Mohon tunggu...
MI Thoriqul Huda
MI Thoriqul Huda Mohon Tunggu... Guru - Pusat Riset dan Berita Suku Tengger

Madrasah Ibtidaiyah di Desa Ranupani, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Semangat untuk "Negeri Langit Semeru" Suku Tengger di Ranupani

13 Agustus 2021   10:42 Diperbarui: 13 Agustus 2021   10:43 325
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Harus diakui, suku tengger adalah masyarakat yang tentram dalam menjalani kehidupan. Jika membahasnya akan membawa kisah yang membuat kita dapat kembali kemasa dimana cinta dapat memeluk sucinya manusia menjadi manusia. 

Menyambut keberhasilan Mahapatih Gajah Mada yang berhasil mewujudkan sumpah palapa, sang baginda Raja Hayam Wuruk pun merasa bahagia. Sang raja pun ingin berkeliling negerinya. Perasaan itu tertulis mesra oleh seorang Empu Prapanca ahli sastra pada masanya. 

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi

Saya sudah dua tahun ini aktif dalam pendidikan masyarakat suku tengger di desa Ranupani. Melalui almamater Madrasah Ibtidaiyah Thoriqul Huda Ranupani, proses belajar generasi suku tengger dapat terjadwal dengan baik. 

Sejak awal pendirian Madrasah di Ranupani telah memiliki lika-liku perjuangan yang luar biasa. Semangat masyarakat yang ingin mendapatkan pendidikan yang berkwalitas harus dijemput dengan ektra tenaga, ektra pikiran, dan ekstra perasaan. 

Pertama, karena Ranupani memiliki suhu yang dingin jadi tenaga bisa cepat habis (cepat lapar juga). Kedua, karena Ranupani mayoritasnya adalah Suku Tengger, sudah menjadi tanggung jawab yang besar dapat mengajar dengan latar budaya yang berbeda Guru dan muridnya. Ketiga, karena Ranupani adalah tumpuan masa depan pintu masuk daerah wisata Kabupaten Lumajang. 

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi
Suku tengger itu mereka bukan suku primitif dan bukan pula suku terasing. Mereka hidup di lingkungan setempatnya yang sedang berkembang. 

Suku tengger memiliki jumlah populasi yang lebih kecil jika dibandingkan dengan populasi suku jawa. Keadaan tanahnya gembur seperti pasir sangat subur. Hasil tanaman yang umum adalah kentang, kubis, dan bawang prei. 

Jika melintasi jalan di kawasan tengger maka akan banyak ditemui pohon cemara dengan suara khas ketika tertiup angin. Cuacanya sepanjang hari akan merasakan sejuk dan dingin. Jika musim kemarau cuacanya akan semakin dingin hingga di pagi hari daun-daun terselimuti bunga es. 

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun