Mohon tunggu...
Monika Ekowati
Monika Ekowati Mohon Tunggu... Seorang biarawati Tarekat SND

Biodata Sr. Maria Monika SND Lahir di Kota sate Blora tanggal 7 Maret 1961, dengan nama Maria Marcia Veronika Puji Ekowati Lulus dari SD Katolik Krida Dharma, melanjutkan ke SMPK Adi Sucipto,lulus th 1977.Lulus dari SPG Negeri di Blora th 1980.22 Juni 1980 masuk biara SND. Sejak Postulan mendapat tugas sebagai guru TK, SD,dan SMP. 31 Mei 1981 menerima busana biara, resmi menjadi Novis SND dengan nama Sr Maria Monika SND . 26 Juni 1983 Profesi Kaul I.1987 studi di PGSLT jurusan IPS, 1988 mendapat tugas memulai karya baru sebagai Kepala SD Notre Dame yang baru berdiri. Masa tersiat dan Kaul kekal dijalaninya di Rumah Induk Roma, Kaul Kekal 27 Juni 1990. Th1992 - 1997 studi di Unika Widya Mandira Kupang, FKIP Jurusan Bahasa Inggris. 1997 -1999 mendapat kesempatan untuk memperdalam Bahasa Inggris di Kettering England,lulus dari Oxford College & Trinity College London. 1999 Mengikuti Formation for Formator Course di Universitas Gregoriana Roma. Sepulang dari Roma mendapat tugas sebagai sekretaris Provinsi. Th 2003-2010 sebagai Kepala SD Notre Dame Jakarta, Juli 2010- Juli 2012 menjadi Kepala SMP Notre Dame. Agustus 2012-2015 sebagai Formator di International Noviciate di Balanga, Bataan Philippina., Agustus 2016 Guru SMA Fides di Kefamenanu, 8 Desember 2016 ditunjuk sebagai Provincial SND INDONESIA. Gemar menulis ,deklamasi, membaca sejak kecil terutama Puisi. Buku yang telah ditulisnya, “Simpony Kasih Untukmu”, adalah kumpulan Puisinya dari tahun 1980 – 1992 (diterbitkan Kanisius 2008), Buku Pendidikan Karakter kelas 1 – 6 ( ditulis bersama 5 rekan penulis ,Kanisius 2009), Menulis Halus Kalimat Ritmis ( Grasindo 2010), “Pa, Ma Kembalikan Surgaku” ( Elexmedia, 2010), “Ketika Tuhan Menyentuh ( Pustaka Nusatama, 2010 ),Sr Sahabat Anak ( Sunshine Books, 2012) “ Meniti Jejak Sang Kekasih Jiwa “ ( Media Maxima 2013), “ Semburat Putih Pelangi Kasih “ ( Novel Perdana diterbitkan Elexmedia Komputindo) Aktif menulis artikel rohani & umum di beberapa media cetak.

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Kencana Cemerlang Karunia Tuhan

29 Juni 2020   22:15 Diperbarui: 29 Juni 2020   22:28 57 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kencana Cemerlang Karunia Tuhan
Bersama Cucu pertama Chiara ( dok pri )

Satu..dua,tiga detik merambat ke menit kerumunan orang dipeluk hening suasana amat dingin pegunungan yang memenuhi PENDOPO Pananjakan Wilayah Gunung Bromo. Suasana sunyi, hening, bening nan penuh kepenuhan hati merupakan kerinduan setiap insan yang ingin menyaksikan keindahan Sang Surya yang akan muncul, lahir dari rahim alam semesta nan penuh pesona.

Kejadian ini selalu dinanti oleh para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Tanpa dipandu ataupun disatukan dengan aba-aba mereka dengan penuh kesadaran menciptakan suasana hening. Seandainya ada yang berbicara, biasanya mereka hanya berbisik.

Mereka yang hadir tercekam dan terkesima untuk menanti anugerah keindahan Tuhan. Bagiku saat itu kujadikan saat meditasi, suasana penuh syukur dan pemujaan atas anugerah Sang Pencipta. Tuhan Sang pemberi dan penguasa alam senantiasa membius hati setiap insan dengan segala anugerah nan penuh pesona.

Tahun ini saya mendapat kesempatan untuk ke Bromo, melihat keindahan nan mempesona itu yang telah memikat berjuta wisatawan untuk menyaksikannya. Ide untuk ke Bromo telah direncanakan oleh adik-adikku dan para keponakanku yang pernah ke sana.

Saya selalu menurut saja pada mereka yang selalu ingin memberi hadiah kejutan. Mereka tahu kalau saya senang dengan alam. Kesempatan liburan sungguh saat yang sangat menggembirakan bagiku, untuk relaksasi dan beralih situasi mencari kesegaran baru yang penuh inspirasi.

Perjalanan ke Bromo dari Malang ditempuh sekitar 4 jam, itupun diselingi singgah di berbagai tempat. Begitu sampai di hotel tempat beristirahat, kami langsung berjalan-jalan menikmati keindahan pemandangan sore hari dengan diselingi acara berfoto ria mengukir kenangan.

Udara terasa dingin menyengat tulang, rekreasi jalan keliling hingga malam, sambil mencari tempat makan. Malam dingin makin mengikis, wedang jahe menjadi minuman yang menyegarkan.

Setelah itu kami masuk kamar untuk istirahat, karena pagi-pagi benar kami akan siap untuk mendaki. Benar jam 03.00 kami mulai dibangunkan. Setengah jam kemudian kami mulai mendaki dengan Hartop yang masing-masing berisi 6 orang perjalanan menuju ke Pananjakan ditempuh kira-kira 1 jam 15  menit.

Ternyata  sudah  banyak  wisatawan  yang  berdatangan  dari  dalam  maupun  luar  negeri. Tak  kalah  banyaknya  juga  penjaja  jasa ojek, yang  siap  mengangkut  penumpang  untuk  sampai  didekat  tangga.  Penjual  jagung bakar  dan  rebus  serta  kios-kios  yang  menjajakan  aneka  minuman  hangat, mie  goreng / rebus  ada  disana  untuk  menjadi  singgahan   bagi  yang  ingin  sarapan  pagi.

Sejuknya pagi di Bromo ( dok pri )
Sejuknya pagi di Bromo ( dok pri )
Kira-kira  pukul  05.00  para  wisatawan/ wati  pemburu  keindahan  Matahari  terbit  siap  dalam  hening  memenuhi pendopo/tempat  yang  disediakan. Yach...semua  diam,  hening  menanti  keindahan  Sang  Surya  Si  Raja  Siang. 

Diantara  dua  gunung  yang  menjulang,  serta  beberapa  perbukitan  yang  menglilinginya.  Sementara  tertutup  kabut, namun  sebentar  kemudian  semburat  warna  keemasan    membias  indah, memancar  cerah  perlahan...  mempesona  hati  yang  penuh  penantian  dan  akhirnya  byaaaar  bola  Surya  pagi  berwarna  merah  kekuningan  muncul  dengan  indahnya, diiringi  tepuk  sorak  sorai  para  wisatawan/wati  yang  hadir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x