Wanita highlight headline

Bekerja Tidak Menjadi Masalah untuk Tetap Dekat dengan Si Kecil

1 Agustus 2017   13:30 Diperbarui: 1 Agustus 2017   14:36 1237 3 0
Bekerja Tidak Menjadi Masalah untuk Tetap Dekat dengan Si Kecil
Ilustrasi. Time4Mom

Menjadi seorang ibu tidaklah mudah apalagi ini adalah pengalaman pertama. Ya... saya merupakan wanita berusia 26 tahun dengan anak satu laki-laki berusia 3 bulan yang baru saja memulai peran menjadi seorang ibu, rasanya pengen cepet pulang kalo sudah bekerja seharian.. hufftttt ngebayangin senyum si-kecil itu yang membuat hati gimana gitu. 

Kebetulan saya juga wanita yang senang dengan bekerja, ingat!!! Wanita bekerja bukan berarti mengabaikan keluarga apalagi anak, banyak alasan mengapa wanita juga mau bekerja tanpa mengabaikan anak dan keluarga... Tenang.. ini akan saya bahas di postingan selanjutnya yaaaa...

Nah,, buat para ibu dan calon ibu saya mau berbagi pengalaman untuk bagaimana menjadi ibu yang sibuk dengan segala rutinitasnya bekerja sekaligus ingin tetap dekat dengan anak. Saya akan berbagi beberapa tips untuk menjadi ibu yang tetap bisa bekerja tetapi tetap bisa dekat dengan anak.

1. Ajak si-kecil untuk berinteraksi dengan kita setiap hari

Mengajak anak berinteraksi dengan kita bisa dilakukan sehari-hari, banyak hal yang bisa dilakukan seperti yang saya lakukan setiap harinya. Saya melakukan interaksi langsung dengan si-kecil pagi hari saat si-kecil baru bangun dari tidur. 

Biasanya saya menyapanya dengan ucapan "selamat pagi" dan jangan lupa untuk memberikan senyuman kepada si-kecil ini sangat bermanfaat bagi psikis si-kecil karena ia akan sangat merasa senang dan ia merasa bahwa kehadirannya sangat dinantikan oleh banyak orang disekitarnya. 

Sampai sekarang si-kecil sudah terbiasa dengan sapaan dan ia akan tersenyum saat bangun tidur, hampir tidak pernah menangis. Yaaa... hanya tangisan manjahhh sesekali saja ibu-ibu tetapi tidak terlalu intens.

2. Ajak anak berbicara dan becanda

Karena saya bekerja dan pulang sore, sepulang kerja saya juga melakukan interaksi rutin yaitu selalu mengajaknya berbicara dan bercanda. Ini saya lakukan sepulang kerja karena waktu yang tersedia lebih banyak dibandingkan ketika saya lakukan pagi hari sebelum berangkat kerja. 

Jangan salah ya ibu-ibu bahwa bayi baru lahir pun sudah bisa diajak bicara, yaaa walaupun respon yang diberikan tidak berupa ocehan tetapi setidaknya si-kecil pastinya akan mendengarkan dan memperhatikan ketika kita mengajaknya berbicara. Saya melakukan ini untuk melatih si-kecil terbiasa dengan obrolan-obrolan kecil dan candaan sekedar membuatnya tertawa.

3. Peluk si-kecil saat ia tertidur

Memberikan pelukan kepada si-kecil ini bisa membuat tenang, dan memberikan pengertian bahwa kita sangat menyayangi nya.. (melooww kan nulisnya). Saya akan selalu memeluk ketika si-kecil sudah terlelap dan juga mengusap secara berulang bagian kepala dari arah depan ke belakang (jidad ke bagian kepala belakang). Tetapi juga kita harus perhatikan posisi kita tidak membebani si-kecil ini khawatir bisa mengganggu pernafasan si-kecil. Menurut penelitian bahwa pelukan yang dilakukan bisa membantu mengatur emosional bayi dan ibu.

4. Tidak mengenalkan anak gadget dan televisi

Naaahhhhh... ini yang paling intim diantara hal yang sudah saya sharing. Perlu diketahui bahwa ternyata banyak sekali hal yang bisa membuat anak menangis salah satunya bosan. Biasanya para orang tua akan memberikan gadget atau nonton tv untuk menghilangkan tangisan si-kecil. Ingat ya ibu-ibu gadget sangat tidak baik untuk tumbuh kembang si-kecil. 

Menurut Dra. Maya Safira (dokter langganan anak-ku) anak yang sudah mengenal gadget dan televisi akan sangat tergganggu tumbuh kembangnya. Benar bahwa anak akan diam dan tidak rewel ketika sudah mengenal gadget dan televisi tetapi untuk hal yang sangat instan perlu dipertimbangkan kembali demi masa depan si-kecil. 

Salah satu hal yang bisa terjadi ketika anak sudah terkontaminasi gadget dan televisi adalah resiko tidak bisa bicara atau perkembangan untuk berbicara sangat lama misalnya rata-rata anak dapat memulai bicara saat usia 9 bulan (ini bisa kurang atau lebih tergantung dari masing-masing anak, saya menyampaikannya hitungan rata-rata saja). 

Jadi lebih baik tidak mengenalkan gadget dan televisi kepada anak-anak sejak dini, baiknya kita mengenalkan dunia alam atau mengenalkan binatang, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, buatlah dunia mereka lebih asyik ketimbang harus nongkrongin gadget seharian ya ibu-ibu. Saya sendiri sudah mengenalkan warna, bentuk benda kepada si-kecil yang baru usia 3bulan ini menjadi sangat menyenangkan dan kita bisa langsung berinteraksi dengan si-kecil.

5. Hindari menggunakan gadget dan televisi saat sedang bersama anak

Untuk point terakhir ini, menjadi PR besar untuk kita bagi para orang tua maupun calon orang tua. Tanpa disadari sebenarnya kita juga telah mengajari anak yang akhirnya mereka mengenal gadget dan televisi. Usahakan untuk tidak menggunakan gadget atau menonton televisi saat bersama anak ini bisa berdampak buruk bagi anak-anak. 

Saya akan memastikan handphone dalam keadaan silent atau getar saja untuk menghindari pecah konsentrasi saat bersama si-kecil dan saya akan mengecek kembali handphone saat si-kecil sudah terlelap dalam mimpinya (biasanya karena ada beberapa pekerjaan juga yang harus saya kerjakan dirumah).  

Anak akan sangat merasa diabaikan jika kita terlalu fokus dengan isi handphone, hal lain yang saya lakukan ketika sudah dirumah adalah semaksimal mungkin tidak menggunakan handphone sama sekali ataupun televisi (yang sebenarnya juga pengen sih nonton telenovela hahaha) tapi tidak apalah ini dilakukan karena saya sadar diri telah merampas hak nya bersama ibu. 

Kualitas waktu yang seperti inilah yang sangat diharapkan oleh si-kecil yang seharian sudah ditinggalkan karena si-ibu bekerja. Nah... bagi para ibu-ibu dan juga ayah peran orang tua sangatlah penting maka jangan sampai kita mengabaikan hal terkecil sekalipun. Inisiatif lainnya adalah saya akan mengabaikan handphone saat weekend tiba, kami sekeluarga akan berjalan-jalan disekitaran taman dekat rumah tujuannya agar gak jenuh juga karena 5 hari kerja dengan rutinitas yang seabrekkk dan si-kecil yang pastinya harus juga terbiasa mengenal dunia luar. 

Diatas merupakan beberapa hal yang saya lakukan dan semoga bermanfaat bagi ibu-ibu dan ayah juga tentunya. Saya tekankan lagi bahwa peran ibu dan ayah sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang si-kecil, maka berbagi peran sangatlah penting dalam mengasuh si-kecil. Terimakasih ya sudah membaca artikel saya ini, semoga bisa sharing untuk beberapa hal terkait dengan Ibu dan anak.

Semangaaatttt!