Luana Yunaneva
Luana Yunaneva Jurnalis & Public Speaker

Jurnalis sekaligus certified public speaker yang mencintai seni, terutama musik serta menyukai tantangan dan traveling. email: Luanayunaneva@gmail.com ... youtube: Luana Yunaneva ... personal blog: www.luanayunaneva.wordpress.com dan www.jurnaluana.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Tiga Cara Menjadi Creative People "Zaman Now", Apa Saja?

13 Januari 2018   23:38 Diperbarui: 14 Januari 2018   01:16 1074 7 3
Tiga Cara Menjadi Creative People "Zaman Now", Apa Saja?
Ide merupakan hal penting yang harus dimiliki creative people zaman now (ilustrasi: http://unisci24.com/214401-creative.html)

“Ide”, satu kata yang memiliki banyak peran dalam kehidupan manusia. Kalau mengerjakan dan membuat sesuatu tanpa susunan tiga huruf ini, karya yang dihasilkan terasa hampa. Ah,jangankan karya, Mama saya saja kalau memasak makanan tanpa gula dan garam, rasanya kurang mantap!

Hal yang sama juga perlu diterapkan ketika menulis. Apalagi sebagai seorang blogger, ”ide”yang liar dan hati yang tulus sangat dibutukan untuk bisa membuat tulisan yang berarti. Entah tulisan itu sekadar menyampaikan aspirasi yang selama ini terpendam agar bisa bermanfaat bagi banyak orang, maupun membuat imajinasi menjadi nyata dalam karya-karya fiksi.

Meski saat ini saya belum termasuk dalam daftar blogger hits yang memiliki jadwal khusus untuk menghadiri acara-acara setiap harinya dan menulis, itu tak menjadi halangan bagi saya untuk terus berkarya. Apalagi sebagai seorang jurnalis untuk salah satu biro televisi swasta, saya juga memiliki agenda pekerjaan setiap harinya. Untuk itu, menulis tetap saya lakukan pada waktu-waktu tertentu demi menjaga ritme kerja otak. Kalau otak dimanjakan sejenak untuk tidak menulis, bisa jadi kemalasan akan terus mengikuti.

Nah,menulis kantermasuk aktivitas maupun pekerjaan yang bergerak dalam industri kreatif. Dunia ini sekarang juga semakin digandrungi generasi muda atau yang belakangan ini kerap disebut dengan kids zaman now.Lalu, bagaimana caranya untuk menjadi creative people zaman now di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin maju seperti sekarang?

Ikuti Passion-mu

Beberapa teman pernah menanyakan kepada saya, “Lu, gimana sihcaranya supaya tetap bisa menyempatkan diri untuk menulis?” Saya pun mengatakan kepadanya, semuanya itu berawal dari niat dan motivasi kita. Kalau kita sudah memiliki passionuntuk menulis, misalnya, konsistenlah dengan apa yang sudah kita pilih, apapun risiko yang harus ditanggung.

Ini layaknya sebuah pepatah dalam bahasa Inggris, “Choose your love and love your choice”yang artinya pilih cintamu dan cintailah pilihanmu. Tentu saja, pepatah ini tak hanya merujuk pada cinta dalam konotasi asmara, tetapi segala hal, termasuk passion.Dengan passioninilah, kita bisa terus bersemangat dalam berkarya dan terus belajar seiring perkembangan zaman.

Passion, menjadi alasan seseorang untuk terus meningkatkan kualitas dirinya (foto: Luana Yunaneva)
Passion, menjadi alasan seseorang untuk terus meningkatkan kualitas dirinya (foto: Luana Yunaneva)
Sebagai seorang jurnalis sejak duduk di bangku perkuliahan, tentu passiondalam bidang pemberitaan sudah melekat dalam diri saya. Pun dunia tulis-menulis yang masih serumpun, tak akan membuat saya berhenti belajar. Profesi jurnalis dan blogger tak jauh berbeda di mana keduanya menuntut sang pelaku untuk menjadi pembelajar seumur hidupnya, termasuk mempelajari hal-hal yang tadinya tak disukainya. Namun, apa yang menggerakkan mereka untuk terus mencari tahu? Ya, passion!


Jaga Suasana Hati Agar Tetap Baik

Selain membutuhkan passion,ada orang yang mengatakan bahwa menulis itu membutuhkan moodatau suasana hati yang bagus. Saya sepakat dengan pendapat tersebut. Pasalnya, jika moodsedang bagus, ide selalu bisa mengucur dengan derasnya. Duduk manis di depan laptop tak akan membuat saya pegal, sekalipun dalam durasi berjam-jam. Menahan lapar pun rela saya lakukan karena saya lebih takut kalau ide itu justru pergi bahkan hilang kalau saya melakukan aktivitas lainnya.

Namun jika bad moodmelanda, belum lagi ditambah dengan deadlinepekerjaan dan padatnya aktivitas lain, jangan ditanya! Ibarat keran air, otak seakan enggan mengeluarkan ide sedikit pun. Kalau sudah berada pada titik ini, biasanya orang hanya butuh menenangkan diri sejenak. Caranya, tentu setiap orang memiliki cara yang berbeda, sesuai kepribadian masing-masing. Kalau saya, biasanya memilih antara tidur berkualitas dalam durasi maksimal 15 menit, mendengarkan musik, makan atau menonton film.

Ketika melakukan aktivitas ringan dalam rangka menenangkan pikiran tersebut, biasanya saya mengoleskan Kayu Putih Aroma (KPA). Produk keluaran Cap Lang ini merupakan minyak atsiri alami yang disuling dari tanaman Ekaliptus (Eucalyptus Globulus) dengan kandungan Ekaliptus yang cukup tinggi. Selain bermanfaat untuk meredakan gejala flu dan melegakan pernapasan, KPA memiliki kehangatan dan aromanya yang berbeda dibandingkan kayu putih biasa. Kehangatan dan kesegarannya membuat tubuh saya terasa nyaman sehingga saya bisa kembali bersemangat beraktivitas, termasuk menulis.

Koleksi KPA saya di rumah (foto: Luana Yunaneva)
Koleksi KPA saya di rumah (foto: Luana Yunaneva)
Cara menggunakan KPA ini lain daripada yang lain lho! Ini dia petunjuknya:

Cara menghirup KPA (foto: Kompasiana)
Cara menghirup KPA (foto: Kompasiana)
Beri Sentuhan Berbeda

Lavender menjadi aroma favorit KPA saya di rumah. Sesuai petunjuk, biasanya saya menuangkan tiga tetes minyak di telapak tangan, menggosoknya sebentar dan mengoleskannya di  kening, leher bagian belakang dan pundak. Selain tubuh mulai terasa hangat, wangi lavendernya juga menyegarkan sehingga suasana hati pun mulai terkendali. Perlahan ide pun bermunculan dan menunggu untuk segera dituangkan dalam bentuk tulisan. Kalau sudah berada pada tahap yang satu ini, saya pun melanjutkan kembali aktivitas menulis hingga usai.

Setelah berhasil menyelesaikan tulisan untuk blog,biasanya saya menelitinya kembali. Sebagai creative people zaman now,saya menjunjung tinggi ketelitian dalam menulis. Jangan sampai menggunakan berita hoaxatau dusta, maupun informasi yang belum tentu valid sehingga merugikan orang lain.

Kecermatan juga perlu dilakukan. Siapa tahu ada ejaan yang kurang sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) maupun ada materi yang akan saya tambahkan.

Pada tahap editingini, saya sembari memikirkan untuk memberikan sentuhan berbeda. Sebut saja menambahkan foto untuk memudahkan pembaca memahami tulisan saya. Bila perlu dan waktunya mencukupi, biasanya saya memasukkan video yang mendukung tulisan. Entah itu video yang dibuat khusus untuk mendukung tulisan itu dengan identitas "Jurnaluana", maupun video yang merupakan bagian dari pekerjaan saya sebagai jurnalis namun masih berhubungan dengan tulisan tersebut.

Contoh video liputan saya sebagai blogger untuk mendukung tulisan:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2