Mohon tunggu...
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris Mohon Tunggu... Penulis - Menikmati menulis dan membaca dalam bertualang makna kehidupan menuju kebijaksanaan abadi.

Penulis, Pembaca, Petualang, dan Pencari Makna.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Betapa Indahnya Memeluk Malam!

3 Oktober 2021   09:09 Diperbarui: 3 Oktober 2021   09:09 112 23 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Illustrasi. www.healthline.com

Menata malam dalam sendiri dan keheningan, yang mencoba memeriksa tenaga tersisa untuk sekadar menggugah jiwa barang sejenak sebelum mata menemukan peraduannya dalam nyenyak dan lelapnya dunia mimpi yang menggambar fantasi duniawi. 

Kembali mengerutkan dahi serasa memutar lagi pagi yang telah berlalu dan siang yang membayang dalam sanubari.

Mata menembus kaca kamar di sela-sela tirai yang belum sempat tertutup dalam gapaian tangan. 

Mata terus menembus jauh semakin jauh dalam tatapan bintang-bintang yang mulai dibayangi awan-awan tipis menghembuskan berita malam tentang dunia dan manusia

Mata mulai meredup dalam larutnya malam yang akan menutup cerita bijak tentang hari yang penuh makna.

Perlahan dalam kesunyian malam, telinga terbuaikan oleh musik pelan mengalun yang terus memenuhi kamar serasa menyelimuti jiwa memberikan kepastian bahwa semua akan baik-baik saja. 

Lampu di pojok kamar serasa berempati pada sosok yang mulai lelah dan letih, sampai-sampai cahayanya pun begitu redup membiarkan manusia lekas terlelap dan esok menemukan cahaya terang sang mentari.

Malam oh malam, betapa baiknya engkau memberikan aroma dan nuansa bagi hati, budi, dan raga untuk segera mengendapkan riak-riak air kehidupan sehari dan kembali menjernihkannya untuk hari esok.

Malam segera larut bersama angin malam yang akan segera menyampaikan kabar gembira pada pagi. Embun, cahaya mentari, kicauan burung, dan langkah kaki setapak demi setapak yang siap mengukir hari.

Illustrasi. www.thephotoargus.com
Illustrasi. www.thephotoargus.com
#AM04 (Aliran Makna), Sebuah aliran makna untuk dunia yang lebih baik, berdaya guna, dan melegakan segala jiwa dalam kesatuan hati dan budi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan