Mohon tunggu...
maulida ridani
maulida ridani Mohon Tunggu... Mahasiswi

Suka nulis aja

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Selamatkan Lingkungan, KKN UIN Walisongo Adakan Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik di Wates

23 Februari 2021   15:08 Diperbarui: 23 Februari 2021   21:01 27 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selamatkan Lingkungan, KKN UIN Walisongo Adakan Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik di Wates
Pelatihan pengolahan limbah sampah plastik Mahasiswa KKN UIN Walisongo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang kelompok 12 mengadakan pelatihan pembuatan tas dan alas makan di RW 03, Kelurahan Wates, Kota Semarang, pada Rabu (3/2). Bahan utama yang digunakan untuk membuat kerajinan tersebut berasal dari limbah plastik bungkus kopi yang sebelumya telah dikumpulkan dari limbah rumah tangga.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan tiap RT dan PKK RW 03. Pelaksanaan kegiatan bertempat di rumah ketua RW 03 sesuai protokol kesehatan. Pelatihan ini diawali dengan sosialisasi pentingnya menyelamatkan lingkungan dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang tepat guna.

Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk berkreasi dan berinovasi dalam pemanfaatan limbah plastik di sekitar.

Menurut Romdonah salah satu perwakilan RT mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa menjadi bekal, untuk ibu-ibu dapat mengolah limbah rumahnya sendiri. Sekaligus dapat memberi penghasilan lewat penjualan hasil karya limbah buatannya.

"Lewat kegiatan ini, ibu-ibu PKK merasa terbantu dalam hal pengolahan limbah plastik yang biasanya dibuang begitu saja. Ternyata limbah seperti ini dapat dibuat menjadi macam-macam kerajinan dan bisa menjadi peluang bisnis," paparnya.

Selain itu Zaeni ketua RW 03 juga mengapresiasi kegiatan kelompok 12 KKN. Lewat kegiatan ini warga dapat ikut belajar dan pro aktif dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah plastik limbah rumahnya.

"Kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran untuk warga. Semoga masyarakat dapat mengaplikasikan pelatihan yang didapat dan bisa memanfaatkan limbah di sekitar secara bijak," ungkap Zaeni. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x