Mohon tunggu...
Qomarul Huda
Qomarul Huda Mohon Tunggu... Guru - Bapak satu anak

Masih belajar dunia tulis menulis

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Terbanglah Tinggi, Garuda!

29 Desember 2021   07:19 Diperbarui: 29 Desember 2021   12:08 248
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tim Nasional Indonesia telah memastikan melaju ke babak final AFF Suzuki Cup 2020. Tiket ini berhasil didapat setelah mengalahkan Singapura pada semifinal leg kedua di National Stadium Singapura Sabtu (27/12) kemarin. Laga ini begitu dramatis sehingga harus diselesaikan melalui babak perpanjangan waktu. 

Anak-anak muda asuhan Shin Tae-yong ini berhasil menaklukan The Lions dengan skor 4-2. Di partai puncak skuad Garuda akan menantang raksasa Asia Tenggara; Thailand yang pada laga semifinal lainnya berhasil menyingkirkan Vietnam dengan agregat 2-0

Tim Nasional Indonesia sebenarnya tidak terlalu diunggulkan sebelum turnamen ini berlangsung. Pada gelaran AFF Suzuki Cup ini, skuad Indonesia merupakan salah satu tim termuda diantara semua peserta dengan rata-rata usia 23 tahun. Hanya sedikit pemain senior yang dibawa coach Shin Tae-yong seperti Ryuji Utomo, Victor Igbonefo, Kushedya Hari Yudo, Fachrudin Ariyanto dan Evan Dimas. 

Sebagian besar merupakan pemain pemain muda usia 19-23 tahun yang belum punya jam terbang banyak dil level senior. Maka pantas jika negara lain memandang sebelah mata kiprah para pemain muda pada turnamen akbar se Asia tenggara ini

Pada babak penyisihan grup B, Vietnam dan Malaysia lebih diunggulkan. Namun Indonesia berhasil membalik keadaan tersebut. Secara mengejutkan berhasil keluar sebagai juara grup mengungguli Vietnam di posisi dua. 

Kepastian juara grup ini ditentukan melalui pertandingan terakhir yang seru melawan Malaysia. Skuad Harimau Malaya (julukan Malaysia) digebuk dengan skor telak 4-1. Kemenangan yang sangat berarti. Selain memastikan diri menjadi juara grup, juga euforia pendukung timnas yang bisa mengalahkan musuh bebuyutan mereka, Malaysia

Partai yang tidak kalah seru tersaji saat menantang Singapura di babak semifinal. Singapura yang notabene menjadi tuan rumah tentu mendapat dukungan besar dari penonton di National Stadium. Namun hal itu tidak membuat pemain Indonesia gentar. 

Pada leg pertama, Asnawi dkk mampu menguasai pertandingan yang berakhir sama kuat 1-1 tersebut. Sempat unggul melalui witan Sulaeman, Singapura membalas lewat Ikhsan Fandi di babak kedua. Pada leg kedua di tempat yang sama pertandingan berlangsung seru dan menegangkan.

Indonesia yang sudah unggul satu gol dan Singapura kehilangan satu pemain mampu membalas. Bahkan saat tim tuan rumah bermain dengan sembilan pemain, Indonesia malah tertekan dan Singapura justru bisa berbalik unggul sebelum disamakan oleh Pratama Arhan. 

Momen dramatis terjadi di menit-menit akhir waktu normal. Arhan yang sebelumnya menjadi pahlawan penyama kedudukan melakukan pelanggaran di kotak pinalti. Para pendukung Indonesia pasti tidak menyangka. Bagaimana tidak, menguasai sepanjang pertandingan, unggul jumlah pemain mendapatkan hukuman pinalti di akhir pertandingan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun