Mohon tunggu...
Misbah Murad
Misbah Murad Mohon Tunggu... "Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

"Tidak ada sekolah menulis; yang ada hanyalah orang berbagi pengalaman menulis."- Pepih Nugraha, Manager Kompasiana. chanel you tube misbahuddin moerad

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Ciwidei Semakin Bersolek

3 Juli 2019   05:49 Diperbarui: 3 Juli 2019   05:54 0 3 1 Mohon Tunggu...
Ciwidei Semakin Bersolek
dokpri

Salam Petualang,

Udara Cerah dari Bogor menemani perjalanan kami menuju Ciwidei Bandung, Setelah diresmikan Tol Soroja ( Soreang-Pasirkoja), yang di resmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 12 April 2017 baru kali ini saya melalui Tol ini, jadi ini adalah perjalanan perdana saya melalui Tol Soroja.

Jalan Tol kali ini sangat bersahabat dengan kami, karena kami jalannya saat Lebaran Idul Fitri 2019 ini,  tidak macet, terakhir saya ke Ciwidei pada tahun 2015, kami main ke Ranca Bali saat itu, kemudian ke Kawah Putih.

Keluar dari Tol Soroja, menuju Kawah Putih sekitar 45 km lagi, kami tidak langsung ke Kawah Putih, karena hari masih pagi dan jalanan tidak macet, kami mampir dulu ke Barusan Hill, sebuah waterboom, dan terdapat view-view yang sangat indah saat melihat di media sosial yang ada.

Barusan Hill

dokpri
dokpri
Sayangnya setiba di tempat ini, kami kurang begitu puas, karena tidak sesuai sepenuhnya dengan yang ada di media social, sepertinya itu foto-foto lama dimana semua view masih terawatt dan masih bagus, namun karena sudah terlanjur berada disini, tidak ada salahnya kami tetap masuk dan menikmati apa yang tersisa disini.

Tetap kami nikmati beberapa view yang masih tersisa dan yang masih bagus, kemudian kami mengelilingi waterboom, terdapat beberapa pengunjung dari Tangerang yang juga melihat-lihat tempat ini.

Kawah Putih

dokpri
dokpri
Kami melanjutkan perjalanan, karena mulai ramai kendaran yang menuju ciwidei, terjadi kemacetan sedikit di beberapa tempat, sekitar empat puluh lima menit kami sampai di pintu gerbang Kawah Putih.

Yang jaga neng geulis, gadis-gadis parahiyangan yang berusia menurut kisaran saya sekitar dua puluh tahunan, menanyakan apakah kami akan membawa mobil sendiri naik, atau memakai angkutan umum yang disediakan oleh pengelola.

Kami memilih bawa kendaraan sendiri, karena jumlah kami berlima, kalau angkutan yang disediakan Rp. 15.000,- per orang, kalau bawa mobil sendiri Rp. 150.000,- di luar ongkos masuk per orang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5