Menhard Richard
Menhard Richard Swasta

Bersyukur selalu dalam segala hal adalah cara terbaik agar merasa cukup dalam kehidupan. Karena hidup hanya anugerah saja dari Tuhan

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Beregu Campuran Selamatkan Muka Sulut Di Kejurnas Beregu Antar Provinsi 2017

20 Juli 2017   17:14 Diperbarui: 20 Juli 2017   17:37 422 0 0

Tim beregu campuran (Team Mixed) bridge Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan materi pemain Elvita Lasut, Sartje Pontoh, Bill Mondigir, Stefanus Supeno dan Giovanny Watulingas berhasil meraih gelar juara setelah di partai Final mengalahkan Tim DKI Jakarta yang diperkuat Elwindra, Syarifah Nina TA, Effie Wibowo, Tenny Sompotan, Rizky Watuseke dan Yenni,dengan keunggulan 71,5-59 Imp, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bridge beregu Antar Provinsi ke-55 yang sementara berlangsung tanggal 17-26 Juli 2017 di Surabaya, Jawa Timur. Keberhasilan beregu campuran bridge Sulut ini sepertinya sudah terlihat ataupun terprediksi dari awal mengingat tim Sulut diperkuat oleh peraih medali emas PON Jabar 2016 yakni  Stefanus Supeno/Sartje Pontoh dan peraih Emas PON 2012 Riau yaiu Bill Mondigir/Elvita Lasut (pasangan ini meraih perunggu PON Jabar).

Gelar juara beregu campuran merupakan penyelamat muka Sulut dalam Kejurnas beregu Antar provinsi di tahun 2017, mengingat Sulut merupakan daerah yang disegani dalam olah raga bridge di Indonesia atau sering disebut raksasa Bridge Indonesia. Hampir semua gelar bergengsi nomor beregu kejuaraan bridge di tanah air atau mungkin semua gelar bergengsi sudah pernah diraih oleh atlet-atlet  bridge dari Sulut. Bahkan satu-satunya juara dunia pasangan yang dimilki Indonesia saat ini pun berasal dari daerah yang dijuluki nyiur melambai ini, yakni pasangan legendaris Indonesia Henky Lasut/Eddy Manoppo. 

Sulut sebenarnya berpelung merebut lebih dari satu gelar dari nomor beregu, karena dua tim beregu Sulut di nomor junior U-21 dan tim Senior berhasil masuk final. Namun kedua tim ini belum berhasil mempersembahkan gelar juara bagi Sulut. Tim Senior yang diperkuat  Jildy Tontey, Frans Rotnsulu, Freddy Lumenta, Max Tampodung, E. Maury dan Sawon Mandey  harus mengakui keunggulan tm Senior Jawa Barat (Jabar) di babak final. Tim Sulut kalah 59-72 Imp pada Jabar dengan komposisi pemain Kikik Hikmat, Agus Lutfi. M Apin,Lilik S, Paulus Halim dan Anton Saboe.

Untuk Tim beregu junior U-21 Sulut  dengan materi pemain Patrick Kalengkongan, Scyvo Nelwan, Aditya Imawan, Jovan Kiolol, Piter dan Frederick Dumanauwdi babak final harus kalah menyakitkan pada DKI Jakarta yang beranggotakan Algifari, Junio Raranta, Amelia Hasanah, Eliza dan Atika Ramadhanty. Hasil babak final sebenarnya Tim Sult unggul 67-60 Imp, namun karena mereka kalah Carry Over (CO) 8 Imp, mengakibatkan tim Sulut harus kalah pada hasil akhir 67-68 Imp atau selisih 1 Imp.

Sementara Tim Open Sulut yang merupakan juara bertahan 3 kali berturut, harus merelakan gelar Kejurnas ke-55 kali ini kepada DKI Jakarta. Tampil perkasa di babak penyisihan, tim Sulut dikandaskan regu Jateng di babak semifinal, dan hanya menjadi juara 3 bersama dengan tuan rumah Jatim. PB Gabsi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tampaknya harus segera berbenah dalam mengembangkan dan membina atlet-atlet Bridge mereka agar dapat merebut kembali kejayaan di Kejurnas Beregu antar Provinsi.

DKI Jakarta Juara Umum Beregu Antar Provinsi

Dari hasil akhir beregu antar provinsi, DKI Jakarta tampil digdaya pada Kejurnas tahun 2017 dengan meraih 4 gelar dan 2 runner-up. Tim DKI Jakarta juara dari Open team Seri A, beregu putri, beregu super mixed, dan beregu Junior U-21, serta runner-up didapat dari Beregu mixed dan beregu campuran. Sulut merebut satu gelar (beregu campuran) dan dua runner-up (Senior dan Junior U-21), tuan rumah Jatim mendapatkan satu gelar dari beregu junior U-26, Jabar mendapatkan satu gelar dari beregu  senior dan Gorontalo menjadi juara di Open Team seri B. Sementara tim Jateng merupakan tim yang paling banyak merebut runner-up. Tim Jateng menjadi juara ke-2 dari nomor Open team, Super Mixed dan Junior U-26.