Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Karyawan Swasta

Buku buku puisi yang telah diterbitkan; Berburu Rindu; Menangkap Rindu; Mencintai Rindu; Mencintai Cinta;// Buku novel tetralogi kisah air dan api yang telah terbit; Lahirnya Air dan Api;// Aku hanyalah petugas kata kata...dititipi Tuhan sebuah pena.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Samakan Warna Langit Kita

13 Februari 2018   21:13 Diperbarui: 13 Februari 2018   21:19 153 2 0

Sekilas saja aku melihatmu.  Sedang duduk di ujung pantai berbatu.  Aku rasa kau sedang belajar berhitung.  Seberapa banyak ombak itu setiap menit bergulung. 

Entah mengapa aku menduga kau sedang menceritakan sesuatu kepada langit yang kebetulan berwarna jingga.  Aku rasa itu sebuah cerita tentang hatimu yang memerlukan suaka.  Kau dianggap pemberontak oleh rezim cinta yang berkuasa.

Aku sebenarnya bisa membantumu.  Langitku di sini berwarna biru.  Cukup katakan aku membutuhkanmu.  Sekejap kemudian aku bisa merubah warna hatimu serupa dengan langitku.

Orang-orang bilang biru itu warna sendu.  Mereka lupa seperti apa warna lautan jika sedang tak berbadai.  Mereka tak ingat bagaimana bisa mereka melihat bintang jika langit sedang lalai.

Jika kau bersikukuh bahwa hijau adalah kesukaanmu nomor satu.  Aku tidak akan membantahmu.  Hijau adalah warna bumi yang sesungguhnya.  Ketika belantara belum menemui banyak malapetaka.

Begini saja.  Tuliskan janjimu di sehelai daun nangka.  Hijaunya adalah hijau paling tua.  Warna yang sanggup bertahan terhadap segala kesedihan cuaca.  Artinya janjimu tak akan lagi dibatasi oleh senja.


Jakarta, 13 Februari 2018