Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara

Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar menjadi manfaat bagi orang banyak dan negeri tercinta Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Prospek Pariwisata Halal Dunia Pasca Pandemi Covid-19

21 Juni 2022   16:24 Diperbarui: 21 Juni 2022   16:28 273 13 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Image: Destinasi Wiata Halal dan Pengeluaran Turis Muslim terbesar dunia tahun 2022 (File by Merza Gamal)

Pemulihan pariwisata mendapatkan momentum setelah pelonggaran pembatasan dan kepercayaan diri meningkat seiring menurunnya pandemi Covid-19. Pariwisata terus pulih dengan kecepatan yang baik. Demikian pula pariwisata halal menunjukkan prospek berkembang pasca pandemi sebagaimana yang dibahas dalam Kongres Halal Internasional tanggal 14-18 Juni 2022 yang baru saja usai di Bangka Belitung, Indonesia.

Menurut Barometer Pariwisata Dunia, UNWTO terbaru, pariwisata global mengalami peningkatan 182% tahun-ke-tahun pada Januari-Maret 2022, dengan tujuan di seluruh dunia menyambut sekitar 117 juta kedatangan internasional dibandingkan dengan 41 juta pada Q1 2021. Eropa dan Amerika memimpin pemulihan sektor pariwisata global.

Meskipun pariwisata global hanya 61% dibandingkan tahun 2019, namun pemulihan bertahap diperkirakan akan berlanjut sepanjang 2022, karena lebih banyak destinasi yang melonggarkan atau mencabut pembatasan perjalanan dan permintaan yang terpendam dilepaskan. Per tanggal 2 Juni 2022, 45 destinasi (31 di antaranya berada di Eropa) tidak memiliki batasan terkait Covid-19. Sementara itu, di Asia, semakin banyak destinasi yang mulai melonggarkan pembatasan tersebut.

Para pakar melihat kemungkinan kembalinya kedatangan internasional ke level 2019 pada tahun 2023, sementara beberapa menganggap ini bisa terjadi pada 2024 atau lebih. UNWTO telah merevisi prospeknya untuk tahun 2022 karena hasil yang lebih kuat dari yang diharapkan pada kuartal pertama tahun 2022. Peningkatan pemesanan penerbangan yang signifikan menjadi prospek Indeks Keyakinan UNWTO.

Kedatangan wisatawan internasional diperkirakan mencapai antara 55% dan 70% dari level 2019 pada tahun 2022, Kondisi tersebut juga tergantung pada berbagai keadaan, seperti tingkat di mana tujuan terus mencabut pembatasan perjalanan, evolusi perang di Ukraina, potensi virus corona baru wabah penyakit, dan kondisi ekonomi global, khususnya inflasi dan harga energi.

Kontribusi ekonomi pariwisata pada tahun 2021 (diukur dalam produk domestik bruto langsung pariwisata) diperkirakan mencapai US$1,9 triliun, di atas US$1,6 triliun pada tahun 2020, tetapi masih jauh di bawah nilai pra-pandemi sebesar US$ 3,5 triliun.

Sementara itu, Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022 menunjukkan data pertumbuhan dan proyeksi kunjungan wisatawan Muslim dunia akan terus meningkat setelah terjadinya penurunan selama pandemi Covid-19. Pada tahun 2028 diproyeksikan kedatangan wisatawan Muslim akan meningkat hingga 230 juta kedatangan dengan spending mencapai USD225 milliar.

Image: Pertumbuhan dan Potensi Pasar Pariwisata Halal Dunia (File by Merza Gamal)
Image: Pertumbuhan dan Potensi Pasar Pariwisata Halal Dunia (File by Merza Gamal)

Dengan demikian potensi Wisata Ramah Muslim atau Halal Tourism juga menjadi perhatian sektor pariwisata global. Halal Tourism adalah kegiatan wisata yang dilakukan oleh umat Islam yang membutuhkan produk dan jasa yang sesuai dengan praktik dan ajaran Islam. Dalam pengertian ini, Halal berdiri sebagai konsep kunci. Halal adalah konsep global yang mengacu pada segala sesuatu yang halal, diperbolehkan dan sehat bagi umat Islam menurut hukum Islam atau Syariah, sebagai lawan dari konsep Haram, yang mengacu pada segala sesuatu yang tidak.

The State of the Global Islamic Economy Report 2022 yang diterbitkan oleh Dinar Standard dan Thomson Reuters, merupakan salah satu laporan referensi utama untuk mengetahui dan memahami status terkini, evolusi dan tren ekonomi Islam pada umumnya dan industri halal pada khususnya, termasuk Wisata Ramah Muslim dan Wisata Halal. Di dalamnya, faktor-faktor yang menggerakkan industri pariwisata tersebut dianalisis dan beberapa indikator yang mengarahkan dan memimpin pertumbuhan dan perkembangannya diekspos.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan