Mohon tunggu...
Listhia H. Rahman
Listhia H. Rahman Mohon Tunggu... Ahli Gizi

❤ Master of Public Health (Nutrition), Faculty of Medicine Public Health and Nursing (FKKMK), Universitas Gadjah Mada ❤ Bachelor of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University ❤Kalau tidak membaca, bisa menulis apa ❤ listhiahr@gmail.com❤

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Pengalaman Tak Terlupakan: Nebeng Truk!

7 Juni 2021   22:00 Diperbarui: 7 Juni 2021   22:11 105 12 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengalaman Tak Terlupakan: Nebeng Truk!
ilustrasi | yukpiknik.com

Bukan tanggal ulang tahun, tapi tanggal ini akan saya kenang di hidup saya 

Sudah lama tidak bercerita, hari ini saya akan memulainya lagi. Cerita yang akan menjadi pengingat saya untuk suatu hari nanti pun sebagai tanda terima kasih saya kepada orang-orang yang sudah membantu saya melewati sore hari yang penuh kebingungan.

Saya akan memulai dari awal, tapi singkat saja.

Sekitar pukul sembilan pagi, saya berangkat dari Temanggung ke Purwakarta menggunakan bus yang pertama kali juga saya tumpangi. Semua tampak baik-baik saja sampai sekitar tiga jam kemudian bus seperti membentur suatu yang keras. Entah apa.

Pukul dua belas siang, kami sempat singgah ke sebuah tempat makan untuk beristirahat. Setelah ke toilet dan mengisi perut, saya kembali ke bus yang saya naiki. Namun saya sempat kaget karena bus yang saya ingin tuju tidak ada. Waduh!

Sempat takut ditinggal, ternyata saya tidak sendirian. Ah iya, nampaknya ada hubungan antara  bunyi yang terdengar --saat perjalanan sebelum kami sampai ke tempat ini--- dengan ketiadaan bus. 

Rupanya ban bus pecah dan diganti saat kami beristirahat. Sampai pukul setengah satu, akhirnya bus kami menampakan dirinya lagi.

Perjalanan berlanjut.

Bus yang saya naiki kini memilih jalan bebas hambatan, alias tol. Kira-kira pukul empat sore lebih sedikit, saya sudah hampir sampai di tujuan saya. Akan tetapi saya merasa ada yang janggal.

Ya, bagaimana tidak janggal. Kaget sekali ketika saya diturunkan bukan di pintu gerbang seperti bus-bus sebelumnya. Mana sendirian pula.

Kali ini saya justru diturunkan di tengah jalan tol. Memang jaraknya tinggal satu kilometer lagi, tapi ngeri sekali kalau harus jalan kaki.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN