Muhammad Rifki Kurniawan
Muhammad Rifki Kurniawan Mahasiswa

A physics enginner with interest in Artiificial intellegence design and engineering. Writing on science, technology and non ficition. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Student visit me and let share about everything @ mrifkikurniawan.wordpress.com & kompasiana.com/mrifkikurniawan

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Sinopsis: Elon Musk - Pria di Balik PayPal, Tesla, SpaceX, dan Masa Depan yang Fantastis

7 Januari 2018   19:14 Diperbarui: 7 Januari 2018   21:40 1959 1 0
Sinopsis: Elon Musk - Pria di Balik PayPal, Tesla, SpaceX, dan Masa Depan yang Fantastis
BukubukuLaris

Kesuksesan SpaceX dan Tesla telah menjadi saksi bagaimana kegilaan Elon Musk dalam berbisnis. Namun, tidak banyak yang mengetahui bagaimana pengorbanan Musk dan orang-orang di sekitarnya mewujudkan itu semua. Buku karya Ashlee Vance ini secara lengkap bercerita mengenai semua hal itu. Ashlee mencoba menggambarkan bagaimana masa kecil Musk sangat membentuk karakter kerasnya dalam memimpin perusahaan-perusahaan besarnya.

Keputusan-keputusan yang diambil tidak jarang menyakiti hati orang-orang di sekitarnya. Bahkan ia juga pernah memecat seorang wanita yang paling berpengaruh dan membantu sepanjang karir SpaceX. Dalam pembuatan buku ini, Musk sempat menolak permintaan restu Ashlee dalam pembuatan buku biografinya. Namun, akhirnya Musk memperbolehkannya dengan syarat Musk diberikan kesempatan kepadanya untuk mengoreksi setiap cerita yang dituliskan. 

Tapi, Vance menolaknya, hal itu akan mencederai nilai orisinalitas dan profesionalitas dirinya. Berkat kegigihan Ashlee Vance Musk merestuinya tanpa syarat, mungkin Musk mengharagai atas kerja keras Ashlee pembuatan buku ini. Dalam buku ini Ashlee Vance benar-benar menggambarkan Musk dari berbagai sudut pandang secara utuh.

Jika saya boleh membandingkan, gambaran Vance atas Musk layaknya seperti gambaran Walter Issacson atas Steve Jobs dalam buku bestseller nya. Dalam buku ini, Ashlee Vance membagi ke dalam 11 bab yang menceritakan berdasarkan kronologi, dari Musk masa kecil, pembuatan startup pertamanya hingga kesuksesan SpaceX, Tesla, dan SolarCity.

Musk Kecil -- Bibit Fantasi dan Kutu buku yang Fanatik

Elon kecil hidup dalam keluarga yang berpendidikan, seorang ayah insinyur mesin dan elektro serta seorang ibu kutu buku yang cinta ilmu pengetahuan dengan sempat menjadi Miss Afrika pada masa mudanya. Kondisi Afrika Selatan yang kejam dan rasis saat itu menjadikan Elon Musk salah satu korban bully semasa sekolah. 

Elon Musk kecil adalah seorang yang pemurung dan pendiam, tidak memiliki teman yang bisa ia ajak bermain. Sang adik Kimbal Musk mengetahui akan hal ini, dia adalah orang paling dekat dengan Musk yang selalu menemani Musk. Tak memiliki teman, hasrat persahabatan Musk jatuh pada buku. Buku menjadi pelarian Elon Musk atas kesendiriannya. 

Musk masa kecil adalah seorang pecinta buku yang fanatik. "Bukanlah hal yang tidak biasa baginya untuk membaca sepuluh jam per hari" kata Kimbal Musk, adik Elon Musk.

Ketika mendapati Musk menghilang saat berlibur atau berbelanja, Kimbal dan adiknya, Maye, langsung mendatangi toko buku terdekat dan akan menemukan Musk di suatu tempat di ujung toko, duduk sambil membaca seperti orang kerasukan. Begitu juga sepulang sekolah, Musk akan mendatangi toko buku pada pukul 2 siang dan bertahan di sana hingga pukul 6 petang. Musk kecil rajin menyelami buku-buku fiksi dan komik-komik dan beberapa buku non fiksi. Ketika Musk meangalami krisis eksitensi akibat bullying, ia menyelesaikannya dengan membaca tulisan-tulisan filosofis dan ideologis, hingga berakhir pada ketertarikannya pada sains-fiksi. 

Prinsip hidup yang dipegang hingga saat ini tidak bisa dilepaskan dari buku yang semasa kecil ia baca, The Hitchhiker's Guide to the Galaxy karya Douglas Adams, yang menjadi buku paling berpengaruh dalam membentuk karakternya saat ini. "Dia menunjukkan bahwa salah satu hal yang paling sulit untuk dilakukan ialah menentukan pertanyaan apa yang harus ditanyakan" kata Musk.  Nampaknya fantasi Musk yang telah tertanam selama masa kecil menjadi modal utama dalam menciptakan karakter gila Elon seperti sekarang dalam mengembangkan SpaceX dan Tesla. 

Banyak yang mengganggap sinis ide-ide gila Musk. Namun, Musk membuktikannya. Pembuktian SpaceX dan Teslanya adalah sains-fiksi yang menjadi nyata. Pengetahuan dalam buku-buku itu telah membentuk Elon Musk masa kini. Jadi tidak dapat diragukan lagi bahwa Elon Musk adalah kutu buku yang fanatic dan dari buku-buku fantasinya Musk menjadi orang yang memiliki ide-ide gila seperti sekarang.

"Waktu itu kurang lebih ketika aku duduk di kelas tiga atau empat. Aku meyakinkan sang pustakawan untuk memesan buku-buku baru untukku. Setelah itu, aku pun mulai membaca Encyclopedia Britannica. Bacaan tersebut sangat bermanfaat. Anda tidak mengetahui apa yang Anda tidak ketahui. Anda akan menyadari ada banyak hal-hal semacam ini di luar sana." Elon Musk

Start-Up Pertama

Internet saat itu masih merupakan barang yang langkah dan tidak banyak produk yang berbasis internet. Perkembangan internet telah sampai pada era teknologi Web dan baru saja bisa diakses secara umum berkat Yahoo! dan aplikasi seperti browser Netscape. Musk melihat bahwa internet akan menjadi teknologi masa depan. Ia dan adiknya, Kimbal, berpikir bahwa mereka bisa memulai perusahaan melalui Web. Lahirlah Zip2 pada tahun 1995 oleh kakak beradik itu yang merupakan perusahaan berbasis Web yang menampilkan berbagai bisnis (toko, restoran, dan jasa-jasa lain) pada halaman Web agar keberadaannya bisa diketahui oleh kalayak umum. 

Zip2 membuat sebuah direktori dan mesin pencari yang berisi berbagai macam bisnis dan mengaitkannya ke dalam peta, saat ini seperti Google Maps. Meski telah berencana untuk membuat perusahaan berupa jaringan daring untuk para dokter dalam berkolaborasi dan bertukar informasi, namun Zip2 menjadi pilihan akhir mereka. 

Elon Musk bertugas sebagai seorang programmer dalam pembuatan Zip2 sementara sang adik menjadi marketer dengan menawarkan sistem ini dari pintu ke pintu.  Zip2 dibangun oleh perjuangan Elon Musk begitu luar biasa. Tidak jarang Kimbal mendapati Musk tidur di depan komputer dengan layer menyala. Zip2 semakin sukses seiring berjalannya waktu. Meraup banyak pengusaha untuk mau bergabung dalam web ini membuat nilai Zip2 semakin meroket. 

Hingga akhirnya Zip2 diakuisisi oleh Compac sejumlah 307 juta dolar AS di bawah keadaan yang sulit dalam keuangan karena kegagalan proses mergerdengan perusahaan sejenis, CitySearch. Musk mendapatkan 22 juta dolar atas akuisisi itu. Namun, Musk tidak berhenti sampai di situ. Petualangan bisnisnya berlanjut pada proyek bank online, X.com, sebuah perusahaan finansial berbasis daring yang pada akhir ceritanya perusahaan ini bergabung dengan PayPal milik Pieter Thiel yang menciptakan mafia-mafia bisnis teknologi di Silicon Valley.

Tesla dan SpaceX di Tangan Musk

Musk mendapatkan 180 juta dolar AS atas akuisisi PayPal oleh eBay. Dari total uang tersebut, 100 juta dolar Musk gunakan untuk mengembangkan SpaceX, 70 jutal dolar AS dialokasikan untuk Tesla, dan 10 juta dolar AS sisasnya untuk SolarCity. Namun, yang perlu diketahui adalah Musk mendirikan SpaceX sebelum adanya akuisisi ini. Dapat dikatakan Musk sangat begitu berani dalam mengambil jalan ini hingga ia mendapatkan tambahan bahan bakar dari akusisi PayPal. SpaceX dibangun dengan perjuangan dan penderitaan yang paling keras. Falcon 1 menjadi saksi betapa roket ini dibangun dari tangan perjuangan puluhan insinyur terbaik pilihan Musk. Awalnya Musk berencana untuk membeli roket dari Rusia, namun pilihan itu cukup mahal. Musk menyiapkan uang sebesar 20 juta dolar AS yang dia harapkan bisa membawa pulang 3 ICBM (Intercontinental Ballistic Missile). Namun, masing-masing dihargai 8 juta dolar AS. 

Musk berusaha menawarnya dengan 8 juta dolar AS untuk 2 misil, namun gagal.  Akhirnya pilihan Musk jatuh pada pembuatan roket secara mandiri. Sepulang kegagalan penawaran, Musk membuat anggaran pembuatan roket lengkap dan sangat rinci yang kemudian ditunjukkan kepada Mike Griffin, yang empat tahun kemudian (2005) menjadi Kepala NASA, dan Jim Cantrell, seorang yang telah banyak melakukan pekerjaan rahasia untuk AS dan pemerintah yang lain. Mereka begitu tercengang setelah melihat daftar aggaran yang dibuat sangat rinci oleh Musk dilengkapi dengan karakteristik performa roket yang sangat detail. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2