Mohon tunggu...
Melin Kusuma
Melin Kusuma Mohon Tunggu... Mahasiswa Unikama

Pelajar di salah satu Universitas di Malang Jawa Timur

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pendidikan di Era New Normal

24 Oktober 2020   19:32 Diperbarui: 24 Oktober 2020   19:35 24 2 0 Mohon Tunggu...

Malang, 24 Oktober 2020 sejak berita Covid 19 menyebar banyak sekolah-sekolah, kampus bahkan kantor-kantor yang di tutup. Organisasi WHO menyatakan virus Corona atau COVID-19 ini sebagai pandemi. Menurut mereka, pandemi adalah skala penyebaran penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia. Hingga 4 April 2020 ada 206 Negara/kawasan dengan kasus Corona COVID-19, dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 976,249 dan kasus kematian 50,489. Jumlah pasien COVID-19 yang seiring berjalannya waktu semakin meningkat tanpa terkendali menjadikan Presiden Joko Widodo memutuskan mengambil kebijakan terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB dalam menangani pandemi virus Corona atau COVID-19 di Tanah Air (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020). Kebijakan tersebut diambil sesudah pemerintah menilai penyakit ini merupakan penyakit yang dengan faktor risiko yang sangat tinggi. Dalam kebijakan PSBB, maka ada beberapa arahan yang harus ditaati oleh masyarakat diantaranya ialah; (1) Kegiatan sekolah dan bekerja dilakukan di rumah (Surat Mendikbud No: 36362/Mpk.A/Hk/2020); (2) Pembatasan kegiatan keagamaan; (3) pembatasan kegiatan di tempat/fasilitas umum; (4) Pembatasan kegiatan sosial dan budaya; (5) Pembatasan moda trasportasi; (6) Pembatasan kegiatan aspek lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Akibatnya, dimasa pandemi saat ini pembelajaran jarak jauh akibat covid-19 ini sangatlah tidak mudah bagi para siswa.selain kesulitan terhadap teknologi, semangat untuk belajar jarak jauh juga pasti berbeda dengan belajar secara tatap muka di kelas. Untuk itu kepala sekolah dan guru harus mencari ide kreatif yang dapat membangkitkan semangat siswa untuk mau belajar secara optimal.

Sekolah-sekolah di kota Malang khususnya di daerah Gadang kecamatan Sukun banyak yang merespon permasalahan ini. Beberapa di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama bahkan Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan telah mengkombinasikan power point, video ataupun google classroom untuk menyukseskan pembelajaran jarak jauh. Banyak sekali keluhan dari para orang tua siswa bahkan siswa sendiri yang mulai mengeluhkan tentang tugas-tugas para siswa yang terbilang susah dan banyak.

“Semoga pandemi ini akan lekas berakhir kak, supaya saya bisa segera mengikuti kegiatan belajar di sekolah bersama teman-teman seperti sebelum di tetapkan PSBB. Karena jika akan daring terkadang saya tidak mengerti tentang pelajaran yang sedang berlangsung. Bahkan terkadang guru tidak menerangkan materi hanya memberi tugas” ucap Bilqis salah satu siswa kelas 4 dari SDN Gadang 1 Malang.

Dalam situasi ini, sistem pembelajaran online berpotensi menjadikan kesenjangan sosial ekonomi yang selama ini sudah terjadi akan semakin melebar disaat pandemi. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mencatat sudah lebih dari 2 juta pekerja dan buruh yang dirumahkan bahkan ada juga yang di PHK akibat pandemi ini. Didalam situasi yang buruk orang tua bahkan dapat dihadapkan dengan pilihan yang sangat dilematis yaitu memberi makan keluarga atau membiayai pendidikan anak. Hal ini berpotensi membuat angka putusnya sekolah akan semakin meningkat.

pendidikan merupakan kunci utama dalam menyongsong masa depan akankah menjadi bangsa yang besar memiliki adap, cerdas, dan mau beradaptasi dengan perubahan zaman atau bahkan menjadi raksasa yang sakit dan tenggelam dengan persoalannya. Kalahnya dalam persaingan global bahkan diacak-acak oleh kepentingan jangka pendek baik dari dalam negeri ataupun luar negeri.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x