Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara

Penulis Buku: - "Spiritual Great Leader" - "Merancang Change Management and Cultural Transformation" - "Penguatan Share Value and Corporate Culture" - "Corporate Culture - Master Key of Competitive Advantage" - "Aktivitas Ekonomi Syariah" - "Model Dinamika Sosial Ekonomi Islam" Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar menjadi manfaat bagi orang banyak dan negeri tercinta Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Memasak Puding Marble Tape Brownies: Alkulturasi Kuliner Barat dan Timur

25 September 2022   16:45 Diperbarui: 25 September 2022   16:48 578
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Puding (bahasa Inggris: pudding) adalah sebuah hidangan penutup yang umumnya dibuat dari bahan-bahan yang direbus, dikukus, atau dipanggang. Puding umumnya dibuat dari bahan baku susu, tepung jagung, tapioka, atau telur dihidangkan setelah didinginkan terlebih dahulu dengan menggunakan perisa cokelat, karamel, vanila, atau dengan buah-buahan.

Puding manis berkembang pada abad ke-17 di Inggris. Sebelumnya pudding di kenal bukan sebagai makanan manis dengan bahan dasar susu, tetapi berasal dari bahasa Perancis yaitu boudin yang berarti "sosis darah" serta bahasa Latin, botellus yang berarti "sosis kecil". Puding pertama kali dibuat oleh koki kuno yang mirip sosis bercita rasa gurih. Salah satu contoh puding bercita rasa gurih adalah haggis yang merupakan makanan nasional Skotlandia.

Puding yang dikenal akhirnya sebagai hidangan penutup terdiri dari dua rasa, yaitu rasa manis dan gurih yang biasanya diolah dengan direbus dalam kantong puding khusus. Selain itu, puding roti dan mentega juga menjadi hidangan umum sejak abad ke-17.

Sementara itu, tape singkong merupakan makanan tradisional yang terbuat dari singkong yang difermentasi dengan diberi ragi yang dimasukkan ke dalam sebuah wadah khusus selama 2-3 hari. Tape singkong dengan nama yang berbeda-beda terdapat hamper di seluruh pelosok tanah air Indonesia. Misalnya, di Jawa Barat, tape singkong dikenal dengan nama peuyeum, di Riau dan Sumatera Barat dikenal sebagai tapai ubi

Hingga saat ini, tape singkong merupakan makanan tradisional yang masih digemari oleh masyarakat. Selain dimakan langsung, tape singkong juga bisa diolah menjadi beragam makanan lain yang lezat. Mulai dari bolu, brownies, kolak, puding, hingga campuran dalam es buah.

Dalam kesempatan kali ini, Kakek Merza ingin mengajak Kompasianer untuk memadukan kuliner Barat dan Timur berupa marble pudding yang dipadu dengan tape singkong dan toping brownies yang sangat digemari kalangan muda saat ini, yaitu sebuah resep yang sering muncul di dapur Kakek Merza untuk acara kumpul-kumpul keluarga. Resep alkulturasi itu adalah "Puding Marble Tape Brownies".

Membuat pudding itu sangat mudah dan boleh dikatakan merupakan masakan yang hampir tidak pernah gagal, bahkan oleh seseorang yang selama ini tidak pernah turun ke dapur.

Bahan-bahan yang digunakan pun mudah di dapat dimana saja. Berikut adalah bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Puding Marble Tape Brownies:

  • 9 gram bubuk agar-agar;
  • 250 gram tape singkong dilumatkan;
  • 500 ml santan (bisa santan perasan dari satu butir kelapa atau 1 kotak Kara ditambah 250 ml air);
  • 495 gram susu kental manis (biasanya Kakek Merza menggunakan Carnation);
  • 2 butir telor ayam;
  • 1 sendok makan coklat bubuk;
  • 1 sendok the garam halus;
  • 600 ml air minum

Cara membuatnya sangat gampang (Untuk proses secara lengkap, silahkan nonton video Kakek Merza) sebagai berikut:


  • Masukkan tape ke dalam blender;
  • Campur dengan susu kental mansi, Sebagian santan, telor, dan garam;
  • Blender hingga tercampur menjadi adonan tape.
  • Sementara itu, buat adonan pudding dengan mencampur bubuk agar-agar, sisa santan, dan air yang dipanaskan di atas kompor sambal diaduk hingga mendidih;
  • Setelah mendidih, matikan kompor sambal tersu diaduk hingga asapnya hilang;
  • Campur adonan tape dan adonan pudding dalam satu wadah hingga tercampur rata;
  • Bagi dua adonan, bagian pertama berwarna putih dan bagian kedua berwarna coklat dengan dicampur dengan coklat bubuk;
  • Masukkan adonan berwarna putih ke dalam loyang pudding, lalu masukkan adonan berwarna coklat di tengahnya;
  • Ulang masukkan adonan selang seling hingga kedua bagian habis;
  • Untuk mendapatkan motif marble, tarik adonan di goyang dengan garpu sehigga terbentuk  motif marble.
  • Dinginkan pudding dalam kulkas selama  satu jam, kemudian potong-potong persegi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun