Mohon tunggu...
Maulana Ahmad Amri
Maulana Ahmad Amri Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Mahasiswa UIN SUNAN KALIJAGA 22107030130

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Bobroknya Moralitas, Teknologi Salah Satu Penyebabnya

21 Mei 2023   21:27 Diperbarui: 21 Mei 2023   21:55 157
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kualitas attitude anak merupakan salah satu kunci penting dalam membentuk karakter anak yang baik. Namun, seringkali terjadi minimnya kualitas attitude anak akibat faktor internal dan eksternal. 

Faktor internal seperti kurangnya pengawasan dari orang tua, kurangnya pola asuh yang baik, serta kurangnya pemahaman akan pentingnya attitude bagi anak. Sedangkan faktor eksternal seperti lingkungan sosial yang buruk, teman sebaya yang negatif, dan media yang tidak mendukung juga berpengaruh pada kualitas attitude anak.

Dalam era digital seperti sekarang ini, banyak anak yang terlalu fokus pada gadget dan media sosial, sehingga mengabaikan kualitas attitude mereka. Misalnya,kurangnya rasa empati dan solidaritas terhadap sesama, kurangnya rasa tanggung jawab, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya norma-norma sosial. Hal ini tentunya akan berdampak pada perilaku anak di kemudian hari.

Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta orang tua dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas attitude anak. Orang tua perlu memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan gadget dan media sosial pada anak, memberikan pola asuh yang baik, serta meningkatkan pemahaman akan pentingnya attitude bagi anak. Sementara itu, masyarakat perlu memberikan contoh yang baik dan mendukung anak dalam mengembangkan kualitas attitude yang baik.

Kita juga perlu memperhatikan pentingnya pendidikan karakter di sekolah. Sekolah dapat menjadi tempat yang efektif untuk membentuk karakter anak melalui pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan nilai-nilai positif. Pendidikan karakter yang efektif akan membantu anak mengembangkan kualitas attitude yang baik, sehingga mereka dapat menjadi individu yang bertanggung jawab, empatik, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Dalam mengatasi minimnya kualitas attitude anak, perlu juga untuk memberikan penghargaan dan penguatan perilaku yang baik pada anak. Penghargaan dan penguatan positif dapat meningkatkan motivasi anak untuk selalu berperilaku baik dan membantu mereka dalam mengembangkan kualitas attitude yang lebih baik.

Selain itu, perlu juga untuk memberikan pendidikan yang baik dan benar tentang penggunaan gadget dan media sosial. Anak perlu dipahami bahwa penggunaan gadget dan media sosial memiliki batas dan risiko yang harus dihindari. Dengan memberikan pemahaman yang baik, anak dapat mengembangkan sikap yang lebih bertanggung jawab dan bijaksana dalam menggunakan teknologi.

Dalam mengembangkan kualitas attitude anak, peran orang tua, masyarakat, dan sekolah sangatlah penting. Semua pihak perlu bekerja sama dan saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan kualitas attitude anak. Dengan demikian, diharapkan dapat terbentuk generasi yang memiliki karakter yang baik dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Terakhir, penting juga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, bagi anak, Lingkungan yang aman dan nyaman akan membantu anak merasa lebih tenang dan nyaman dalam mengembangkan kualitas attitude yang baik. Misalnya, dengan menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan dan pelecehan, serta memberikan dukungan emosional yang cukup kepada anak.

Dalam mengatasi minimnya kualitas attitude anak, perlu juga untuk memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu diberikan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak. Dengan memberikan pendekatan yang tepat, anak dapat merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk mengembangkan kualitas attitude yang lebih baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun