Mohon tunggu...
M. Jojo Rahardjo
M. Jojo Rahardjo Mohon Tunggu... Maksimalkan fungsi otak hanya dalam hitungan hari.

Pakar neuroscience mendefinisikan positivity: "Sebuah kondisi di otak di mana otak bekerja maksimal, sehingga otak lebih cerdas, kreatif, inovatif, analitis, mampu memecahkan masalah, tahan terhadap tekanan dan mudah lepas dari depresi, fisik lebih segar, immune system membaik, dan lebih cenderung berbuat kebajikan". ______________________________________________________________________________ Tulisan M. Jojo Rahardjo tentang positivity atau positive psychology bisa dibaca juga di Facebook Fan Page "Membangun Positivity".

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Apa yang Berubah di Otak Saat Meditasi?

9 Agustus 2019   22:53 Diperbarui: 9 Agustus 2019   22:57 0 4 0 Mohon Tunggu...
Apa yang Berubah di Otak Saat Meditasi?
Gambar: http://synchronicity.org

Praktek meditasi sudah sangat tua dalam sejarah peradaban manusia. Beberapa orang melakukan meditasi untuk mencari pencerahan dalam hidup, sementara yang lain hanya sekedar menghindar dari hiruk-pikuk kehidupan yang semakin sibuk. Tentu ada banyak alasan lain mengapa orang melakukan meditasi.

Melalui penelitian neuroscience ternyata beberapa bagian otak malah aktif saat anda melakukan meditasi. Padahal anda sedang fokus pada satu hal saja, misalnya memperhatikan tarikan nafas masuk dan keluar.

Otak aktif melakukan apa?

Otak mereka yang sedang melakukan meditasi menghasilkan brain waves, atau beberapa gelombang otak. Awalnya ada beta waves, juga ada alpha waves. Mereka yang sudah terlatih melakukan meditasi menghasilkan gamma waves yang muncul saat sedang berkonsentrasi penuh.

Saat fokus pada 1 hal saja itu (atau sedang melakukan meditasi), otak malah aktif di beberapa bagian. Yang pertama adalah premotor cortex yang mengatur fokus kita atau kemampuan konsentrasi kita.

Yang kedua adalah insular cortex yang mengatur kesadaran kita pada tubuh, seperti pernafasan dan jantung, serta menyadari adanya pikiran dan emosi.

Semakin sering melakukan meditasi dua bagian otak ini semakin "kuat" yang terlihat lebih tebal daripada otak mereka yang tidak melakukan meditasi.

Sebagaimana sudah kita ketahui, meditasi menurunkan tingkat stress, memperbaiki mood dan menurunkan kecemasan. Kita tahu, kadang kita merasa cemas atau depresi tanpa memiliki alasan, atau memang untuk satu alasan tertentu. Anehnya, meski memiliki alasan, meditasi mampu menurunkan gejala kecemasan dan depresi.

Apakah betul meditasi memiliki keajaiban-keajaiban itu? Mengapa anda tak coba saja sendiri dan rasakan apa yang terjadi. Untuk itu anda hanya cukup menarik nafas dan menghembuskannya. Tentu sambil memperhatikan tarikan dan hembusan nafas itu.

Selamat mencoba.

M. Jojo Rahardjo

VIDEO PILIHAN