Mohon tunggu...
Fathan Muhammad Taufiq
Fathan Muhammad Taufiq Mohon Tunggu... Administrasi - PNS yang punya hobi menulis

Pengabdi petani di Dataran Tinggi Gayo, peminat bidang Pertanian, Ketahanan Pangan dan Agroklimatologi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Mengintip Acara "Duek Pakat" FKA, Diskusi Publik di Alam Terbuka

17 September 2018   11:08 Diperbarui: 17 September 2018   11:26 302
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar, Ketua Forum Kakao Aceh menyampaikan sambutan dalam acara Duek Pakat (Doc. FMT)

Terus berkontribusi untuk peningkatan produksi dan kualitas kakao di provinsi Aceh, Forum Kakao Aceh (FKA) terus melakukan sinergi dan konsolidasi dengan para pihak dan stake holders terkait. Salah satu upaya untuk 'menggandeng' para pihak tersebut adalah melalui kegiatan diskusi publik  'Duek Pakat' dengan berbagai pihak terkait, seperti yang baru saja dilaksanakan di Saree, Aceh Besar , Sabtu (15/9/2018) kemarin.,

Kegiatan reguler FKA yang digelar di Balai Kakao, Desa Suka Mulia, Saree ini diikuti oleh stake holders terkait seperti Dinas Pangan Aceh, Distanbun Aceh Besar, Dinas Pangan Aceh Besar, Unsur Muspika Lembah Seulawah dan perwakilan petani kakao anggota Forum Kakao Aceh. Yang agak istimewa, agenda Forum Kakao Aceh kali ini juga turut dihadiri oleh Forum Kakao International atau International Cacao Forum( ICF) yang yang diwakili oleh Wakil Presiden ICF, Fauzi dan Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman, SE dan seorang mantan pegawai Bank Dunia yang kini memilih menjadi pelaku agribisnis, Muslahuddin Daud.

Dalam diskussi yang digelar di tengah alam terbuka dengan rerimbunan pohon disekitarnya itu, Ketua FKA yang baru terpilih, Teuku Iskandar menyampaikan visi dan misi FKA dalam mendukung program Aceh Hebat yang telah dicanangkan oleh pemerintah provinsi Aceh. T. Iskandar yang terpilih sebagai ketua FKA menggantikan Drs, Hasanuddin Darjo ini mengungkapkan bahwa keberadaan FKA sebagai lembaga non pemerintah adalah untuk menjembatani kepentingan petani kakao dengan pemerintah maupun dengan mitra usaha petani. Selain itu forum ini juga berperan melakukan sosialisasi, koordinasi dan fasilitasi dengan berbagai stake holders terkait untuk kemajuan petani kakao, peningkatan produksi dan kualitas kakao, sehingga pangsa pasar kakao Aceh dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Dalam dua dekade terakhir, komoditi kakao sudah menjadi komoditi unggulan di provinsi Aceh dan menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di berbagai kabupaten seperti Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Aceh Besar dan Aceh Timur. Permintaan pasar dalam negeri maupun pasar ekspor komoditi ini, terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga peningkatan produksi dan kualitas kakao Aceh mejadi sebuah keniscayaan. Begitu juga kontinuitas produksi juga harus tetap dijaga, untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

"Saat ini kakao sudah menjadi salah satu komoditi perkebunan unggulan yang mampu menopang perekonomian masyarakat di Aceh, untuk mempertahankan komoditi ini mejadi tulang punggung perekonomian masyarakat, tentu saja kita harus memiliki komitmen untuk menjaga kontinulitas produksi, meningkatkan produksi dan kulaitas kakao Aceh sehingga mampu bersaing di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor" ungkap T. Iskandar.

Pemkab dan DPRK Aceh Besar beri dukungan.

Sementara itu Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman, SE ketika memberikan sambutan sekaligus membuka acara Duek Pakat tersebut menyampaikan apresiasi kepada FKA yang selama ini terus memperjuangkan kepentingan petani kakao di Aceh. Dalam kesempatan itu, beliau juga berjanji, pihak eksekutif dan legislatif di kabupaten Aceh Besar juga  membantu pembangunan infra struktur pendukung seperti pembuatan jalan produksi di kebun kakao milik petani yang bertujuan untuk mempermudah pengangkutan hasil produksi.

"Seperti yang disampaikan oleh Ketua Forum Kakao Aceh tadi, komoditi kakao sudah menjadi salah satu komoditi perkebunan unggulan di Aceh, termasuk di kabupaten Aceh Besar, untuk itu kami akan perjuangkan agar ada pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan produksi di sentra perkebunan kakao rakyat untuk mempermudah kalancaran pengankutan hasil produksi" ungkap Sulaiman.

Lebih lanjut Sulaiman juga menyarankan agar forum ini membentuk Klinik Kakao sebagai pusat konsultasi dan pembelajaran kakao bagi petani dan generasi muda yang tertarik untuk terjun dalam kegiatan usaha tani kakao. Untuk menjaga kontinuitas dan meningkatkan produksi, pihaknya juga akan terus mengupayakan perluasan areal petanaman dan rehabilitasi kebun kakao. Sementara untuk pembinaan petani, beliau mengharapkan peran optimal dari para penyuluh pertanian dan instansi terkait.

Wakil Presiden ICF, Fauzi yang turut hadir dalam duek pakat tersebut mengungkapkan bahwa permointaan pasar komoditi kakao dunia terus mengalami peningkatan, ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi petani kakao Aceh. Untuk menjawab tantangan dan mengoptimalkan peluang tersebut, mau tidak mau petani harus mampu menjaga kualitas dan terus meningkatkan produksi kakao mereka. Untuk itu, proses budidaya yang baik dan pengendalian hama dan penyakit tanaman harus menjadi prioritas untuk mempertahankan kulaitas dan meningkatkan produksi kakao rakyat, disinilan dibutuhkan sinergi dari stake holders terkait.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun