Mohon tunggu...
Marjuni
Marjuni Mohon Tunggu... Guru - Praktisi dan Pelaku Pendidikan Islam

Fokus pada Manajemen Pendidikan Islam, Branding Strategy Lembaga Pendidikan Islam, Marketing Lembaga Pendidikan Islam, Kajian Pesantren, Kajian Pemikiran Pendidikan Islam

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Berpikir Komputasi dalam Pembelajaran STEM

3 Februari 2023   05:13 Diperbarui: 3 Februari 2023   23:01 3547
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Wake County Public School System

Berpikir Komputasi itu apa?

Computational Thinking dapat didefinisikan sebagai seperangkat keterampilan untuk memecahkan masalah berdasarkan teknik komputer. Salah satu keterampilan terbaik untuk semua orang, untuk saat ini, dan untuk masa depan, adalah pemecahan masalah. Pemikiran komputasi adalah cara untuk membantu kita mengembangkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving).

Pemikiran komputasi diperlukan di mana-mana dan akan menjadi kunci sukses di hampir semua karier, tidak hanya untuk ilmuwan tetapi juga banyak profesional, seperti dokter, pengacara, guru, atau petani. Untuk banyak masalah, ada baiknya membuat rencana penyelesaiannya menggunakan beberapa teknik ilmu komputer, seperti: memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola dan lebih mudah dipahami, atau dipecahkan—dekomposisi; mencari persamaan di antara dan di dalam masalah dan pengalaman lain—pengenalan pola; berfokus pada informasi penting saja, dan mengeluarkan perbedaan spesifik untuk membuat satu solusi bekerja untuk banyak masalah: abstraksi; mengembangkan solusi langkah demi langkah untuk masalah: algoritma. 

Setiap hari dalam hidup kita menuntut kita untuk berpikir seperti mesin yang dapat dengan cepat memahami konsep yang kompleks. Hal ini memungkinkan kita untuk secara efektif mengatasi masalah yang muncul. Pemikiran komputasional adalah nama yang diberikan untuk cara berpikir ini. Computational thinking (CT) mengacu pada cara berpikir tentang pendidikan. Pemikiran komputasi adalah cara berpikir yang digunakan oleh pemrogram komputer. Sehingga, pemikiran komputasi mengikuti perkembangan sistematis dan mengutamakan logika. Pemikiran semacam ini berlaku di semua bidang akademik, tidak hanya dalam ilmu komputer saja.


Pemikiran komputasi melibatkan ide, keterampilan, dan kemampuan yang menjadi inti dari komputasi, seperti abstraksi, dekomposisi, generalisasi, aproksimasi, heuristik, desain algoritme, serta masalah efisiensi dan kompleksitas. CT adalah cara berpikir yang sangat penting dan berguna di hampir semua bidang dan mata pelajaran sekolah karena menunjukkan apa yang bisa diukur dan apa yang tidak. 

Bagaimana cara kerja pemikiran komputasional menurut  Jeannette Wing? Menggunakan ide dasar ilmu komputer, pemikiran komputasi adalah tentang memecahkan masalah, membuat sistem, dan mencari tahu bagaimana orang bertindak. Pemikiran komputasi menggunakan berbagai alat mental yang menunjukkan betapa luasnya ilmu komputer.

Proses Berpikir Komputasi setidaknya memiliki "tiga A" yaitu: abstraksi (abstraction), Automatisasi (Automation), dan Analisis (analysis). Namun, ada pihak sementara kalangan yang memberikan karakteristik berpikir komputasi itu berupa memiliki empat karakteristik: Penguraian (decompotition), Pengenalan Pola, Abstraksi, Resolusi Algoritma.

1. Penguraian  (decompotition)

Kegiatan mengurai masalah kompleks, menjadi masalah yang lebih kecil (sederhana) sehingga mudah dipecahkan. Alasan lain dekomposisi dalam pemikiran komputasi penting adalah karena memungkinkan setiap sub tugas diperiksa lebih dekat. Ini tidak hanya membantu untuk mengkategorikan informasi sebagai penting atau tidak penting, tetapi juga memberdayakan pemecah masalah dengan kemampuan yang lebih baik untuk menganalisis setiap bagian tertentu dari tugas atau tantangan untuk mengembangkan solusi yang masuk akal secara lebih efektif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun