Mohon tunggu...
Markus Budiraharjo
Markus Budiraharjo Mohon Tunggu...

mengajar di Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sejak 1999.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Muslim Kenya Melindungi Kristen dari Serangan Teroris

4 Januari 2016   04:40 Diperbarui: 4 Januari 2016   08:42 71 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam Seminar Nasional merayakan 60 tahun Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 16 Desember 2015, Asyumardi Azra, menyatakan indahnya Indonesia: adanya ratusan suku dan budaya, Indonesia tetap satu. “Islamnya Indonesia itu unik, tidak pernah akan ditemukan di negara manapun.” Di sela-sela presentasi, tokoh pluralis yang telah mendapatkan berbagai penghargaan dari berbagai penjuru dunia ini, berbagi cerita kecil.

Bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat lain, dia diundang oleh Wapres Jusuf Kalla, pada suatu senja di bulan Desember. Data inteligen yang diterima oleh pejabat berwenang menunjukkan adanya gerakan kelompok-kelompok tertentu yang diindikasikan akan mengacau perayaan Natal 2015.  Pihak pemerintah meminta dukungan, agar kelompok-kelompok masyarakat sungguh berpartisipasi untuk  menjaga keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Pesan yang mau disampaikan oleh Asyumardi Azra sederhana: di sinilah keunikan Indonesia. Kepedulian untuk menjaga keamanan merupakan komitmen semua pihak. Pemerintah, bersama dengan berbagai elemen masyarakat, memiliki tanggung jawab bersama. Kita adalah masyarakat damai. Masyarakat yang mencintai kebersamaan. Masyarakat unik, sekalipun mayoritas Islam, yang memberikan kesempatan dan ruang bagi kelompok agama lain untuk tumbuh dan berkembang.

***

Bagi Indonesia, cerita tentang toleransi dan pluralisme adalah kisah “biasa”, yang barangkali tidak lagi menjadi sebuah cerita indah. Kita barangkali hanya akan melupakan begitu saja, karena menganggapnya biasa saja. Di negara-negara lain, kisah membela kelompok lain, dan bahkan sampai mempertaruhkan nyawa sendiri, barangkali tidak terlalu banyak terdengar. Namun demikian, yang tidak banyak itu tetap memberikan sebuah harapan: harapan bahwa kita sebenarnya merupakan makhluk yang bisa tumbuh menjadi begitu berkepedulian (compassionate). Berikut ini potongan berita tentang satu hal yang menghangatkan kemanusiaan. Semoga berguna. (sumber berita: klik di sini).

***

Orang-orang Muslim mempertaruhkan hidup mereka untuk melindungi orang-orang Kristen dari kelompok militan yang menyerbu sebuah bis di Kenya pada hari Senin (21 Desember 2015). Para penyerang memasuki sebuah bis yang penuh sesak di Mandera, dan memerintahkan para penumpang Muslim untuk turun dan meninggalkan bis. Ini akan membuat orang-orang Kristen tetap di dalam bis.

Namun para penumpang Muslim menolak perintah tersebut. Beberapa dari mereka bahkan membagikan hijab agar dipakai oleh penumpang Kristen, sebagai penutup kepala, lapor CNN. Beberapa dari mereka menyembunyikan penumpang Kristen di belakang tas-tas mereka.

Dua orang terbunuh dalam serangan tersebut. Namun, lebih banyak korban dipastikan akan jatuh seandainya para penumpang Muslim mematuhi perintah gerombolan penyerang tersebut, dan meninggalkan para penumpang Kristen itu di bis.

CNN mengutip penumpang bernama Abdqafar Teno, yang berkata: “Para penumpang berseru kepada para penyerang, ‘Jika kalian hendak membunuh kami, lakukan saja. Tidak ada orang-orang Kristen di sini.”

BBC melaporkan bahwa beberapa penumpang Muslim berkata kepada para penyerang, “bunuh saja kami semua, atau tinggalkan saja kami.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN