Mohon tunggu...
Mahaji Noesa
Mahaji Noesa Mohon Tunggu... Pernah tergabung dalam news room sejumlah penerbitan media di kota Makassar

DEMOs. Rakyat yang bebas dan merdeka

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Cerita Lawas, Gadis Berbugil Saat Gerhana Bulan

10 Desember 2011   09:04 Diperbarui: 25 Juni 2015   22:35 1762 2 0 Mohon Tunggu...

Sebentar malam (10/12/2011), menurut hitungan para ahli astronomi, akan terjadi gerhana bulan total. Yakni matahari akan berada pas sejajar dalam satu garis edar dengan bumi dan bulan.

[caption id="attachment_147680" align="alignright" width="461" caption="Gerhana bulan total/Ft:blak-blakan.com/google"][/caption]

Proses gerhana yang terjadi dalam hitungan kalender arab, 16 Muharram 1433 Hijriyah atau masih dalam hitungan suasana Bulan Purnama di Indonesia tersebut, diperkirakan akan berlangsung lebih dari satu jam. Dalam kondisi cuaca tidak mendung atau hujan, gerhana bulan ini dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia, mulai pukul 21.06 hingga pukul 21.57 WIB.

Puncak gerhana bulan total diperkirakan akan terjadi pada pukul 21.30 WIB. Saat itu planet matahari, bumi dan bulan persis berada dalam satu garis lurus, sehingga akan terjadi panorama gerhana yang indah saat suasana malam Bulan Purnama di Indonesia.

Suasana Bulan Purnama yaitu ketika bulan terlihat membentuk lingkaran penuh dengan sinar kekuningan. Bulan Purnama di Indonesia terjadi dalam hitungan 14, 15, dan 16 bulan di langit atau hitungan Kalender Arab. Saat terjadi puncak gerhana total nanti, bulan akan berubah warna agak kemerahan. Suatu fenomena alam yang diperkirakan baru akan terlihat kembali di langit Indonesia pada 7 tahun mendatang atau nanti di tahun 2018.

Bagi saya pribadi, setiap kali ada cerita mengenai gerhana bulan, pikiran selalu mengenang saat-saat masih mobile ke wilayah Ajatappareng, Sulawesi Selatan – meliputi Kabupaten Barru, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dan Kabupaten Enrekang di tahun-tahun 80-an.

Suatu ketika saya melintas jalan Negara saat malam terjadi gerhana bulan di wilayah Ajatappareng. Mulai dari Kota Barru, Ibukota Kabupaten Barru hingga Kota Pangkajene, ibukota Kabupaten Sidrap, dari permukiman penduduk di kanan-kiri bentangan jalan ramai terdengar bunyi ketukan benda yang bukan gendang. Bunyi yang terdengar dari berbagai tempat, ada yang menyerupai irama ketokan alu ketika menumbuk padi, ada seperti bunyi panci atau piring kaleng yang dipukul sepanjang suasana redup ketika terjadi gerhana bulan.

Suatu ketika di Bendoro, Sidrap, saya menanyakan maksud penduduk mengetuk berbagai benda saat terjadi gerhana bulan. Dari pengetahuan yang masih terbatas, sejumlah anak-anak menyatakan agar naga tidak menelan bulan. Itulah sebabnya perlu mengetuk apa saja agar naganya lari tak menelan bulan.

Hingga awal-awal tahun 90-an ketika saya kemudian mobile di wilayah Bosowa, Sulawesi Selatan, masih terdengar cerita unik mengenai gerhana bulan.

Di wilayah yang meliputi Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo,selain juga membuat bunyi dengan mengetuk-ngetukkan berbagai jenis benda selama berlangsung gerhana bulan, banyak wanita perawan memanfaatkan momentum ini agar segera mendapatkan jodoh.

Caranya, saat berlangsung gerhana bulan mereka ramai-ramai mengambil tanaman rempah untuk pembuatan bedak di kebun-kebun sekitar perkampungan. Ada juga bermandi-ria di sumur-sumur kampung yang terbuka selagi masih berlangsung gerhana bulan. Di antaranya ada yang hanya mengambil air sumur tersebut lalu ditampung di wadah, berupa ember, kemudian semalaman diletakkan di tempat terbuka. Nanti keesokan harinya, barulah air tersebut digunakan sebagai air mandi.

Kala itu, sejumlah ibu di wilayah Ajattappareng menjelaskan, gadis-gadis yang mandi saat  gerhana bulan seperti itu biasanya lalu cepat mendapat jodoh atau kawin. Itulah sebabnya, katanya, biasanya, setelah terjadi peristiwa gerhana bulan akan disusul banyak pesta perkawinan.

Cerita gerhana bulan dari seorang ibu di pedalaman kaki pebukitan Leon, Kabupaten Enrekang, lain lagi. Selain dapat memurahkan jodoh bagi gadis-gadis, mandi di alam terbuka saat gerhana bulan juga sering dilakukan oleh ibu-ibu karena dipercayai dapat membuat tetap awet cantik dan menawan di usia tua.

‘’Salah satu syaratnya, paling baik jika dilakukan dengan mandi bugil bertelanjang badan saat gerhana bulan masih berlangsung,’’ katanya.

Suatu ketika saat gerhana bulan, sopir bus yang saya tumpangi  bergerak di jalan raya wilayah Kabupaten Pinrang, secara tiba-tiba memperlambat kecepatan mobilnya, ketika di tepi jalan dalam keremangan sebuah perkampungan terlihat bayang-bayang sejumlah orang berlarian.

‘’Saat gerhana bulan seperti ini, biasanya gadis-gadis ke kebun-kebun mencabut tanaman kunyit atau temu lawa untuk dijadikan campuran bedak agar terlihat lebih cantik. Biasanya ketika mengambil tanaman itu, syaratnya mereka tidak mengenakan sehelai penutup badan,’’ katanya, kemudian tertawa, lalu menaikkan kembali kecepatan gas mobil bus yang dibawanya.

Tapi itu semua cerita lawas, nostalgia di antara tahun 80-an hingga awal 90-an dari wilayah Ajattappareng dan Bosowa, Sulawesi Selatan. Sekarang informasi mengenai fenomena alam, seperti gerhana bulan atau gerhana matahari semua sudah menjadi terang-benderang dengan tersedianya jaringan multimedia hingga ke wilayah pelosok. Meskipun seorang rekan dari Kabupaten Soppeng mengatakan, beberapa penduduk di daerahnya masih terdengar membuat bunyi-bunyian saat berlangsung gerhana bulan beberapa waktu lalu.

Pastinya, sebagaimana pengalaman beberapa nelayan pesisir di Kabupaten Barru, Kabupaten Pinrang, dan Kota Parepare, saat-saat bulan purnama akan terjadi air laut pasang. Hal itu sesuai dengan teori ilmu pengetahuan karena adanya gaya tarik bulan yang mendekat ke bumi yang dikelilingi lautan.

Fenomena alam gerhana bulan total saat Bulan Purnama di Indonesia kali ini, memang, juga perlu dilakukan amatan tersendiri. Menurut amatan yang pernah dilakukan di beberapa tempat lain di belahan bumi ini, banyak peristiwa kriminal terjadi justru di masa-masa bulan purnama.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x