Mohon tunggu...
Ludiro Madu
Ludiro Madu Mohon Tunggu... Dosen

Mengajar di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional UPN 'Veteran' Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Artikel Utama

Jokowi dan Dunia Harus Paham Biden Juga

16 November 2020   18:09 Diperbarui: 17 November 2020   10:38 534 27 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jokowi dan Dunia Harus Paham Biden Juga
Jokowi dan Joe Biden | twitter.com/@jokowi

Terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) seakan membawa optimisme bagi dunia, termasuk Presiden Jokowi.

Sangat wajar ketika para pemimpin berbagai negara memberi ucapan selamat kepada Biden sembari berharap prospek hubungan bilateral semakin meningkat dan lebih menguntungkan. Padahal persoalan domestik di AS yang dihadapi Biden tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Biden mewarisi polarisasi politik domestik tajam dari pemerintahan Trump. 

Protes Trump terhadap hasil pemilu diikuti pawai unjuk kekuatan pendukung Trump di berbagai negara bagian. Ibaratnya, Trump boleh kalah pemilu presiden 2020, tetapi Trumpism bisa menjadi kekuatan politik yang secara potensial bisa mengganggu pemerintahan Biden. 

Selain itu, Biden juga mewarisi persoalan penanganan pandemi Covid-19. Isu ini diyakini akan mempengaruhi pemulihan peran global AS, sebagaimana sebelum Trump berkuasa pada 2016.

Upaya memahami persoalan AS ini sangat penting untuk mencari alternatif kebijakan global jika harapan Presiden Jokowi dan dunia tidak bisa dipenuhi Biden. Kemungkinan Biden mengembalikan kejayaan global AS tetap saja terbuka, namun tidak dalam waktu cepat karena fokus perhatian Biden lebih kepada persoalan domestik itu.

Harapan kepada AS

Presiden Jokowi atau dunia pada umumnya memiliki harapan kepada Biden. AS sebagai negara superpower memiliki pola kesinambungan dalam kebijakan luar negerinya. 

Kebijakan luar negeri seorang presiden AS biasanya merupakan cerminan dari kebijakan partai politik presiden AS itu berasal. Kebijakan luar negeri presiden Trump dari partai Republik sangat berbeda dari Joe Biden yang dari partai Demokrat. 

Pertama, perubahan orientasi kebijakan AS dari kecenderungan mengutamakan kepentingan domestik menjadi berorientasi global. AS diharapkan terlibat aktif dan konstruktif dalam berbagai upaya mengatasi persoalan global, termasuk pandemi Covid-19. 

Kedua, AS diharapkan menggunakan cara-cara diplomatis melalui berbagai mekanisme kerjasama. Kecenderungan AS menarik diri dari keanggotaan pada beberapa organisasi multilateral pada masa Presiden Donald Trump perlu dipulihkan kembali. AS perlu masuk lagi menjadi anggota WHO, TPP, aliansi nuklir, dan lain-lain.

Di Asia, kehadiran pengaruh dan kepemimpinan AS sangat diperlukan oleh ASEAN dalam rangka contructive enggagement dengan China melalui berbagai kerangka kerjasama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN