Birokrasi

Antikorupsi untuk Peserta Diklat Paskibraka 2018

8 Agustus 2018   12:45 Diperbarui: 8 Agustus 2018   12:49 198 0 0
Antikorupsi untuk Peserta Diklat Paskibraka 2018
Dok. Pribadi

Selama sepekan terakhir, puluhan peserta diklat Paskibraka 2018 digembleng di Cibubur, Jakarta Timur. Penggemblengan tersebut diselenggarakan dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka 2018 yang telah lulus ujian dari seluruh provinsi di Tanah Air.

Sejumlah pembekalan diberikan kepada para peserta, salah satunya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemateri dari KPK adalah komisioner KPK Basaria Panjaitan.

Menurut Basaria, mereka (Paskibraka) mendapatkan pembekalan dengan tema Anak Muda Melawan Korupsi. Dalam pembekalan, Basarian Panjaitan menjelaskan beberapa hal termasuk darurat korupsi di Indonesia. Selain itu, wanita ini juga menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan darurat korupsi di Tanah Air.

Dalam penanganan korupsi ada sembilan perilaku antikorupsi pertama adalah jujur, mandiri, peduli, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, adil, berani dan sabar. Fakta korupsi di Indonesia, kata dia, sudah berjalan dengan massif karena banyak sektor yang telah dimasuki. Bahkan, pelakunya sendiri banyak melibatkan kerabat dekat dan anggota keluarga. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil persidangan yang telah dilakukan oleh pihak terkait.

Korupsi sudah sangat meluas secara sistematik di berbagai tingkatan pusat dan daerah, lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Basaria menambahkan jika korupsi tidak hanya berkaitan dengan uang, namun adanya kegiatan lain yang bersifat koruptif seperti menyontek, membolos, tawutan, melanggar lalu lintas, terlambat, titip absen, berbohong, gratifikasi, proposal dan kuitansi palsu, penyelenggaraan beasiswa hingga plagiat atau copy paste.

Oleh sebab itu, memberantas korupsi harus dimulai dari diri sendiri kemudian menginspirasi keluarga dan masyarakat sekitar.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dalam diklat ini, Paskibraka 2018 juga mendapatkan pembekalan dari berbagai pihak, termasuk dari Seskemenpora Gatot S. Dewabroto yang membahas etika bermedia sosial dan komunikasi dengan media. 

Hadir pula Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh yang menekankan pentingnya faktor agama dalam pembentukan karakter pemuda Indonesia.