Mohon tunggu...
M Iqbal M
M Iqbal M Mohon Tunggu... Active Art Consciousness, Writter, and Design Illustrator.

Aktif bermanifesto, bermalas-malasan, dan memecahkan misteri. Selebihnya, seorang pendamba pembebasan utopia hitam dan ketiadaan, tanpa awalan dan akhiran. Kontak saya di Twitter @into_the_wisdom.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Hapuskan Ospek!, Hapuskan Pendidikan Indoktriner yang Menindas!, Lawan Premanisme dan Pembodohan di Lingkup Akademi !.

15 September 2020   05:13 Diperbarui: 16 September 2020   22:10 431 7 3 Mohon Tunggu...

Oleh: M.Iqbal.M

Bukan mahasiswa baru. Justru yang pantas dibimbing/dilatih mentalnya itu adalah panitia ospek/mahasiswa lama, agar mereka tidak lagi bermental preman dan menjijikan !. Apalagi di situasi Pandemi seperti ini, banyak mahasiswa baru yang kejiwaan'nya (psikis) sudah tertekan/dipusingkan oleh berbagai masalah hidup; dari serangan virus sampai susahnya mencari uang demi membiayai kehidupan seharinya dan kuliahnya. Maka, HAPUS OSPEK !, LAWAN PENINDASAN !. -(Deklarasi Kemanusiaan).

Definisi ospek adalah kegiatan membimbing dan menjalin pertemanan (relasi) antara mahasiswa lama dan mahasiswa baru.

Tetapi definisi itu hanyalah alasan sampah untuk menutupi keburukan perilaku mahasiswa yang berwatak preman. Yang aslinya, kegiatan tersebut merupakan ajang untuk mencari penghormatan dengan cara menindas dan merampas kemerdekaan mahasiswa baru.

Padahal mahasiswa baru jugalah manusia, bukan kambing yang mudah dipermainkan, ditindas atau diintimidasi. Dan bukan lagi anak SD yang pantas dibimbing oleh sekedar mahasiswa (mahasiswa lama) yang belum jelas kompetensinya dalam membimbing.

Tentunya penindasan tersebut disembunyikan dibalik dalil, embel-embel, atau alasan-alasan semacam melatih mental ataupun melatih etika.

Padahal cara-cara melatih mental atau melatih etika semacam itu pun tidak efektif dan tidak pantas (tidak relevan) diterapkan pada orang yang sudah berstatus lulus SMA/Sederajat dan menjadi mahasiswa baru. 

Sebab pelajaran atau pelatihan mental/etika itu sepantasnya diterapkan untuk anak yang masih duduk ditingkat SD.

Sebagai contoh, konten kegiatan yang bersifat melatih mental mahasiswa baru dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan (yang seringkali pertanyaan tersebut tidak masuk akal untuk dijawab) untuk mahasiswa baru, serta diikuti dengan ucapan-ucapan kotor dan membentak-bentak, yang sangat tidak mencerminkan etika dalam membimbing berdialog/berkomunikasi. Tapi bagi panitia ospek, itu hal yang benar dan efektif untuk melatih argumentasi dan mental para mahasiswa baru. 

Akan tetapi, apakah ada bukti nyata/empiris/konkret setelah kegiatan tersebut para mahasiswa baru mentalnya akan terlihat berubah menjadi kuat dan akan mempunyai etika, sikap atau argumentasi yang masuk akal ?. Jawabannya adalah: Sama sekali TIDAK !.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x