Lisa Selvia M.
Lisa Selvia M. Narablog

I can be a boss or an employee. I can be a reader or a writer. I can be a tourist or a tour guide. I can be a model or a photographer. Just be that I <3

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Bertemu Nur Hadi, Capres Tronjal Tronjol yang Memang Maha Asyik

11 Januari 2019   07:20 Diperbarui: 11 Januari 2019   17:01 1293 21 6
Bertemu Nur Hadi, Capres Tronjal Tronjol yang Memang Maha Asyik
tampil di acara live Rosi di Studio Kompas TV di Menara Kompas| Wartakota/Alex Suban

Ada fenomena baru muncul akibat memanasnya pesta demokrasi yang semakin dekat. Terutama adu mulut di media sosial antara cebong dan kampret. Dua kubu yang senantiasa saling gontok-gontokkan. Bahkan bisa menyebabkan hubungan persahabatan puluhan tahun merenggang dan tak jarang juga berhasil memutuskan tali persaudaraan.

Muncullah semacam juru selamat bagi yang lelah mendengar politik didengungkan tiap harinya di media sosial. Dengan gayanya yang khas, humor khusus untuk orang dewasa. Konten akun media sosial Nurhadi Aldo tersebar luas secara cepat. Karena memang awalnya bertujuan menghibur para warganet untuk kalangan sendiri, tapi ternyata bisa mengakibatkan para penggemar politik yang berbeda pandangan kembali bisa duduk bareng dan tertawa bersama-sama.

Pada Kamis, (10/01/2019), saya berkesempatan mengikuti acara secara langsung di salah satu studio Kompas TV. Acara yang dibawa presenter kawakan Rosi ini, menghadirkan narasumber dari kedua belah pihak politik, Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) dan Sudirman Said (Direktur Materi & Debat BPN). 

Juga ada pihak-pihak netral alias tidak mau memberitahukan siapakah capres pilihan mereka; Maman Suherman (penulis) dan Sujiwo Tejo (seniman), serta Burhanudin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indkator Politik sebagai narasumber tim ahli. Namun, bintang utama hari ini tetap Nurhadi, Capres nomor urut sepuluh dari Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik.

dalam studio Kompas TV (sumber:Dokumentasi pribadi)
dalam studio Kompas TV (sumber:Dokumentasi pribadi)
Pada acara hari ini, Sujiwo Tejo kalah lucu dan Cak Imin pun mendadak berubah menjadi seorang serius akibat harus mengalah untuk Nurhadi yang memang jawaban-jawabannya yang nyeleneh membuat kami penonton tergelak.

Dari acara ini saya baru mengetahui bahwa ada tim pencipta atau istilah kerennya kreator untuk unggahan-unggahan lucu yang dibuat di media sosial dengan menggunakan foto dari Nurhadi yang profesi aslinya adalah tukang urut. 

Di bagian acara wawancara via telepon salah satu kreator bernama Edwin yang dilakukan oleh Rosianna Silalahi, dia berujar "Lebih baik golput (tidak memilih) daripada tidak ada yang terbaik. Tapi tetap untuk menjadi golput itu tidak dianjurkan". Kurang lebih seperti itu perkataannya. Kami langsung mengambil kesimpulan bahwa dia berseberangan dengan Nur Hadi yang selalu mengingatkan agar tetap menggunakan hak pilih pada saat pemilu nanti.

Berfoto bersama pendukung Capres no. urut 10 (sumber:Dokumentasi pribadi)
Berfoto bersama pendukung Capres no. urut 10 (sumber:Dokumentasi pribadi)
Oh ya, sebagai informasi Nur Hadi dan kreator konten tidak pernah bertemu langsung. Saya sempat bertanya langsung usai acara selesai bagaimana awalnya dia setuju untuk dijadikan model guyonan seperti ini. Ternyata berawal dari suatu komunitas tertutup bernama Nomor Sepuluh di media sosial Facebook. Akun bertujuan menghibur ini ternyata sudah berusia 5 tahun.

Untuk mendaftarnya dengan cara menelepon Capres nomor urut sepuluh ini. Nur Hadi piawai menghibur anggota komunitas ini, sehingga tim kreator menghubungi agar dibuatkan laman sosial tapi berbau politik dengan menyalin gaya candaan khas Nur Hadi.

Terbukti hari ini kami disarankan untuk saling menjilat satu sama lain dari pada harus menjilat penguasa. Tanggapan khas Nur Hadi mengenai teori lahirnya dua kubu yang saling berseteru itu akibat menjilat penguasa (masing- masing capres).

Sempat ditanyakan oleh Rosi, mengapa gaya humor yang diterapkan menjadikan segmentasi khusus untuk dewasa. Dijawab oleh Edwin, itu urusan orang tua, merekalah yang harus mengontrol media sosial anak masing-masing.

Memang kalau yang tidak biasa menonton acara seperti ini kesannya Rosi menekan Nur Hadi dan Edwin. Padahal itu memang gaya wawancaranya. Bukan bermaksud mencecar. Kalau keberatan dengan pertanyaan yang diajukan silahkan berdiam diri saja. Kalau Nur Hadi tetap konsisten menjawab nyeleneh. Itulah maksud tujuan menghadirkan Nur Hadi, pertanyaan serius diajukan, direspon jawaban kocak.

Sebenarnya mewawancari Nur Hadi ini sulit, karena jawabannya 97 % candaan. Sampai harus bertanya dengan menggunakan kalimat yang tepat barulah diberikan jawaban yang bisa dicerna manusia normal. Seperti pertanyaan, setelah menjadi terkenal apakah mau berganti profesi dari tukang pijat menjadi seseorang yang bergerak di dunia hiburan. 

Jawabnya justru tambah yakin untuk tetap menjadi Capres nomor urut 10. Oh ya, nomor "urut" sepuluh ini dalam arti lain. Maksudnya nomor pijat sepuluh. Ada-ada saja.

Akhir segmen acara ada pesan khusus dari Capres sayang istri ini "Tetap Coblos dan hilangkan rasa panas." ***

Swafoto usai acara (sumber:Dokumentasi pribadi)
Swafoto usai acara (sumber:Dokumentasi pribadi)