Mohon tunggu...
andy ichsan
andy ichsan Mohon Tunggu... Blogger and author

Pengarang novel Transition, novel Dimension of Dreams, dan kumpulan cerpen Province Memoir. Standby di toko buku fiksi : mikailearns.com

Selanjutnya

Tutup

Film

Wanita Modern

25 Juli 2020   08:04 Diperbarui: 25 Juli 2020   09:17 10 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wanita Modern
Dok Gramedia

Film adaptasi novel Kim Ji-Young Born 1982 menceritakan seorang istri yang nyaris depresi berkepanjangan karena karir dan realitas pernikahan bertentangan (aktualisasi Abraham Maslow). Dia bisa mengatasinya berkat didikan sang ibu bersama efek delusi sesekali.

Kodrat perempuan adalah menjadi ibu. Dari pemikiran itu, hanya ada 2 macam wanita (perempuan menikah) : Yang ingin melahirkan (normal atau cesar) dan yang memilih tidak melahirkan. Masyarakat harus bisa menerima kemungkinan kedua dan di saat yang sama tiap-tiap perempuan dewasa sebelum menikah wajib mengerti sepenuhnya (mungkin 2 SKS) konsekuensi dan penyesalan tersendiri (karir, kesepian, obesitas dll.) dari dua pilihan tersebut, agar selanjutnya mereka tidak merasa terpaksa (tidak ikhlas) lalu mengkambinghitamkan pernikahan, peran wanita dan sebagainya. Dua-duanya tidak melalaikan kaum hawa tetap pada kodratnya, yakni semua perempuan di bumi berpotensi menjadi seorang ibu/bunda.

Perlu untuk selalu ditekankan bahwa laki-laki dan perempuan sebaiknya menikah walau tidak harus tinggal bersama seatap/serumah. Meskipun demikian, dari seluruh pemahaman tersebut, pria menikah dan wanita menikah, punya anak atau tidak, melahirkan atau tidak melahirkan, diwajibkan menguasai ilmu parenting.

Dari para wanita yang melahirkan pun tidak semua punya skill menjadi orang tua. Bahkan, orang yang terpapar pengetahuan parenting tidak selalu tulus menjadi ibu untuk anaknya (Hal ini mempengaruhi perkembangan anak manusia misalnya perasaan empati). Kesimpulannya ialah tidak penting ia ibu kandung atau bukan, prioritas adalah cara mendidiknya. Itulah sebabnya negara mengadakan dinas sosial di seluruh lingkungan masyarakat dan agen-agennya bukan orang sembarangan. Calon ibu yang buruk lebih baik tidak punya anak daripada beranak, lalu apa gunanya melahirkan? Di sinilah pria mengambil keputusan untuk membuahi dan jauh sebelumnya : jangan menyepelekan nasehat agama soal memilih pasangan.

Bila negara ingin mengurangi jumlah penduduk bukan dengan membatasi kelahiran melalui program KB (sensitif bagi muslim), melainkan seleksi calon ibunya. Cukup dua syarat : Pertama pertanyaan kepada perempuan dewasa apakah sungguh ingin mengandung dan melahirkan anaknya sendiri dan kedua adalah sertifikat parenting. Tidak perlu ujian rumit, cukup lewat dokter keluarga (BPJS) atau sebagai prasyarat  KTP (dicantumkan)

Ketidaktulusan biasa lahir dari keterpaksaan. Jadi jangan terlalu menghakimi wanita yang 'membuang' anaknya. Lebih baik dipelihara orang lain; dan, jelas lebih baik daripada aborsi. Film Kim Ji-Young 1982 hanyalah setitik kasus dan bagi wanita karir lain terdapat bermacam variasi hal-hal yang dikorbankan. Silakan anda pilih! 

tokoh suami dari film Kim Ji-Young 1982. Sumber: asiaone.com
tokoh suami dari film Kim Ji-Young 1982. Sumber: asiaone.com

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x