Mohon tunggu...
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris
FX Aris Wahyu Prasetyo Saris Mohon Tunggu... Penulis - Menikmati menulis dan membaca dalam bertualang makna kehidupan menuju kebijaksanaan abadi.

Penulis, Pembaca, Petualang, dan Pencari Makna.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Menulis Makna (60): Menjadikan Permasalahan sebagai Pembelajaran Hidup

25 Agustus 2021   04:05 Diperbarui: 25 Agustus 2021   04:04 102 27 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Menulis Makna (60): Menjadikan Permasalahan sebagai Pembelajaran Hidup
Illustrasi. positive.ws

Setiap permasalahan mengandung bibit dari jalan keluarnya sendiri. (Stanley Arnold)

Permasalahan dalam hidup seringkali menjadi sandungan yang begitu hebat sehingga menghentikan seluruh aktivitas jiwa dan jatuh pada kekacauan diri yang merusak nalar dan meruntuhkan rasa. 

Banyak orang mudah mengeluh dalam permasalahan hidup yang dihadapinya hingga pada akhirnya jatuh pada rasa menyalahkan (blaming) orang lain dan situasi. 

Permasalahan menjadi sebuah momen yang begitu mengacaukan diri dan hidup sehingga akal sehat dan nurani tak mampu lagi memberikan pondasi dan pilar yang kuat untuk selalu kokoh berdiri dalam semangat memperbaiki diri dan keadaan menjadi lebih baik.

Permasalahan dalam hidup terkadang juga menjadikan pribadi membelenggu diri dalam ketidakberdayaan dan ketidakmampuan yang terjerembab dalam kegelapan seolah-olah tak mampu lagi menemukan cahaya untuk jalan keluar dalam solusi yang menguatkan.

Ada banyak pribadi tidak percaya akan dirinya sendiri bahwa mereka sesungguhnya memiliki potensi dan kemampuan untuk menyelesaikan segala masalah. 

Pemasungan akal budi, himpitan pada nurani, dan belenggu atas segala tindakan seringkali terjadi justru dalam kuasa dan kesadaran masing-masing pribadi sehingga menjadikan masalah menyelimuti seluruh hidupnya dalam kesusahan, kekacauan, penderitaan, dan bahkan ketidaklogisan.

Illustrasi. www.lifeberrys.com
Illustrasi. www.lifeberrys.com
Permasalahan dalam hidup juga melahirkan anarki dalam tutur kata dan tindakan sebagai usaha untuk pelampiasan jiwa yang seolah-olah menjadi solusi atas segala masalah yang ada. 

Reaksi yang begitu cepat seringkali muncul menjadi sebuah pembelaan diri atas masalah yang dihadapi, dengan sebuah harapan terbebas dari masalah itu. 

Menyalahkan orang lain seringkali menjadi senjata yang begitu kuat dalam menentukan penyebab dari masalah yang sedah dihadapi, seolah-olah kesulitan hidupnya disebabkan oleh kekacauan yang dibuat oleh orang lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan