Mohon tunggu...
Mira Aryani
Mira Aryani Mohon Tunggu... Pelajar Sekolah - Mahasiswa STAI riyadhul Jannah subang

Saya mahasiswa di STAI riyadhul Jannah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan Islam

19 September 2022   13:02 Diperbarui: 19 September 2022   13:07 88 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Salah satu komponen penting untuk dapat hidup ditengah-tengah masyarakat adalah kemampuan mengarahkan emosi dengan baik. Penelitian yang dilakukan oleh Goleman menunjukkan bahwa kontribusi keberhasilan IQ seseorang hanya sekitar 20% dari sisanya 80% ditentukan oleh faktor serumpun yang disebut kecerdasan emosional. 

Padahal sekarang sudah bisa dilihat bahwa IQ tinggi belum tentu sukses dan belum tentu hidup bahagia. Orang yang IQ-nya tinggi tetapi karena emosinya labil dan mudah marah sering keliru dalam menentukan dan memecahkan masalah hidup karena tidak bisa berkonsentrasi. 

Emosi tidak berkembang, tidak kewalahan, sering membuat perubahan dalam menghadapi masalah dan berperilaku terhadap orang lain sehingga banyak konflik. 

Emosi yang kurang terproses juga mudah menimbulkan orang lain yang terkadang sangat bersemangat menyepakati apapun, namun dalam waktu singkat berubah tolak, sehingga mengganggu kerjasama yang telah disepakati dengan orang lain. Jadi, pria itu gagal.

Pendidikan Islam memiliki perhatian yang tinggi terhadap hal ini. Hal ini dapat dilihat dari tugas pendidikan Islam adalah membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan manusia dari tahap ke tahap kehidupan peserta didik untuk mencapai titik prestasi yang optimal. Perhatian pendidikan Islam terhadap IQ dan EI karena pendidikan Islam memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan pendidikan, pengetahuan, dan akal

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan