Mohon tunggu...
Siti Maisyaroh
Siti Maisyaroh Mohon Tunggu...

Uin Maliki Malang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Sampel dalam penelitin kualitatif

23 Mei 2015   10:33 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:41 1509 0 0 Mohon Tunggu...

Salah satu langkah yang paling penting dalam sebuah penelitian adalah memilih sampel yang akan digunakanbaik itu di observasi maupun di wawancarai, dalam penelitian. Karena dasar untukl memberikan kesimpulan yang benar terhadap sebuah populasi ditentukan oleh pemilihan sampel yang benar. Oleh karena itu, sebagai seorang peneliti harusnya memahami cirri-ciri sampel yang baik , antara lain:

1.Batasan dalam sampel harus jelas

2.Sampel dapat ditemui dilapangan

3.Representatif artinya bahwa sampel harus dapat mewakili populasi atau semua unsure sampel

4.Tidak ada keanggotaansampel yang ganda artinya di data dua kali atau lebih

5.Harus up to date artinya terbaru dan sesuai dengan keadaan saat dilakukan penelitian

Sampel merupakan bagian (subset) dari populasi yang jenis dan jumlahnya dipilih dengan cara tertentu sehingga dianggap dapat mewakili populasinya.

Setelah kita mengetahui bagaimana sampel yang baik dan dapat mewakili populasinya dibawah ini saya seidkit membahas tentang jenis teknik dalam sampling.

Menurut Herdiansyah(2015) penelitian kualitatif secara garis besar teknik sampling terbagi menjadi dua jenis dimana setiap jenis tersebut dibagi lagi menjadi beberapa teknik-teknik yang lebih spesifik. Dua jenis teknik sampling ersebut antara lain:


  1. Random Sampling/ Probability Sampling

Random sampling atau disebut probaliti sampling adalah metode pemilihan sampel dimana setiap sampel atau responden dalam populasi, memiliki kemungkinan (probabilitas) yang sama untuk terlpilih. Metode random sampling dapat dispefikasikan menjadi lima teknik yaitu sebagai berikut (Herdiansyah, 2015):

a.Simple random sampling

Simpel random sampling merupakan teknik random sampling yang paling sederhana, yaitu dengan mengedepankan prisip bahwa setiap sampel atau individu memiliki kemungkinan yang sama untuk terpilih secara acak.

b.Systematic random sampling

Systematic random sampling merupakan teknik random sampling, dimana penelitin memilih unsur populasi secara sistematis.

c.Stratifed random sampling

Stratifed random sampling, teknik ini digunakan untuk memilih sampel yang dalam populasinya terdiri atas tingkatan-tingkatan atau strata. Dalam setiap strata, nantinya akan dipilih sampel secara random.

d.Cluster sampling

Cluster sampling merupakan teknik random sampling yang dilakukan terhadap unit sampling yang merupakan suatu kelompok (cluster). Anggota kelompok (cluster) tersebut tidak selalu harus bersifat homogen. Tiap anggota kelompok dari kelompok (cluster) yang terpilih akan diambil sebagai sampel

e.Multi-stage sampling

Multi-stage sampling merupakan teknik random sampling yang dilakukan secara bertingkat mulai dari tingkatan yang paling tinggi ke tingkatan yang paling rendah. Dalam multi-stage sampling, kelompok sampel haruslah terdiri atas beberapa tahapan sampling yang dilakukan.


  1. Non random sampling/ Non-probality sampling

Non random sampling/ Non-probality sampling merupakan metode sampling dimana setiap individu atau unit dari populasi tidak memiliki kemungkinan (non probability) yang sama untuk terpilih. Ada pertimbangan-pertimbangan tertentu yang mendasari pemilihan sampel. Biasanya pertimbangan-pertimbangan tersebut disesuaikan dengan latar belakang fenomena yang diangkat dan tujuan penelitian. Metode non rendom sampling dispesifikasikan menjadi tiga teknik, yaitu sebagai berikut (Herdiansyah, 2015):


  1. Accidental sampling

Accidental sampling berasal dari kata accidental, sudah dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa teknik ini berdasarkan pada prinsip “ketidaksengajaan” (accidental). “Ketidaksengajaan” disini terjadi karena berbagai faktor seperti kemudahan dan situasi kondisi yang terjadi pada saat itu.


  1. Quota sampling

Dalam teknik quota sampling, pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan peneliti semata. Teknik ini dilakukan jika terdapat kelompok serta dalam suatu populasi. Jumlah sampel yang dipilih berdasarkan kuota yang ditentukan oleh peneliti.


  1. Purposeful sampling

Purposeful sampling atau disebut juga purposive sampling merupakan teknik dalam non propobality sampling yang berdasarkan kepada ciri-ciri tersebut sesuai dengan tujuan peneliti yang akan dilakukan.


Herdiansyah, H. (2015). Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Psikologi. Jakarta: Salemba Humanika

VIDEO PILIHAN