Mohon tunggu...
Meliana Aryuni
Meliana Aryuni Mohon Tunggu... Penulis pemula yang ingin banyak tahu tentang kepenulisan.

Mampir ke blog saya ya melianaaryuni. (dot) wordpress.(dot) com dengan label 'Pribadi untuk Semua' 🤗

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Banjir 2021; Jangan Datang ya, Corona Masih Ada

12 Januari 2021   06:45 Diperbarui: 12 Januari 2021   06:55 141 14 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Banjir 2021; Jangan Datang ya, Corona Masih Ada
Pexels.com

Ada yang mengalami kebanjiran di awal tahun 2021 ini? Wah, semoga saja tidak ada ya. Kalau ada, semoga lekas surut dan bisa beraktivitas kembali. Saya tidak bisa membayangkan betapa repotnya si pemilik rumah saat mendapati rumahnya kebanjiran. Saya pernah mengalami hal yang sama, kerepotannya itu lho yang bikin sebel. Eits, stop ngedumel! Mending berberes dan bersih-bersih rumah. Rumah bersih, kita sehat. Betul?
 
Musim hujan kerap ditakuti warga perkotaan. Itu dikarenakan padatnya pemukiman dan sistem drainase yang tidak dipikirkan pembuatannya. Di perkotaan besar, dengan pembangunan gedung yang bertambah setiap tahunnya menambah rentetan titik banjir di sana. Aliran air tidak bisa mengalir dengan baik.

Meskipun hujan adalah rahmat, hujan pula menjadi cobaan bagi manusia saat turun begitu deras. Ya, jika manusia mau berpikir dan tidak menyalahkan sang Pemberi rezeki akan kehadirannya. Namun kebanyakan dari manusia hanya melihat sisi buruk dari hujan deras tanpa mengintropeksi penyebab terjadinya banjir.

Baca juga ya.


Banjir 2021 jika benar-benar terjadi pasti sangat merepotkan bagi warga setempat yang mengalami kebanjiran. Mereka harus bersiap-siap jika musim penghujan tiba. Pertama, persiapan fisik. Fisik harus sehat karena akan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam beberapa hari ke depan. Kedua, persiapan mental. Kita harus memiliki mental yang tangguh, tidak putus asa menghadapi banjir jika memang terjadi. Ini harus ada pada warga yang sering terkena banjir. Jangan sampai rumah tergenangi air kotor sampai berminggu-minggu. Repotkan?

Persiapan ketiga adalah persiapan amunisi untuk beberapa hari ke depan. Jika kenaikan air terlalu tinggi, maka kesempatan masak pun tidak bisa dilakukan. Untuk sementara, sediakan makanan yang tidak butuh waktu untuk memasak atau makanan siap saji.

Keempat, persiapan tempat pengungsian. Jika tidak memungkinkan lagi untuk beraktivitas di sana, maka mengungsi adalah langkah yang harus dilakukan. Bawalah barang yang penting saja. Jangan sampai kasur lebih dipikirkan dibandingkan surat-surat berharga lainnya.

Kelima, berdoalah semoga musibah segera berlalu. Ingatlah bahwa semua cobaan akan berganti. Semua kesulitan akan ada kemudahan. Tetap semangat teman-teman, hidup akan terus berlanjut. Pergunakan hidup untuk kebaikan ya.

VIDEO PILIHAN