Mohon tunggu...
Miftakhul Jannah
Miftakhul Jannah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Musyafir ilal jannah

ikhtiar tanpa do'a itu sombong Do'a tanpa ikhtiar itu omong kosong

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menetapkan Masyarakat Indonesia yang Multikultural demi Terciptanya Negara yang Berasaskan Pancasila

30 November 2021   10:53 Diperbarui: 30 November 2021   11:10 35 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Masyarakat multikultural terdiri dari tiga suku kata diantaranya ialah masyarakat,multi dan juga kultural. Masyarakat itu dapat diartikan sekelompok orang/satu kesatuan yang hidup bersama dalam suatu negara dengan rasa penuh kebersamaan, kekeluargaan atau persaudaraan (rasa saling kasih,saling sayang, saling cinta),sedangkan multi itu adalah beragam/bermacam-macam,dan kultural ialah budaya. 

Jadi dapat diartikan bahwa masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang beragam akan perbedaan entah itu perbedaan ras,suku, bangsa,agama,ataupun budaya. Karena banyaknya perbedaan yang ada di Indonesia maka negara Indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang multikultural.

Meskipun banyak akan perbedaan, masyarakat Indonesia tetap teguh terhadap keyakinannya masing-masing dan tidak ada yang namanya unsur keterpaksaan dalam melakukan suatu hal lebih-lebih kekerasan. Dikarenakan di negara Indonesia itu ditanamkan rasa toleransi (saling menghargai) serta berpedoman dan menerapkan nilai Pancasila yaitu pada sila ke-3(Persatuan Indonesia) yang dapat dikaitkan dengan bhineka tunggal ika yakni "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. "

Adapun faktor kemunculan masyarakat multikultural salah satunya ialah pengaruh budaya asing yang dikaitkan dengan letak wilayah Indonesia yang sangat strategis yaitu terletak antara samudera Hindia dan Pasifik. Kondisi tersebut sangatlah berpengaruh dalam proses multikultural seperti halnya budaya dan agama. 

Perdagangan antara Indonesia dengan negara lain seperti cina,itu juga termasuk hal yang mempengaruhi kemunculan multikultural tersebut. Seperti halnya di Lumajang banyak orang cina yang berjualan di wilayah kota seperti jualan jamu dan lain sebagainya yang biasa dipanggil tacik oleh para pembeli disana, meskipun penjual bukan asli orang Indonesia sendiri akan tetapi para pembeli disana sangatlah menghormati bahkan tidak ada yang namanya membeda-bedakan antara penjual orang cina dengan penjual asli orang Indonesia. Nah dari situ bisa kita ketahui bahwa di negara Indonesia sangatlah menanamkan rasa toleransi dengan adanya multikultural dan banyaknya suatu perbedaan.

Meskipun masing-masing individu yang ada di Indonesia itu memiliki latar belakang yang berbeda maksudnya budaya adat istiadat/kebiasaan serta bahasa yang berbeda akan tetapi mereka tetap diidentifikasikan sebagai satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia. Hal tersebut mengingatkan kita terhadap sumpah pemudah yang berbunyi

 "Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia" dan mengingatkan juga pada bhineka tunggal ika yaitu "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua."Dapat di ketahui bahwa wilayah Indonesia itu terdiri dari 267.000.000 penduduk dengan 1.340 suku bangsa, hal itu merupakan salah satu ciri bahwa negara Indonesia merupakan negara yang multikultural.

Akan tetapi dengan berkembangnya zaman masyarakat multikultural di Indonesia itu semakin menurun. Lantas dengan cara apa kita menetapkan masyarakat multikultural di Indonesia? Yaitu, dengan cara sebagai berikut:
1) Membudidayakan sikap toleransi (saling menghargai).
2)  Tidak mengedepankan ego, dalam arti lebih mengedepankan kepentingan orang lain.
3)  Menyadari bahwasanya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri, dalam arti membutuhkan bantuan orang lain.
4) Melestarikan Adat istiadat(kebiasaan) ataupun budaya dalam suatu wilayah.
     Jadi dapat disimpulkan bahwasanya hal yang terpenting dalam menetapkan masyarakat multikultural di Indonesia yaitu dengan cara berpedoman serta menerapkan nilai dasar pancasila. Karena dengan berpegang teguh serta menerapkannya tersebut negara yang multikultural itu dapat tetap terlestarikan meskipun banyak hal-hal yang menghadang dalam arti tidak terpengaruh. Oleh sebab itu,marilah kita bersama-sama menjunjung tinggi tali persaudaraan, untuk menuju persatuan serta kesatuan meskipun banyak suatu perbedaan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan