Mohon tunggu...
Eka Septiana
Eka Septiana Mohon Tunggu... Administrasi - Admin Perusahaan swasta

Orang sipil biasa yang berimajinasi menjadi penulis preet ah

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Berdamai dengan Kehilangan dan Menghargai Kehidupan

3 November 2023   08:58 Diperbarui: 3 November 2023   09:19 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Ketika seseorang dihadapkan pada kematian, baik itu kematian orang yang dicintai maupun menghadapi kenyataan bahwa dirinya akan segera meninggal, banyak emosi yang muncul. Emosi-emosi ini meliputi rasa takut, kehilangan, sedih, marah, dan bahkan penolakan. Penting untuk diingat bahwa ini adalah perasaan yang sepenuhnya normal dan wajar ketika menghadapi situasi seperti ini.

Proses berduka juga merupakan bagian penting dari menghadapi kematian. Tahapan berduka yang dijelaskan oleh psikiater Elisabeth Kbler-Ross dalam bukunya "On Death and Dying" adalah penolakan, kemarahan, tawar menawar, depresi, dan penerimaan. Setiap individu mungkin mengalami tahapan ini dengan cara yang berbeda dan dalam durasi yang berbeda, karena proses berduka merupakan pengalaman yang sangat pribadi. Namun, mengenali tahapan ini dapat membantu kita memahami apa yang dirasakan oleh diri sendiri maupun orang lain saat menghadapi kematian.

Berdamai dengan Kehilangan

Untuk dapat berdamai dengan kehilangan seseorang yang meninggal, kita harus memberi diri waktu yang cukup untuk mengalami perasaan-perasaan tersebut dan meresapi kenyataan bahwa orang tersebut tidak akan kembali lagi. Dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas sangat diperlukan dalam proses ini, karena mereka dapat membantu kita mengatasi kesedihan dan kesepian yang mungkin kita rasakan.

Selain itu, mengenang kenangan indah bersama orang yang telah meninggal juga bisa membantu kita berdamai dengan kehilangan. Kita dapat melakukannya dengan berbicara tentang mereka, menciptakan ritual peringatan atau mengekspresikan perasaan melalui seni atau tulisan.

Menghargai Kehidupan: Pelajaran dari Kematian

Menghadapi kematian juga dapat mengajarkan kita untuk lebih menghargai kehidupan yang kita miliki dan waktu yang kita habiskan bersama orang yang kita cintai. Kita dapat mulai dengan lebih fokus pada hal-hal yang penting dalam hidup, seperti hubungan dengan keluarga dan teman, kesehatan, dan pencapaian pribadi, serta mengevaluasi apa yang benar-benar memiliki makna dalam hidup. Menghargai momen-momen kecil dan membagi kenangan indah dengan orang yang kita cintai dapat membantu kita merasakan kedamaian dalam menghadapi kematian.

Tidak hanya itu, namun menghadapi kematian juga mengingatkan kita akan batasan waktu yang kita miliki di dunia ini. Sebagai hasilnya, kita harus berusaha menjalani kehidupan sebaik mungkin, menjalankan kegiatan yang memberikan kebahagiaan dan kepuasan, serta menjadi pribadi yang lebih baik bagi diri sendiri dan orang sekitar.

Kesimpulan: Menemukan Keseimbangan

Artikel ini mencoba menggali topik kematian yang sering dihindari dan dicap tabu. Namun, penting untuk mengakui bahwa kematian adalah bagian alami dari siklus kehidupan dan tidak perlu ditakuti atau dihindari. Dengan menghadapi kematian, kita dapat belajar untuk lebih menghargai kehidupan yang kita miliki dan lebih mendalam menjalin hubungan dengan orang yang kita cintai.

Menemukan keseimbangan antara kesedihan dan penerimaan adalah kuncinya dalam menjalani kehidupan yang seimbang dan damai. Berdamai dengan kematian memang bukanlah proses yang mudah, namun dengan pembelajaran, pengalaman, dan dukungan dari orang sekitar, kita dapat belajar untuk merasakan kedamaian dalam menghadapi kematian dan kehilangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun