Mohon tunggu...
Luna Septalisa
Luna Septalisa Mohon Tunggu... Long-life learner

Lahir 1 September 1994 | Perempuan Introvert | Suka membaca, menulis, dengar musik, berenang | Amatiran yang masih belajar menulis | kunjungi : https://lunaseptalisa.wordpress.com/ (blog pribadi) | email : lunasepta@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Mengajarkan Literasi Keuangan pada Anak Sesuai Jenjang Usia

11 September 2020   07:46 Diperbarui: 12 September 2020   09:56 288 30 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengajarkan Literasi Keuangan pada Anak Sesuai Jenjang Usia
ilustrasi literasi keuangan-literasipublik.com

Mengutip dari laman GLN Kemdikbud, yang dimaksud dengan literasi keuangan adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan ke-3 yang dirilis pada tahun 2019 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan baru mencapai 38,03%. 

Ini artinya dari 100 orang hanya 38 orang yang memahami literasi keuangan dengan baik (well-literate). 

Mereka yang termasuk dalam kategori well-literate ini memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga keuangan, produk dan jasa keuangan, termasuk manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait penggunaan produk dan jasa keuangan serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan. 

Tinggi rendahnya tingkat literasi keuangan akan mempengaruhi perencanaan keuangan seseorang. Oleh karena itu, mereka yang tingkat literasi keuangannya baik akan memahami setiap manfaat, risiko dan potensi dari rencana keuangannya sehingga bisa mengambil keputusan keuangan secara tepat. 

Literasi keuangan bisa dikenalkan kepada anak-anak sejak dini oleh orangtua di rumah. Mengajarkan literasi keuangan juga sebaiknya disesuaikan dengan jenjang usia anak dan tingkat pemahamannya seperti contoh-contoh berikut. 

Usia 5-12 tahun (anak-anak)

Pendidikan literasi keuangan untuk anak-anak bisa dilakukan melalui permainan, misalnya bermain pasar-pasaran dimana ada yang bertindak sebagai pembeli dan penjual atau monopoli. 

Uangnya bisa pakai uang plastik yang biasa dijual oleh penjual mainan keliling (sekarang masih ada nggak sih?) atau bikin sendiri dari kertas. Kalau waktu saya masih kecil dulu kadang malah pakai daun untuk uang-uangannya wkwk. 

Cara lainnya adalah dengan membelikan celengan untuk anak. Kalau anak sudah dikasih uang saku secara rutin setiap hari, mulai dibiasakan untuk menyimpan sisa uang jajannya di celengan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x