Mohon tunggu...
Martua Intan
Martua Intan Mohon Tunggu... Pemerhati Lingkungan Hidup

Dilahirkan di Pontianak. Pernah tinggal di Australia hampir 9 (sembilan) tahun. tertarik dengan lingkungan hidup, khususnya tentang pelestarian sumber air dan peduli dengan dampak penambangan di tanah borneo.

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Menebak Calon Presiden 2024

18 Mei 2019   17:24 Diperbarui: 18 Mei 2019   18:35 0 1 1 Mohon Tunggu...

Terlalu dini memang pembicaraan tentang siapa yang akan menjadi calon kuat Presiden 2024. Namun 5 tahun bukanlah waktu yang lama, tapi kondisi perpolitikan ditanah air dewasa ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa pembicaraan tentang pilpres adalah hal yg paling banyak menyita perhatian rakyat kita.

Kita bisa membagi beberapa kepentingan yang akan terlibat dalam percaturan pilpres 2024.

Pertama, pihak yang berkeinginan agar pembangunan terus bisa dirawat dengan baik, setelah 10 tahun kepemimpinan bapak Joko Widodo. Dimana program beliau bisa dilanjutkan dengan pondasi yg telah dibangun. Untuk ini, diperkirakan di tahun 2021 atau 2022 sudah akan bermunculan pemimpin-pemimpin masa depan. Tanpa mengurangi figur yg kelihatan sering muncul di media atau pembicaraan warung kopi namun pemimpin yg berasal dari partai politik memiliki kans yg besar untuk dimajukan sebagai capres di 2024. Sebutlah nama beberapa diantaranya :

a. Ganjar Pranowo. Dengan 2 kali menjabat Gubernur Jawa Tengah dan pernah menjadi anggota DPR menjadi modal kuat kandidat plus partai PDIP yg meraih suara 20% dlm pileg cukup untuk diorbitkan sebagai Capres.

b. Ridwan Kamil. Gubernur Jawa Barat dan mantan walikota Bandung dan mungkin didukung Nasdem, juga punya kans yang kuat untuk menjadi Capres atau Cawapres 2024.

c. Airlanga Hartanto. Ketum Golkar dan Menteri Perindustrian juga digadang gadang oleh Golkar untuk meramaikan bursa Capres 2024.

Ke dua, pihak oposisi saat ini juga ingin mencoba peruntungan di 2024 setelah 10 tahun berada di luar pemerintahan. Beberapa nama bisa menghiasi perhelatan di 2024, diantaranya.

a. Sandiaga Uno. Rasa penasarannya akan digunakan di 2024. Bukan sebagai Cawapres tapi lompat jadi Capres.

b. AHY. Walau agak berat krn partainya hanya meraih suara di bawah 9%, namun berharap bisa masuk final perhelatan Pilpres 2024. Kalau tidak menang, karena umur yg muda mungkin akan mencoba lagi di 2029.

Ke tiga, adalah kaum profesional dan kaum milineal yg berumur di bawah 40 tahun. Walau cluster ini punya peluang yg kecil, namun keajaiban bisa saja terjadi. Misalnya, partai politik merasa kaum profesional ini punya kesamaan atau kesamaan platform dengan parpol pendukung.

Sebut saja, diantaranya;

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2