Mohon tunggu...
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris Mohon Tunggu... Penulis - Menikmati menulis dan membaca dalam bertualang makna kehidupan menuju kebijaksanaan abadi.

Penulis, Pembaca, Petualang, dan Pencari Makna.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kembali ke Kandang Hari ke-23: Pergi dan Temukanlah!

31 Agustus 2021   18:18 Diperbarui: 31 Agustus 2021   18:33 134 23 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kembali ke Kandang Hari ke-23: Pergi dan Temukanlah!
Illustrasi. plus.kapanlagi.com

Makna pengalaman senantiasa menggerakkan hati dan budi pada sebuah pemaknaan hidup yang mampu memberikan nuansa berbeda dalam kehidupan ini. Mengalami, menyelami, dan merasakannya begitu dalam.

Pengalaman dalam hidup merupakan rentetan peristiwa yang sesungguhnya memberikan sinyal pada manusia untuk menjadikannya sebagai pembelajaran hidup yang mampu mengolah jiwa menuju pada kematangan diri. Berbagai pengalaman dalam hidup, dari bangun pagi hingga menjelang istirahat malam dan mulai pagi lagi, adalah sebuah kesempatan untuk menikmati hidup dan memberikan kelegaan hati dan budi dalam kesan dan kekaguman.

Penjelajah itu pulang ke kampung halamannya. Penduduk ingin tahu segala sesuatu tentang Sungai Amazone. Tetapi bagaimana mungkin mengungkapkan dalam kata-kata perasaan yang memenuhi hatinya, ketika ia melihat bunga-bunga begitu indah memukau dan mendengar seribu satu suara penghuni rimba di waktu malam? Bagaimana menjelaskan perasaan hatinya, ketika menghadapi binatang buas atau ketika mendayung perahu kecilnya melewati arus sungai yang sangat berbahaya?

Ia berkata, "Pergi dan temukanlah sendiri! Tidak ada yang dapat menggantikan pertaruhan nyawa dan pengalaman pribadi."

Keindahan semesta, keharuan dalam rasa, kekaguman jiwa pada sesuatu, dan pengalaman yang mempesona, semua itu merasuk dalam hati dan tak jarang menggerakkan jiwa pada keterpanaan hidup yang melegakan dan menyegarkan kehidupan.  Kata-kata yang terurai dalam banyak tulisan, kata-kata yang terucap dalam pembicaraan, belumlah cukup untuk menjadi pengalaman nyata yang mampu merangkai kesatuan hati dan budi.

Illustrasi. seputarbahan.me
Illustrasi. seputarbahan.me
Petualangan yang mendebarkan, suasana yang menegangkan, adrenalin yang menggelora, perjuangan yang menggugah seluruh jiwa, semua itu senantiasa menjadi pengalaman yang menuntut kecepatan berpikir dan kematangan hati dalam menentukan arah dan tujuan selanjutnya. Tak akan ada kata-kata yang bisa mewakilinya untuk dituangkan ataupun diucapkan, kecuali mengalaminya dan pada saatnya mensyukurinya karena memiliki kesempatan untuk menghayati dan memaknainya.

Saatnya untuk kembali ke kandang, diri kita masing-masing, untuk melihat kembali ke dalam diri kita masing-masing dalam seberapa besar kita mensyukuri segala pengalaman hidup ini dan selalu merefleksikannya untuk menemukan makna-makna kehidupan. Pengalaman hidup senantiasa selalu menghidupi hidup kita tatkala kita mau menempatkannya sebagai pembelajaran menuju pada kedewasaan hidup. Mari mengalami perjalanan hidup ini dengan penuh kesadaran dan kebermaknaan sepanjang hayat.

Illustrasi Kembali ke Kandang. www.piqsels.com
Illustrasi Kembali ke Kandang. www.piqsels.com
@ Kembali ke Kandang, adalah sebuah permenungan hidup di malam hari menjelang menuju pembaringan jiwa dan raga setelah seharian merangkai kisah kehidupan lewat segala dinamika yang ada. Terinspirasi dari buku "Burung Berkicau" karya Anthony de Mello SJ (1984, Yayasan Cipta Loka Caraka), renungan malam dalam bingkai "Kembali ke Kandang" ini mencoba memaknai hidup yang penuh makna ini sehingga hidup menjadi lebih hidup lewat kutipan kisah penuh makna dari Anthony de Mello.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan