Mohon tunggu...
Eva Maulidiyah
Eva Maulidiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - NIM 190732638828

Mahasiswa S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Malang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Korea Selatan

18 Oktober 2021   05:25 Diperbarui: 18 Oktober 2021   05:55 329 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kerjasama merupakan suatu usaha dalam mencapai satu tujuan yang dilakukan oleh dua atau lebih individu/kelompok. Dalam konteks skala internasional, kerjasama memiliki beberapa jenis dan istilah. Kerjasama regional merupakan kerjasama antara dua negara atau lebih dalam wilayah yang sama, misalnya: ASEAN. 

Kerjasama multilateral adalah kerjasama antara beberapa negara di seluruh dunia. Sedangkan kerjasama antara dua negara disebut dengan bilateral yang berarti hubungan antara dua negara. Contoh dari kerjasama bilateral adalah hubungan diplomasi antara Indonesia dengan Korea Selatan.

Korea Selatan merupakan salah satu negara maju di Asia. Perekonomian republic of korea terus mengalami peningkatan setelah krisis moneter pada tahun 1998 yang menimpa seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hingga kini, perekonomian negeri ginseng terus meningat. Hal tersebut dibarengi oleh merek dagang raksasa seperti Samsung, LG dan Hyundai berasal dari negara tersebut.

Fakta lain yang turut menjadi pengiring kemajuan negara tersebut adalah karena pola hidup masyarakatnya. Masyarakat Korea Selatan terbiasa menggunakan produk dalam negeri dan mengurangi konsumsi barang impor. Sering sekali mode fashion Korea dijadikan sebagai trendsetter yang kemudian diikuti oleh masyarakat luas di seluruh dunia dengan dibarengi oleh peran Hallyu K-Pop yang hingga sekarang turut ramai dibicarakan diberbagai belahan dunia.

Bidang Politik

Faktanya, hubungan diplomasi antara Republik Korea dengan Republik Indonesia telh dimulai sejak tahun 1973, namun hubungan tingkat konsulat dimulai sejak Agustus 1966. Hubungan kerjasama ini dapat dilihat dari beberapa bidang, misalnya pendidikan, ekonomi, pariwisata dan yang lainnya. Pada tanggal 8-10 November 2017, presiden Moon Jae In melakukan kunjungan ke Indonesia untuk meningkatkan status kemitraan menjadi special strategic partnership, yang berfokus pada bidang yakni: pertahanan dan hubungan luar negeri, perdagangan bilateral dan pembangunan infrastruktur, people-to-people exchanges, dan kerjasama regional dan global.

Bidang Ekonomi

Pada tanggal 9 November 2017 di istana Bogor dikeluarkan dokumen “RI-RoK Joint Vision Statement for Co-Prosperity and Peace” yang menjadi landasan bagi bidang-bidang prioritas kerjasama antar dua negara. Pada bidang ekonomi antara lain:

  • Meningkatkan komunikasi strategis pada tingkat tinggi melalui berbagai mekanisme konsultasi bilateral yang ada, ataupun membentuk mekanisme baru.
  • Terus meningkatkan dan memperluas hubungan investasi dan perdagangan, termasuk untuk mencapai target perdagangan US$ 30 milyar pada tahun 2022 serta mendorong peningkatan akses pasar produk-produk palm oil, buah-buahan dan produk perikanan Indonesia ke Korea Selatan.
  • Pemerintah Indonesia mendorong perusahan-perusahaan Korea Selatan untuk mengembangkan usaha dan investasi di Indonesia, khususnya dalam mendukung percepatan industrialisasi, pengembangan infrastruktur dan konektivitas, serta pertumbuhan dan pembangunan di daerah-daerah.
  • Pemerintah Korea Selatan mendukung upaya Indonesia untuk memperkuat infrastruktur termasuk pengelolaan air, transportasi, perumahan rakyat, dan pembangkit tenaga listrik; dengan menggunakan Global Infrastructure Fund dan Economic Development Cooperation Fund.
  • Kedua negara sepakat untuk memfasilitasi investasi di bidang-bidang pertumbuhan baru (new growth engine) seperti pariwisata, content industry, energi ramah lingkungan, kesehatan, dan jasa pelayanan medis, dan teknologi informasi.
  • Memulai kerjasama tringular untuk membantu pembangunan negara ke-tiga.

Bidang Pariwisata

Dari kedua pihak, Indonesia dan Korea Selatan telah mendorong, mempromosikan dan memajukan arus wisatawan melalui jalur darat dan laut pada kedua negara, kunjungan studi lapangan, pertukaran pengalaman, studi banding dan pertukaran informasi baik kepentingan pengembangan produk, pendidikan dan pelatihan, maupun penelitian dan pengembangan, serta dengan mendorong kerjasama sektor swasta. Sejauh ini, pada tahun 2018, jumlah wisatawan baik di Republik Korea maupun di Republik Indonesia mencapai angka 15 juta wisatawan.

Bidang Pendidikan 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan