Mohon tunggu...
Andi Nur Baumassepe
Andi Nur Baumassepe Mohon Tunggu... Adalah seorang dosen, konsultas bisnis Manajemen dan Peneliti

senang membaca dan menanggapi tulisan di kompasiana. Berdiskusi tentang ke Indonesian, dunia bisnis dan pemasaran, strategi manajemen dan hal-hal yang menarik untuk ditulis. Saat ini Dosen Negeri di FEB Universitas Hasanuddin. Saya dapat dihubungi disini massepe@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Ciptakan Kepercayaan Belanja "Online'' (Refleksi Harbolnas)

11 Desember 2017   21:51 Diperbarui: 11 Desember 2017   21:57 969 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ciptakan Kepercayaan  Belanja "Online'' (Refleksi Harbolnas)
sumber gambar: m.viva.co.id

Minat belanja masyarakat Indonesia membeli barang secara online makin hari makin meningkat. Ini menandakan bahwa e-commerce di negara kita sudah diterima oleh masyarakat. Hadirnya Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang digelar setiap tanggal 12-14 Desember setiap tahunnya merupakan suatu indikator positif dalam mendorong pertumbuhan transaksi e-commerce.

Harbolnas merupakan kegiatan promosi pelaku usaha online agar transaksi online meningkat. Perusahaan dan pedagang online memberikan diskon yang besar, memudahkan pembayaran, memudahkan pengantaran, dan memberikan juga hadiah-hadiah khusus.  Di tahun 2012 perusahaan-perusahaan ecommerce (Perusahaan Marketplace) di Indonesia yang umumnya mereka yang bergabung di Asosiasi Ecommerce Indonesia (IdeA) yaitu Lazada, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka and Bukalapak memprakarsai Harbolnas ini. 

Mereka menginisiasi perayaan belanja online tujuannya untuk mengedukasi masyarakat kita agar mulai terbiasa berbelanja online, tidak perlu takut lagi akan ditipu dan dibohongi karena mereka memberi jaminan. Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan industry e-commerce di tanah air seperti dinegara maju lainnya. 

Indonesia mengadopsi hal tersebut dengan bentuk perayaan Harbolnas, yang awal mulanya hanya ada 7 (tujuh) perusahaan e-commerce yang berpartisipasi, kini di tahun 2017 sudah ada ratusan perusahaan yang telah ambil bagian tidak hanya perusahaan e-commerce atau marketplace tetapi perusahaan seperti perbankan, fintech, hotel, media, dan lainnya turut mengambil bagian

.Di Amerika dan di Negara-negara Eropa kegiatan serupa dikenal dengan nama Cyber Monday. Ini biasa dilakukan dibulan Desember sebagai kegiatan menyambut pergantian akhir tahun dan libur natal. 

Survey yang di kutip dari TechinAsia atas riset yang dilakukan Shopback dalam rangka Harbolnas di tahun 2016 menarik untuk disimak. Shopback menyebar survey kepada 2.734 konsumen belanja online mengungkapkan temuan sebagai berikut, rata-rata konsumen pada Harbolnas mereka akan bersedia menghabiskan uang sekitar Rp 250.000 sampai Rp 1.000.000. Dimana komposisi pria 53,4% sedang wanita 46,6 % untuk wanita. 

Selanjutnya  kategori produk-produk yang mereka cari adalah gadget dan aksesoris (63,9%) menjadi kategori produk yang paling diincar Harbolnas nanti. Di posisi berikutnya adalah fashion (52,3%) dan selanjutnya adalah keperluan rumah tangga (50,7%). Kategori produk lain yang disebut akan dibeli oleh konsumen --meskipun tidak terlalu besar persentasenya--adalah makanan dan minuman (28,3%), kecantikan dan kesehatan (26,7%), tiket dan travel (17,6%), serta otomotif (10,3%).

Bagiamana dari  segi umur? Shopback menemukan bahwa paling banyak rentang usia 26 hingga 30 tahun mereka adalah segmen terbanyak 29,2 persen. Pelanggan dengan usia 50 tahun ke atas masih ada yang berminat belanja tapi hanya sekitar 1 persen. Profesi sebagai karyawan 58,5 persen dan rentang pemasukan (gaji) per bulan dari Rp2,5 juta sampai Rp 5 juta sebanyak 32 persen yang paling banyak melakukan belanja online.

 Sementara para pelaku e-commerce seperti peritel online, ada 43 % memberikan potongan harga untuk berbelanja, 57% mereka member harga khusus, promo pemasaran 18%, memberikan undian 0,3% dan memberikan barang edisi terbatas 0,4%.

Harbolnas merupakan indikator bagaimana perkembangan industry e-commerce di negara kita ditengah upaya pemerintah Jokowi saat ini menumbuh kembangan industry ini dan ini tentu mendukung paket kebijakan ke 14 tentang e-commerce ditahun 2016.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x