Mohon tunggu...
Media Aspirasi
Media Aspirasi Mohon Tunggu... Sarana Penyaluran Aspirasi

"Sampaikan Aspirasimu Meskipun Akan Mengancam Keselamatanmu"

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Potret Kehidupan di Pondok Pesantren Darul Faizin

29 Februari 2020   02:37 Diperbarui: 29 Februari 2020   03:36 6 0 0 Mohon Tunggu...

Oleh: Marwatul Hasanah

NIM: 2240017042

Program Studi: D-IV Analis Kesehatan

Fakultas Kesehatan

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

dokpri
dokpri
Media Aspirasi - Pondok Pesantren (Pon-Pes) Darul Faizin adalah suatu lembaga pendidikan Islam yang berada di daerah Madura tepatnya di Jl. Pemuda Baru No. 17 Kajuk Kabupaten Sampang yang terletak di pusat kota Sampang. Pondok pesantren ini telah berdiri sejak tahun 1937, pendiri pondok pesantren ini ialah KH. Mahfudz Siradj. Pada mulanya pondok pesantren ini hanya menyelenggarakan pendidikan bersifat Islami (Salafiyah) yang didalamnya fokus mempelajari kitab-kitab klasik. Namun pada tahun  1997 baru didirikanlah unit pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) kemudian pada tahun 2003 didirikanlah unit pendidikan Madrasah Aliyah (MA) hingga saat ini unit pendidikan tersebut masih aktif.

dokpri
dokpri
(Foto Pendiri dan pengasuh pondok pesantren Darul Faizin)

Saat ini pondok pesantren Darul Faizin dibawah asuhan KH. Mubassyir Mahfudz, S.H., M.S.c. Dengan dibantu oleh kelurga beliau salah satunya adalah Kyai Hadrawi Maksum, Nyai Amaliya Mahfudz, Nyai Muslikah Mustofa dan juga beberapa staf guru dan alumni dari pondok pesantren Darul Faizin sendiri maupun asatid lulusan pondok pesantren lain. Biasanya setiap tahun pondok pesantren Darul Faizin mendatangkan beberapa tenaga pengajar/guru tugas dari pondok pesantren lain guna membantu dalam proses belajar mengajar.

Seperti pondok pesantren pada umumnya, ada beberapa tata tertib yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para santri. Seperti larangan membawa Handphone, keluar melebihi batas pesantren tanpa izin, tidak mengikuti kegiatan--kegiatan yang ada seperti sekolah formal, sekolah diniyah, kegiatan malam dan masih ada lainnya. Dan apabila diketahui melanggar maka akan mendapatkan sanksi yang bertingkat sesuai dengan jenis tata tertib yang di langgar.

Pada proses belajar mengajar di tingkat pendidikan formal yaitu seperti sekolah formal pada umumnya yang porsinya dari jam 06.45 sampai 11.30 siang, yang kemudian dilanjutkan dengan sholat dzuhur berjemaah. Namun ada ciri khas yang berbeda yaitu kegiatan istighosah yang dilakukan sebelum siswa masuk ke dalam kelas. Untuk pendidikan nonformal/diniyah yaitu belajar keagamaan seperti ilmu tauhid, akhlak, fiqh, ilmu alat, dan lain -- lainnya yang dimulai dari jam 13.30 kemudian istirahat untuk sholat ashar dan dilanjutkan lagi sampai 16.30. Sedangkan untuk kegiatan malam ada beberapa kegiatan yang di jadwalkan pada malam-malam yang berbeda kecuali untuk tahsin qiroatul quran dijadwalkan setiap setelah sholat maghrib hingga adzan isya kegiatan ini dicanangkan untuk memperbaiki santri dalam bacaan Al-Quran dan tajwid-nya. Setelah sholat isya, dimulailah kegiatan malam yang meliputi kajian kitab kuning, bahtsul masail yang membahas tentang masalah-masalah komtemporer, pengembangan diri, banjari dan program khusus yaitu belajar bahasa arab. Khusus pada hari minggu karena merupakan hari libur dimulai dari jam 7 pagi hingga jam 9 belajar Qiroat dan Tartil Al-Quran yang dibimbing langsung oleh Ust. Qurdi. Setelah itu merupakan jam bebas untuk santri melakukan aktifitas lainnya atau menerima kunjungan keluarga.

dokpri
dokpri
(Foto bersama pengasuh beserta istri dan beberapa santri)

Editor: Suharianto

VIDEO PILIHAN