Mohon tunggu...
Moh fauzi
Moh fauzi Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Manusia seperti kamu

Lebih lanjut hubungi saya sebagai pelaku ini

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Aksi Penggulingan Ideologi Pancasila

9 Oktober 2022   01:04 Diperbarui: 9 Oktober 2022   01:07 96
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Aksi kejadian itu merupakan tragedi yang sangat sadis setelah kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun dibalik itu semua ternyata masih ada musuh di balik selimut setelah usainya perjuangan melawan penjajah,yang terjadi pada tanggal 30 september 1965. Peristiwa ini merupakan  sebuah gerakan yang memiliki tujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno serta mengubah Indonesia menjadi negara yang menerapkan sistem komunis. Gerakan tersebut dikenal dengan gerakan 30S PKI yang dipimpin langsung oleh DN Aidit yang saat itu adalah ketua dari PKI atau Partai Komunis Indonesia. G30S PKI sudah tidak bisa dipungkiri lagi bagaimana sadis nya peristiwa tersebut. Pembantaian yang tidak manusiawi membuat peristiwa G30S PKI ini menjadi hari yang sangat bersejarah serta pahit dan menyakitkan di Indonesia.

Partai Komunis Indonesia (PKI) didirikan dalam gelombang pertama perjuangan anti Belanda. Pada awal tahun 20-an, dengan adanya perpecahan dalam kepemimpinan kelas menengah yang ada waktu itu, PKI muncul sebagai organisasi terkemuka dalam perjuangan kebangsaan dan kelas. Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia yang berideologi komunis. Dalam sejarahnya, PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan melawan pemerintah kolonial Belanda pada 1926, mendalangi pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948, bahkan melakukan pemberomtakan lagi yang menewaskan  6 jenderal TNI AD di Jakarta pada tanggal 30 September 1965 yang di kenal dengan peristiwa G30S/PKI.

Tragedi ini memancing kepanikan terhadap seluruh rakyat yang ada di Indonesia. Akan tetapi serangan yang paling tragis terjadi khususnya berada di pulau jawa,yang terjadi dibanyak tempat  mengenang saksi bisu kala itu. Khususnya Jakarta,karena daerah tersebut merupakan daerah  terpusatnya pemerintahan,bahkan sampai saat ini.

Aksi yang dilakukan PKI yang terjadi pada tanggal 30 september 1965 tersebut. Merupakan aksi kebangkitan PKI yang pada saat itu dipimpin oleh DN Aidit. PKI melangsungkan aksi pemberontakannya dengan menculik dan membunuh enam perwira tinggi dan seorang perwira pertama Angkatan Darat. Di antaranya Letjen. Ahmad Yani, Mayjen. R. Soeprapto, Mayjen. M.T. Haryono, Mayjen. S. Parman, Brigjen. D. I. Panjaitan, Brigjen. Soetoyo Siswomiharjo, dan Lettu Pierre Andries Tendean. yang kemudian di buang ke sumur tua di daerah Lubang Buaya. Mengenai alasasan aksi itu kembali terjadi, mereka ingin mengalihkan kekuasan dan falsafah pancasila yang mana falsafah tersebut sudah di tetapkan oleh pemerintah Ir. Soekarno sebagai suatu ideologi berbangsa Indonesia,namu mereka ingin menggantikannya dengan falsafah yang lain. Akan tetapi dibalik kericuhannya mereka gagal dalam mencapai tujuannya untuk menggantikannya dengan falsafah komunis. Karena falsafah tesebut tidak sepadan dengan keadaan dan kondisi Indonesia saat itu.

Aksi yang dilakukan PKI tidak hanya ingin mengubah filsafah Pancasila, namun tujuan mereka juga ingin membentuk negara komunis sepeti Uni Soviet kala itu. Sehingga dengan adanya keresahan dari keinginan mereka semua untuk mengubah negara yang berfilsafah paham komunis. Akhirnya mereka membentuk suatu partai yang berideologi komunis atau PKI(Partai Komunis Indonesia) namun partai tersebut di larang di Indonesia karena tidak sepadan dengan pemahaman filsafah demokrasi Indonesia.

Sebelum kejadian 30SPKI,partai ini secara terus menerus sudah  melakukan beberapa aksi. Aksi  yang dijalankan kelompok ini diantaranya dengan melancarkan propaganda anti-pemerintah, mengadakan demonstrasi-demonstrasi, pemogokan, menculik dan membunuh lawan-lawan politik, serta menggerakkan kerusuhan dibeberapa tempat. Sejalan dengan peristiwa itu, datanglah Muso seorang tokoh komunis yang sejak lama berada di Moskow, Uni Soviet. Ia menggabungkan diri dengan Amir Syarifuddin untuk menentang pemerintah, bahkan ia berhasil mengambil alih pucuk pimpinan PKI. Setelah itu, ia dan kawan-kawannya meningkatkan aksi teror, mengadu domba kesatuan-kesatuan TNI dan menjelek-jelekan kepemimpinan Soekarno-Hatta.   

Puncak aksi PKI adalah pemberotakan terhadap RI pada 18 September 1948 diMadiun, Jawa Timur. Tujuan pemberontakan itu adalah meruntuhkan negara RI dan menggantinya dengan negara komunis. Dalam aksi ini beberapa pejabat, perwira TNI, pimpinan partai, alim ulama dan rakyat yang dianggap musuh dibunuh dengan kejam. Tindakan kekejaman ini membuat rakyat marah dan mengutuk PKI. Tokoh-tokoh pejuang dan pasukan TNI memang sedang menghadapi Belanda, tetapi pemerintah RI mampu bertindak cepat. Panglima Besar Soedirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur untuk menjalankan operasi penumpasan pemberontakan PKI.

Pada 30 September 1948, Madiun dapat diduduki kembali oleh TNI dan polisi. Dalam operasi ini Muso berhasil ditembak mati, sedangkan Amir Syarifuddin dan tokoh-tokoh lainnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Aksi di Madiun ini merupakan aksi salah satu pemberontakan besar yang di lakukan oleh PKI yang terjadi pada 18 September 1948. Kemudian, berhasil dipadamkan pemerintah pada Desember 1948 dengan penangkapan dan eksekusi para pemimpin pemberontakan

Akhir pemberontakan yang dilakukan oleh PKI yaitu pada tahun 1965 tepatnya 30 September yang menjadi tragedi G30SPKI dan di tutup dengan momentum hari KESAKTIAN PANCASILA tepatnya pada tanggal 1 Oktober 1965. Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober  untuk mengenang tujuh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI AD) yang tewas di Pondok gede,Jakarta Timur atau dkenal dengan Lubang Buaya pada 30 September 1965.

Uniknya pada momentum ini seluruh masyarakat diminta untuk mengkibarkan bendera setengah tiang pada tanggal 30 September dan penuh pada 1 oktobernya Tujuannya untuk mengingat jasa Pahlawan Revolusi, korban pengkhianatan G-30-S PKI yang ingin menghancurkan Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila tidak lepas dari peristiwa berdarah G-30-S. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak enam jenderal dan satu perwira pertama TNI AD meninggal dunia.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun