan sebagai white colour crime.

Karena pelaku cybercrime adalah orang yang menguasai penggunaan internet beserta aplikasinya atau ahli di bidangnya.

Selain itu, perbuatan tersebut sering kali digunakan secara transnasional atau melintasi batas negara.

Sehingga dua kriteria kejahatan melekat sekaligus dalam kejahatan cyber ini, yaitu white colour crime dan transnational crime.

Modern di sini diartikan sebagai kecanggihan dari kejahatan tersebut sehingga pengungkapannya pun melalui sarana yang canggih pula (Magdalena dan Setiyadi, 2007: 28).

Perkembangan teknologi informasi termasuk internet di dalamnya juga memberikan tantangan tersendiri bagi perkembangan hukum di Indonesia.

Hukum di Indonesia dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan sosial yang terjadi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2