Mohon tunggu...
Mas Sam
Mas Sam Mohon Tunggu... Guru - Guru

Membaca tulisan, menulis bacaan !

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Laki-laki Berpayung

13 Maret 2024   08:36 Diperbarui: 13 Maret 2024   23:41 235
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kaget.

Tiba-tiba dia sudah berdiri di sampingku. Entah dari mana laki-laki berpayung itu datang. Aku tidak sempat melihat dari arah mana dia. Langit memang gelap. Awan hitam sedang memamerkan keperkasaannya. Menghardik orang-orang di bawahnya untuk cepat-cepat berlari mencari tempat berteduh atau memakai payung.

...

Sejak kecil aku tidak suka jika Ibu menyuruhku membawa atau memakai payung. Aku lebih suka menerabas hujan rintik-rintik daripada memakai payung. Atau jika hujan terlanjur besar aku mencari tempat berteduh.

Jangan tanyakan alasannya kenapa. Aku sendiri tidak punya jawaban dan tidak tahu apa jawaban benarnya.


Tidak ada suatu peristiwa yang membuatku trauma dengan keberadaan payung.

Okelah kalau harus tetap memberi jawaban, "Nggak macho!" Jawaban yang sedikit masuk akal, aku tidak suka praktik-praktik primodialisme. Membeda-bedakan kasta seseorang. Kalian tahu kan kelakuan para amtenar pada jaman penjajahan dahulu?

Pakaian serba putih, pakai topi pegawai pemerintahan tetapi masih minta dipayungi oleh bawahannya. Apakah karena sebagai kaum priyayi terus boleh seenaknya main perintah? Melindungi dirinya?

              ***

Tidak ada hujan dan tidak panas pula. Setiap pagi sebelum aku berangkat sekolah. Ibu akan berpesan, "Payunge ojo lali, Le."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun