Mohon tunggu...
MomAbel
MomAbel Mohon Tunggu... Mom of 2

Belajar menulis untuk berbagi... #wisatakeluarga

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Berbahagialah Ibu Jika Anak Perempuanmu Lebih Dekat dengan Ayahnya

27 Oktober 2020   06:00 Diperbarui: 28 Oktober 2020   03:03 1766 45 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berbahagialah Ibu Jika Anak Perempuanmu Lebih Dekat dengan Ayahnya
ilustrasi ayah yang bermain dengan anak perempuannya. (sumber: pixabay.com/JessicaHorkey)

"Bu, saya mau tanya mengapa anak saya lebih lengket ke ayahnya dan tidak mau sama saya? Saya sedih sekali. Pokoknya apa-apa maunya sama ayahnya, " tanya seorang ibu muda kepada psikolog yang saat itu menjadi pembicara dalam seminar yang saya ikuti.

Mungkin pertanyaan itu juga ada di benak sebagian ibu. Mengapa anak perempuannya lebih dekat dengan ayahnya? Mengapa dalam semua hal ingin selalu dengan ayahnya? Padahal sebagai ibu, seringkali kita ingin kompak bersama anak perempuan.

Saya pernah merasa demikian. Dulu berpikir ketika punya anak perempuan, saya bisa punya "teman" shopping, ke salon, atau sekedar menanam bunga. Nyatanya, si sulung lebih suka beraktivitas bersama ayahnya. Bahkan sedikit tomboy.

Sejak kecil, kalau saya ajak belanja baju tidak terlalu suka. Di mall, lebih memilih masuk ke toko peralatan rumah tangga seperti Ace Hardware. Paling antusias jika melihat obeng dan kawan-kawan.

Pun sampai sekarang, kalau saya ajak beli baju itu semata karena memang membutuhkan baju. Dia memilih yang disuka, selesai, dan minta pulang.

Itu belum seberapa, dalam berbagai kesempatan dia selalu manis dengan ayahnya. Di matanya ayahnya bak superhero. Awalnya, saya juga tak menyadari. Tapi kok lama-lama dia jadi "anak papa banget".

Anak perempuan saya selalu manja sama ayahnya. Kadang juga merajuk. Lucu juga kalau diingat-ingat. Sekarang saya justru senang dan saya syukuri bahwa mereka dekat sejak kecil.

Ada beberapa alasan (berdasar pengalaman saya) mengapa kedekatan ayah dan anak perempuan itu penting dan patut disyukuri:

1. Pertanda suami tidak macam-macam

Kembali ke pertanyaan di awal artikel ini, pada waktu itu psikolog menjawab pertanyaan ibu tersebut begini : "Bu, justru itu bagus! Tidak usah sedih! Itu tandanya suami ibu tidak macam-macam!"

Ibu itu terlihat bingung  Setelah itu, psikolog favorit saya tersebut menjelaskan bahwa banyak suami yang main serong itu pikirannya sudah tidak fokus pada keluarga. Akibatnya, malas, tidak sabar, dan tidak mau ikut mengurus anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x