Marla Suryani Lasappe
Marla Suryani Lasappe writer/IRT

Saya berbintang Pisces--------------------------------------------------- hobby cooking, travelling------------------------------------------------------- I am a writer, food blogger ----------------------------------------------------- IG: marlasuryani ------------------------------------------------------------------- twitter: marlasuryani@marla-suryani--------------------------------------- http://aksaramarla.wordpress.com https://www.facebook.com/marla.thalib

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pancasila Dalam Kehidupanku

13 Juni 2018   21:40 Diperbarui: 13 Juni 2018   22:06 445 1 0
Pancasila Dalam Kehidupanku
koleksi pribadi 

Akhir-akhir ini sering banget kita mendengar kata "Saya Pancasila" Sebenarnya apa sih  Pancasila itu ?

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: paca berarti lima dan la berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. (sumber : Wikipedia)

***

Sewaktu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, ada satu mata pelajaran namanya PMP (Pendidikan Moral Pancasila), kalau sekarang namanya PKN ( Pendidikan KewargaNegaraan). Tujuan pendidikan moral pancasila  yaitu meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan. 

Saya terkadang heran dengan fenomena sekarang, dengar kata " Pancasila atau toleransi" seperti gimana gitu? padahal sesuatu yang lumrah, tetapi untuk sekarang menjadi tampak sulit dan luar biasa.

Sedari kecil saya sudah terbiasa dalam lingkungan toleransi dan kasih sayang sesama manusia, kenapa saya katakan seperti itu ? karena orang tua saya pada saat itu menampung 2 orang oma-oma jompo di rumah kami. Kedua oma tersebut tidak mempunyai sanak saudara. Kami merawat mereka seperti oma kami sendiri. Sampai suatu hari salah satu dari oma tersebut meninggal dunia, kedua orang tuaku dengan ikhlas memberikan tempat  di rumah kami untuk diadakan kebaktian. Oiya... kami sekeluarga beragama Islam dan kedua oma tersebut beragama Kristen Protestan. 

Dalam pemilihan sekolah kedua orang tuaku tak segan memasukkan kakak-kakak perempuanku ke sekolah Katholik "Sekolah Suster" dan abang-abangku ke sekolah " Frather (khusus anak laki-laki)" . Cerita kakak-kakakku sehabis pulang sekolah mereka harus mengaji. Sedangkan saya si bungsu di masukkan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal, dan  les bahasa inggris di Adventist English Conversation School. 

Intinya kedua orang tuaku mengajarkan kepada anak-anaknya untuk kuat kepada Aqidah yang kami anut,  tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menuntut ilmu dimanapun itu. Dan satu lagi kami diajarkan untuk empati kepada sesama. 

Kisah kedua orang tuaku ternyata gak beda jauh dengan cerita film "Lima" yang tayang pada tanggal 31 Mei 2018 lalu.  Film Lima dibuat untuk menyambut hari lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni. Ide film ini diambil dari lima sila dari Pancasila dan di sutradarai oleh 5 sineas muda Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Lola Amaria, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanto Dewo.

Cerita Lima sebenarnya cerita yang biasa dan sederhana yang mengangkat kehidupan sehari-hari  bermuatan pesan pluralisme, toleransi dan perennialisme. Film ini bercerita tentang kisah 3 adik kakak Farah, Aryo dan Adi yang yang ditinggal mati oleh ibu mereka "Maryam".  Saat menikah Maryam pindah keyakinan mengikuti suaminya, tetapi disaat hari tuanya Maryam kembali memeluk agama Islam. 

Hanya Farah yang mengikuti keyakinannya, kedua anak lelakinya Aryo dan Adi beragama Kristen. Kemudian masalahpun timbul saat Maryam akan di makamkan. Aryo sebagai anak tertua lelaki  berkeinginan kuat untuk turun keliang lahat untuk menguburkan ibunya. Sempat terjadi ketegangan diantara mereka, akhirnya dapat juga terselesaikan. 

Dan masalah demi masalahpun datang silih berganti menghampiri anak-anak Maryam serta Bi Ijah asisten rumah tangga yang selama ini menemani mereka.

Adi yang kerap dibully suatu ketika harus menyaksikan peristiwa yang tidak berperikemanusiaan. Fara menghadapi masalahnya sendiri di pekerjaannya sebagai pelatih renang. Menentukan atlit yang harus dikirim ke Pelatnas dengan tidak memasukkan unsur ras ke dalam penilaian adalah tantangan yang dia hadapi dari pemilik klub. Aryo sebagai anak kedua dan lelaki tertua di keluarganya, ia harus menjadi pemimpin ketika masuk ke wilayah persoalan warisan yang ditinggalkan oleh Maryam. Dan Ijah, memiliki masalahnya sendiri, dia terpaksa pulang kampung untuk menyelamatkan keluarganya sendiri demi  menuntut keadilan yang menimpa kedua anaknya.

So ... Jika kita merasa warga negara Indonesia, jiwa Pancasila itu akan selalu tertanam didalam sanubari dan implementasinya ke kehidupan kita sehari-hari.

...

Sekian