Mohon tunggu...
Min Adadiyah
Min Adadiyah Mohon Tunggu... nakes ahli gizi, pembelajar manajemen abadi

Penata Impian (karena yakin Sang Maha selalu realisasikan impian kita)

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Tetap Siaga Saat Hari Raya

8 Mei 2021   08:48 Diperbarui: 8 Mei 2021   08:50 19 1 0 Mohon Tunggu...

Slogan ini menjadi hal biasa bagi lingkungan terdekat saya, karena memang sifat pekerjaan yang tidak bisa dihentikan meski hari raya tiba. Bekerja di RS sejak 24 tahun lalu membuat saya pernah benar-benar berada di kantor pada hari  pertama hari raya. Selama 24 tahun itu pula  ada saatnya  secara fisik tidak berada di kantor namun kami harus tetap siaga. 

Saya mengawali karier sebagai ahli gizi di RS ini. Dulu, ketika saya hanya satu-satunya ahli gizi di RS ini, persiapan agar bisa sekedar libur dua hari dilakukan sebelum hari raya tiba. Termasuk mempersiapkan pesanan bahan makanan yang diperlukan rekan-rekan pekarya pemasak untuk tetap bisa melayani pasien. Saat itu jumlah pasien di RS belum sebanyak saat ini, namun tetap saja harus ada persiapan ekstra yang dilakukan sebelum hari H. Rekanan-rekanan yang libur pada saat hari raya, ekspedisi yang terhenti melayani sementara dsb menjadi  alasan mengapa kami harus memiliki stok yang cukup bahkan kadang berlebih menjelang hari raya tiba. Selalu ada resiko jumlah pasien membludak pada hari-hari awal pasca hari raya. Apalagi ada semacam tradisi baik untuk membuatkan menu "mirip rumah" khas hari raya  baik untuk karyawan maupun pasien yang sedang di rawat. 

Hal itu berlangsung selama kurang lebih 8 tahun hingga kemudian saya ditugaskan di unit  humas dan diklatlitbang. Dalam posisi sebagai asisten manajer di unit baru ini  bisa jadi saya tidak berada di RS pada saat hari raya tiba, namun harus tetap siaga. Selalu ada kemungkinan harus berkoordinasi dalam waktu cepat untuk tetap memberikan pelayan pada pasien, apalagi RS kami biasa memberikan pelayanan ekstra pada saat libur lebaran. Dimulai sejak hari-hari mudik tiba hingga arus balik selesai kami menyiapkan posko pelayanan mudik atau layanan jemput untuk situasi kegawatan dan kedaruratan ke IGD. 

Ada kebijakan khusus di RS kami untuk memastikan agar pelayanan tetap berjalan sebagaimana  mestinya. Semua karyawan tidak diperkenankan mengambil cuti sejak H-7 hingga H+7 lebaran. Meski demikian, ada ekstra 2 hari  libur hari raya idul fitri yang bisa kami ambil secara bergantian. Selalu ada dinamika dalam mengatur jadwal di masing-masing unit. Jadwal libur diatur  agar masing-masing  petugas bisa menikmati libur tapi juga tetap bisa memahami jika sekiranya harus masuk  untuk menutup jadwal jaga. 

Beberapa tahun kemudian, saya menjadi cukup "tua" di lingkungan kerja yang semakin bertambah. Ada saatnya saya bisa benar-benar bisa memperoleh hak libur 2 hari ditambah ekstra libur selama 2 hari.  Namun, kami semua secara bergiliran mendapat tugas untuk melaksanakan supervisi. Menjadi supervisor pelayanan artinya harus berada di lingkungan pelayanan minimal selama 8 jam dan memastikan semua layanan berjalan lancar. Melakukan rotasi  sementara jika ada ruangan yang tidak berimbang, dst, dst.  Para supervisor akan melakukan kolaborasi ekstra dengan para staf pelaksana namun sekaligus menjadi duty manajer untuk memastikan semua pemberi pelayanan terpenuhi kebutuhan minimalnya. 

Kini, saya bersyukur karena beberapa rekan yang lebih muda sudah dalam posisi siap  untuk mengambil peran di kesibukan-kesibukan yang dulu menjadi tugas saya. Sebagian besar pekerjaan secara fisik terdistribusi hampir sempurna, namun, anak-anak saya sudah dalam posisi maklum jika tiba-tiba ibu nya harus diam sejenak membaca whatsapp grup untuk memastikan bahwa semua layanan berjalan lancar dan  sudah ada yang mengambil keputusan saat ada konsultasi. Alhamdulillah 'ala kulli hal..

Taqobbalallahu minna wa minkum...

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni semua dosa kita dan memberikan pada kita derajat TAQWA. Aamiiin. 

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fuanny...  

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x